Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:15 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Dua pemain teater ditangkap karena berjanggut

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Dua orang aktor teater di Tajikistan akhirnya diperbolehkan memelihara janggut dan memamerkannya di depan umum, setelah mendapat izin dari kepolisian setempat.</p><p>Mereka membutuhkan janggut untuk memainkan peran dalam sebuah pementasan teater.</p><p>Di Tajikistan memang ada larangan -kendati tak resmi untuk memelihara janggut. Ini merupakan langkah untuk menindak ekstremis agama di negara yang sebagian besar beragama Islam itu. </p><p>Kedua aktor berjanggut tersebut ditahan oleh polisi di kota Konibodom awal pekan ini.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/05/140511_waria_menang_kontes_menyanyi_eropa">Penyanyi waria Austria raih juara Eurovision </a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/05/110515_bestbeard">Warga Jerman juarai kontes janggut dunia</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160504_majalah_anak_transgender">Transgender cilik dari Inggris: Saya tidak ingin berjanggut</a></li> </ul><p>Khushnud Dado dan Farrukh Vaitov berada di kota tersebut untuk mementaskan sebuah drama berjudul &quot;Matinya Seorang Lintah Darat&quot; karya penulis terkenal Tajikistan, Sadriddin Ayni, kata situs berita <em>Sugdnews</em><em>.</em></p><p>Polisi akhirnya memberikan surat izin kepada mereka untuk tampil dengan janggut setelah keduanya menjelaskan tujuan mereka.</p><p>&quot;Kami bisa berjalan-jalan, berkeliling kota dengan bebas tanpa rasa takut dirazia karena berjanggut,&quot; kata situs berita <em>Akbor</em> mengutip perkataan Vaitov.</p><h3>Larangan berjanggut</h3><p>Dagu klimis dan mencukur janggut digencarkan oleh pemerintah untuk mengganyang praktik budaya yang dianggap &quot;asing dan tidak sesuai dengan budaya Tajik&quot;.</p><p>Akibatnya, terjadi penangkapan ratusan ribu orang, sementara hampir 13.000 pria jadi korban cukur janggut paksa di sebuah wilayah saja di Tajikistan.</p><p>Pemerintah mengakui bahwa larangan berjanggut bertujuan untuk melawan ekstremisme agama yang dikhawatirkan menyebar dari negara tetangga Afghanistan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 23:11 WIB

Gandeng Pemkab Tegal, Kemenpora tumbuhkan minat kewirausahaan pemuda

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 21:39 WIB

Enam anggota jemaah meninggal saat wukuf

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 21:27 WIB

Pemko Medan akan sembelih 8.433 ekor hewan kurban

Megapolitan | 20 Agustus 2018 - 21:11 WIB

Transjakarta sediakan 350 bus untuk atlet

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 20:58 WIB

Presiden minta pemuda bekerja keras

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 20:46 WIB

BBKSDA Sumut translokasi orang utan ke TNGL

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 20 Agustus 2018 - 16:45 WIB

Clean Bandit siap gelar konser di Jakarta

Senin, 20 Agustus 2018 - 12:15 WIB

MUI segera terbitkan keputusan soal vaksin MR

Senin, 20 Agustus 2018 - 11:54 WIB

Cegah pencurian ternak di Sumba dengan microchip

Senin, 20 Agustus 2018 - 09:17 WIB

Bawaslu Bengkulu gandeng media awasi Pemilu

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com