Rabu, 12 Desember 2018 | 02:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Bank Dunia ingatkan investasi sumber daya manusia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ysgjPc
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ysgjPc
<p>Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi sumber daya manusia untuk mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.</p><p>"Kita perlu berinvestasi lebih efektif pada sumber daya manusia," kata Kim dalam acara pembukaan Plennary Session Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2017 di Washington DC, AS, Senin (16/10).</p><p>Kim menjelaskan investasi sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sangat diperlukan karena dapat memberikan kesempatan untuk meningkatkan tingkat perekonomian.</p><p>Ia memaparkan terdapat selisih pertumbuhan ekonomi 1,25 persen terhadap PDB dalam periode 1991-2016, antara 25 persen negara yang melakukan investasi sumber daya manusia dengan 25 persen negara yang sedikit melakukan atau bahkan tidak melakukan sama sekali.</p><p>"Kami memang memerlukan riset lebih banyak, namun hal ini memperlihatkan investasi pada sumber daya manusia, memiliki dampak besar ke pertumbuhan ekonomi," ujarnya.</p><p>Kim menambahkan investasi sumber daya manusia ini juga bisa mendorong kualitas daya saing dalam menghadapi era teknologi informasi yang telah berkembang sangat pesat.</p><p>"Melihat kedepan, investasi sumber daya manusia bisa menjadi lebih penting dalam menghadapi perkembangan digital ekonomi. Studi bahkan memproyeksikan sebanyak 65 persen siswa SD akan bekerja di lapangan pekerjaan yang saat ini bahkan belum tercipta," ujarnya.</p><p>Meski demikian, Kim mengakui setiap negara belum tentu melaksanakan investasi dalam sumber daya manusia, mengingat masing-masing telah memiliki agenda pembangunan tersendiri.</p><p>Riset Bank Dunia menyatakan sebanyak 155 juta anak-anak berpotensi mengalami "stunting", 400 juta penduduk kekurangan akses kesehatan yang memadai, 100 juta orang setiap tahun jatuh miskin karena belanja kesehatan yang buruk dan hanya sepertiga penduduk miskin di dunia yang memiliki perlindungan sosial.</p><p>Bank Dunia menyatakan, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka pada 2030, sebanyak 167 juta anak-anak akan hidup dalam jurang kemiskinan.</p><p>Untuk mengatasi persoalan ini Bank Dunia melahirkan proyek Human Capital yang akan mendorong para pemangku kepentingan untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia.</p><p>"Ini akan menjadi sesuatu yang kontroversial. Namun, ini tanggung jawab moral agar pemangku kepentingan menyadari pentingnya relasi antara investasi sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Kim. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

<p>Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi sumber daya manusia untuk mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.</p><p>"Kita perlu berinvestasi lebih efektif pada sumber daya manusia," kata Kim dalam acara pembukaan Plennary Session Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2017 di Washington DC, AS, Senin (16/10).</p><p>Kim menjelaskan investasi sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sangat diperlukan karena dapat memberikan kesempatan untuk meningkatkan tingkat perekonomian.</p><p>Ia memaparkan terdapat selisih pertumbuhan ekonomi 1,25 persen terhadap PDB dalam periode 1991-2016, antara 25 persen negara yang melakukan investasi sumber daya manusia dengan 25 persen negara yang sedikit melakukan atau bahkan tidak melakukan sama sekali.</p><p>"Kami memang memerlukan riset lebih banyak, namun hal ini memperlihatkan investasi pada sumber daya manusia, memiliki dampak besar ke pertumbuhan ekonomi," ujarnya.</p><p>Kim menambahkan investasi sumber daya manusia ini juga bisa mendorong kualitas daya saing dalam menghadapi era teknologi informasi yang telah berkembang sangat pesat.</p><p>"Melihat kedepan, investasi sumber daya manusia bisa menjadi lebih penting dalam menghadapi perkembangan digital ekonomi. Studi bahkan memproyeksikan sebanyak 65 persen siswa SD akan bekerja di lapangan pekerjaan yang saat ini bahkan belum tercipta," ujarnya.</p><p>Meski demikian, Kim mengakui setiap negara belum tentu melaksanakan investasi dalam sumber daya manusia, mengingat masing-masing telah memiliki agenda pembangunan tersendiri.</p><p>Riset Bank Dunia menyatakan sebanyak 155 juta anak-anak berpotensi mengalami "stunting", 400 juta penduduk kekurangan akses kesehatan yang memadai, 100 juta orang setiap tahun jatuh miskin karena belanja kesehatan yang buruk dan hanya sepertiga penduduk miskin di dunia yang memiliki perlindungan sosial.</p><p>Bank Dunia menyatakan, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka pada 2030, sebanyak 167 juta anak-anak akan hidup dalam jurang kemiskinan.</p><p>Untuk mengatasi persoalan ini Bank Dunia melahirkan proyek Human Capital yang akan mendorong para pemangku kepentingan untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia.</p><p>"Ini akan menjadi sesuatu yang kontroversial. Namun, ini tanggung jawab moral agar pemangku kepentingan menyadari pentingnya relasi antara investasi sumber daya manusia dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Kim. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com