Selasa, 24 Oktober 2017

Dua pemain teater ditangkap karena berjanggut

Jumat, 13 Oktober 2017 22:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Dua orang aktor teater di Tajikistan akhirnya diperbolehkan memelihara janggut dan memamerkannya di depan umum, setelah mendapat izin dari kepolisian setempat.

Mereka membutuhkan janggut untuk memainkan peran dalam sebuah pementasan teater.

Di Tajikistan memang ada larangan -kendati tak resmi untuk memelihara janggut. Ini merupakan langkah untuk menindak ekstremis agama di negara yang sebagian besar beragama Islam itu.

Kedua aktor berjanggut tersebut ditahan oleh polisi di kota Konibodom awal pekan ini.

Khushnud Dado dan Farrukh Vaitov berada di kota tersebut untuk mementaskan sebuah drama berjudul "Matinya Seorang Lintah Darat" karya penulis terkenal Tajikistan, Sadriddin Ayni, kata situs berita Sugdnews.

Polisi akhirnya memberikan surat izin kepada mereka untuk tampil dengan janggut setelah keduanya menjelaskan tujuan mereka.

"Kami bisa berjalan-jalan, berkeliling kota dengan bebas tanpa rasa takut dirazia karena berjanggut," kata situs berita Akbor mengutip perkataan Vaitov.

Larangan berjanggut

Dagu klimis dan mencukur janggut digencarkan oleh pemerintah untuk mengganyang praktik budaya yang dianggap "asing dan tidak sesuai dengan budaya Tajik".

Akibatnya, terjadi penangkapan ratusan ribu orang, sementara hampir 13.000 pria jadi korban cukur janggut paksa di sebuah wilayah saja di Tajikistan.

Pemerintah mengakui bahwa larangan berjanggut bertujuan untuk melawan ekstremisme agama yang dikhawatirkan menyebar dari negara tetangga Afghanistan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar