Senin, 10 Desember 2018 | 08:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tips Jitu Investasi Reksa Dana bagi Para Pemula

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/tips-jitu-investasi-reksa-dana-bagi-para-pemula
courtesy https://www.cermati.com/artikel/tips-jitu-investasi-reksa-dana-bagi-para-pemula
<p>&#x2018;Tak kenal maka tak sayang.&#x2019; Peribahasa ini sangat kental dengan bagaimana sesuatu hal bisa memengaruhi minat seseorang. Tanpa mengenal, akan sulit sebuah keputusan diambil. Sama seperti halnya memutuskan untuk membeli produk A, misalnya, orang bisa ragu untuk memutuskan membeli atau tidak sebelum tahu persis tentang produk itu.</p> <p>Sebagai contoh Anda akan membeli mesin cuci. Tentu Anda sudah tahu apa itu mesin cuci, fungisnya, kisaran harganya, hingga di mana dapat membelinya.</p> <p>Begitu pun dengan investasi, tanpa mengenal lebih dulu seputar investasi, orang juga akan cenderung eggan melakukannya. Umumnya, menabung &#x2013;secara konvensional- adalah satu-satunya cara bagaimana menempatkan dan menyimpan uang yang diperoleh.</p> <p>Ada dua jenis investasi, yakni riil dan non riil (investasi keuangan). Untuk&#xA0;<a title="investasi keuangan" href="https://www.cermati.com/artikel/apa-saja-produk-tabungan-dan-investasi-yang-paling-menguntungkan" target="_blank">investasi keuangan</a> sendiri banyak macamnya, mulai dari deposito, reksa dana, obligasi, dan saham. Bila Anda sudah mulai tertarik dengan yang namanya investasi di sektor keuangan, bisa memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan. Artinya kenalli risikonya.</p> <p>Bagi Anda yang sama sekali belum pernah berinvestasi di instrumen tersebut, jangan takut dan mengurungkan niat hanya karena tidak tahu caranya. Salah satu investasi yang bisa dilakukan bagi pemula adalah reksa dana, karena dianggap sebagai investasi yang paling mudah dijangkau dan dilakukan oleh para investor pemula.</p> <p>Lantas apa saja cara jitu berinvestasi di reksa dana bagi Anda yang pemula tanpa rasa khawatir dengan modal yang juga terjangkau? Simak tips berinvestasi di reksa dana berikut:</p> <cermati data-banner="kta-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong>Cari Tahu Apa itu Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/j0q6ju5l02rqn0wqn20a" alt="Reksa Dana"><br>Reksa Dana sebagai Instrumen Investasi yang Mudah Dijalankan oleh Pemula</p> <p>Sebagian orang tidak mengetahui adanya reksa dana sebagai investasi mudah yang bisa dijalankan oleh pemula. Tentu hal pertama yang harus diketahui bagi yang berniat memulai investasi di instrumen ini adalah &#x201C;apa itu reksa dana?&#x201D;</p> <p>Reksa dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk berinvestasi di instrumen-instrumen pasar keuangan. Aturan reksadana ini tertera di Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Anda tidak perlu khawatir berinvestasi karena reksadana ini karena sudah terdata di pemerintah dan bersifat resmi.</p> <h2><strong>Pahami Cara Kerja Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ynopc51xdllrqyivikyw" alt="Keuntungan reksa dana"><br>Pahami cara kerja reksa dana agar keuntungan Anda maksimal</p> <p>Beberapa kelebihan dari reksa dana adalah adanya verifikasi investasi, di mana investasi akan dipecah ke beberapa instrumen. Sehingga investasi ini bukan hanya ditanamkan pada satu perusahaan saja, namun di beberapa perusahaan.</p> <p>Dengan cara kerja reksa dana tersebut, maka ketika nilai suatu saham di perusahaan A turun, maka tidak serta merta dana yang diinvestasikan di instrumen ini juga turun. Melainkan investasi Anda akan tetap aman karena masih memiliki investasi yang di tempatkan di instrumen atau perusahaan lainnya oleh manajer investasi.</p> <p>Selain memberikan <em>return</em> yang cukup besar, reksa dana juga merupakan instrumen investasi yang mudah diakses. Karena investasi ini memiliki wilayah yang sangat luas, maka Anda juga harus bisa menggali informasi dengan baik. Mulai dari apa saja yang dibutuhkan, bagaimana alur atau perjalanannya sehingga bisa bagus dan berkembang, dan bagaimana kemungkinan atau bagaimana kelebihan dan keuntungannya. Selain itu informasi mengenai jangka waktu reksa dana menjadi penting. Jangan lupa cari hal tersebut dan maksimalkan informasi yang Anda miliki.</p> <h2><strong>Tentukan Tujuan</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/snj7gyf3poplefkp4hej" alt="Jangka waktu investasi reksa dana"><br>Pilih jangka waktu investasi reksa dana Anda sesuai keinginan</p> <p>Setelah mengetahui bahwa jenis reksa dana sangatlah banyak, maka cari dan tentukan tujuan Anda sendiri. Anda harus memahami tujuan berinvestasi dan kenapa memilih reksadana.</p> <p>Lalu seberapa banyak investasi yang ingin Anda tanamkan di reksa dana? Apakah investasi Anda untuk jangka pendek atau jangka panjang?</p> <p>Setelah menentukan itu semua, maka jalan Anda akan lebih terarahkan dengan baik sesuai kebutuhan dan apa yang direncanakan tentu sesuai dengan tujuan. Karena reksa dana ini bersifat luas, maka Anda harus mempersempit ruang gerak Anda agar lebih terfokus dan jelas.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Reksa Dana Dolar: Cara Membiayai Anak Sekolah ke Luar Negeri" href="https://www.cermati.com/artikel/reksa-dana-dolar-cara-membiayai-anak-sekolah-ke-luar-negeri" target="_blank">Reksa Dana Dolar: Cara Membiayai Anak Sekolah ke Luar Negeri</a></strong></p> <h2><strong>Jenis-Jenis Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/t82e0pdb5bqyz8ojhktf" alt="Jenis reksa dana"><br>Kenali jenis reksa dana dan pilih yang sesuai</p> <p>Selanjutnya adalah jenis reksa dana. Terdapat empat jenis reksa dana yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menginvestasikan uang di instrumen yang relatif aman ini.</p> <p><strong>Reksa dana pasar uang</strong>,&#xA0;di mana seluruh uang ditempatkan di deposito, di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan juga di obligasi.</p> <p>Jatuh tempo reksa dana pasar uang ini kurang dari satu tahun. Jenis reksa dana ini juga cenderung lebih aman. Namun kembali lagi, karena resiko kecil maka keuntungannya pun juga relatif lebih kecil.</p> <p><strong>Reksa dana pendapatan tetap</strong>, di mana dana dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Keuntungan yang diperoleh pun lebih tinggi dan bisa mencapai lebih dari 10% per tahunnya.</p> <p><strong>Reksa dana campuran</strong>,&#xA0;sesuai namanya maka reksadana ini menggunakan berbagai peraturan dari jenis-jenis sebelumnya. Sangat berisiko namun jika berhasil maka reksadana akan menghasilkan keuntungan yang tinggi dan juga mengaggumkan. Tentunya meskipun menghasilkan dalam jumlah sedikit atau banyak, anda sebagai pemula haruslah berhati-hati dalam mengambil keputusan dan melakukan reksadana agar tidak merugi.</p> <p><strong>Reksa dana proteksi</strong>&#xA0;atau biasa disebut reksa dana pendapatan tetap. Di mana reksa dana ini menempatkan sebagian dana dalam instrumen obligasi yang bisa memberikan perlindungan sesuai namanya. Artinya reksa dana ini memiliki risiko yang lebih rendah dibanding reksa dana saham dan campuran.</p> <p><strong>Reksa dana<em> index</em></strong>,&#xA0;di mana jenis ini mirip dengan saham karena instrumen ini bisa diperjual-belikan di bursa yang disebut ITF <em>(Exchange Traded Fund)</em> dan harganya bisa berfluktuatif seperti saham. Namun reksa dana ini biasanya berisi <em>index</em> tertentu yang dikelol secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa kecuali ada yang berlanggaran baru atau penebusan.</p> <h2><strong>Langkah-Langkah Reksa dana</strong></h2> <p style="text-align: center;">&#xA0;<img src="https://image.cermati.com/q_70/pfqkt3jjr97ltzjffcxl" alt="Beli reksa dana"><br>Beli reksa dana pun semudah membuka&#xA0;<em>gadget</em></p> <p>Jika Anda sudah mantab untuk berinvestasi di reksa dana, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan mana yang sesuai dan tentunya melihat <a title="kondisi keuangan" href="https://www.cermati.com/artikel/jangan-ditunda-lakukan-kebiasaan-baik-ini-dalam-mengatur-keuangan" target="_blank">kondisi keuangan</a>.</p> <p>Jika Anda ingin untung yang lebih tinggi maka kemungkinan buruk atau risiko pun akan semakin tinggi. Keberanian dan keputusan anda membawa investasi kepada kehancuran atau kesuksesan.</p> <p>Langkah selanjutnya adalah pilih produk reksa dananya dengan memperhatikan rekam jejak dari keuntungan selama 3 tahun terakhir reksa dana tersebut. Selain itu juga bagaimana tanggapan nasabahnya? Apakah mereka merasa puas?</p> <p>Hal-hal seperti ini bisa menjadi acuan dan juga pembelajaran untuk Anda yang memang bingung atau belum tahu harus memilih reksadana apa dan di mana. Anda bisa berinvestasi reksa dana dari produk keuangan bank dan non bank. Bahkan bisa membeli secara <em>on line</em>.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online" href="https://www.cermati.com/artikel/tips-pintar-belanja-reksa-dana-online" target="_blank">Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online</a></strong></p> <h2><strong>Pahami Istilah dalam Investasi Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/fgu7wxgb2k9iotgig1xt" alt="Istilah dalam investasi reksa dana"><br>Kenali istilah-istilah yang ada pada investasi keuangan&#xA0;</p> <p>Ada banyak ditemui istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, salah satunya adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan UP (Unit Penyertaan).</p> <p><strong>NAB</strong> adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan biasa disebut <em>asset under management</em>. Biasanya ini mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.</p> <p><strong>UP</strong> yaitu satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor, atau kata lainnya adalah NAB yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana.</p> <p><strong>NAB/UP</strong> adalah nilai aktiva per uni penyertaan. Pengertiannya adalah harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksa dana.</p> <p><em><strong>Subscription</strong></em> adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.</p> <p><em><strong>Redemption</strong></em> yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.</p> <p><strong>Prospektus</strong> adalah berisi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunannya sebagai gambaran nilai saham perusahaan tersebut. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.</p> <p><strong>Manajer Investasi&#xA0;</strong>merupakan manajemen profesional yang mengelola dana investasi yang ditempatkan.</p> <p><strong>Bank Kustodian</strong>&#xA0;adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.</p> <p><strong>Portofolio Efek</strong>&#xA0;adalah kumpulan surat berharga termasuk saham, obligasi, dan unit penyertaan reksa dana yang telah dijual.</p> <p><strong>Transaksi <em>Disbursement</em></strong>&#xA0;merupakan transaksi pembayaran atau pencairan dari sebagian unit yang dimiliki investor. Tentu yang membayar perncairan ini adalah Manajer Investasi yang diinstruksikan kepada Bank Kustodian untuk diberikan kepada investor.</p> <p><strong>Transaksi <em>Switching</em></strong>&#xA0;adalah pengalihan dari reksa dana tertentu ke jenis reksa dana lainnya oleh investor.</p> <p><strong>KIK </strong>atau kontrak investasi kolektif ini merupakan bentuk dari reksadana berupa kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.</p> <h2><strong>Simulasi Investasi di Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/xgcnpz0ksrzgo2kkuw8i" alt="Simulasi investasi"><br>Simulasikan investasi Anda dan hitung untung ruginya</p> <p>Sebagai gambaran seperti apakah berinvestasi di reksa dana tersebut, simak simulasinya sebagai berikut:</p> <p>Misalnya Mail punya uang Rp500.000 dan ingin membeli reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; senilai modalnya itu.</p> <p>Pada saat Mail membeli reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; tersebut, nilai NAB per UP 1.000, maka dia akan mendapatkan: Rp500.000/1.000 = 500 UP.</p> <p>Setelah 5 bulan, ternyata NAB per UP reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; naik menjadi 1.500.</p> <p>Mail kemudian memutuskan untuk menjual seluruh Unit Penyertaannya (UP), maka dia dipastikan akan <strong>untung</strong> karena nilai NAB per UP naik.</p> <p>Perhitungannya adalah:</p> <p>1.500 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp750.000 (hasil dari perubahan UP)</p> <p>Rp750.000 (hasil dari perubahan UP) x Rp500.000 (modal) = <em>Plus</em> (+) <span style="text-decoration: underline;">Rp250.000</span></p> <p><strong>Sebaliknya, </strong>pada saat NAB per UP itu turun ke 700 dan Mail memutuskan tetap menjual selluruh unitnya, maka dia akan mengalami <strong>kerugian</strong>.</p> <p>Perhitungannya adalah:</p> <p>700 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp350.000 (hasil dari perubahan UP)</p> <p>Rp350.000 (hasil dari perubahan UP) &#x2013; Rp500.000 (modal) = <em>Minus</em> (-) <span style="text-decoration: underline;">Rp150.000</span></p> <p><strong>Jadi, </strong>dalam 5 bulan Mail investasi di reksa dana tersebut bisa meraup keuntungan sebesar Rp250.000 atau justru malah mengalami kerugian Rp150.000, tergantung dari posisi nilai NAB per UP pada waktu penjualan instrumen tersebut.</p> <h2><strong>Apakah </strong><strong>Anda Sudah Siap Memulai Berinvestasi di Reksa Dana?</strong></h2> <p>Dengan memahami instrumen investasi yang diinginkan, maka berinvestasi menjadi sangat menyenangkan. Karena secara sadar kita paham betul apa yang mesti kita lakukan ketika sudah menentukan pilihan.</p> <p>Biar pun masih kategori sebagai investor pemula, Anda tetap bisa percaya diri untuk memulai berinvestasi. Jadi, tidak ada alasan takut dan ragu menginvestasikan dana kita pada instrumen keuangan. Jangan biarkan uang Anda <em>idle</em> padahal bisa dikembangkan dengan baik dan meraup keuntungan lebih. Jadi, pahami dengan baik, mantapkan langkah, dan jadilah investor cerdas!</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Antara Reksa Dana Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?" href="https://www.cermati.com/artikel/antara-reksa-dana-saham-dan-pasar-uang-mana-yang-lebih-menguntungkan" target="_blank">Antara Reksa Dana Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?</a></strong></p> <cermati data-banner="kta-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/tips-jitu-investasi-reksa-dana-bagi-para-pemula">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 10 Desember 2018 - 08:05 WIB

Sandiaga: Data pertanian harus dibenahi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

<p>&#x2018;Tak kenal maka tak sayang.&#x2019; Peribahasa ini sangat kental dengan bagaimana sesuatu hal bisa memengaruhi minat seseorang. Tanpa mengenal, akan sulit sebuah keputusan diambil. Sama seperti halnya memutuskan untuk membeli produk A, misalnya, orang bisa ragu untuk memutuskan membeli atau tidak sebelum tahu persis tentang produk itu.</p> <p>Sebagai contoh Anda akan membeli mesin cuci. Tentu Anda sudah tahu apa itu mesin cuci, fungisnya, kisaran harganya, hingga di mana dapat membelinya.</p> <p>Begitu pun dengan investasi, tanpa mengenal lebih dulu seputar investasi, orang juga akan cenderung eggan melakukannya. Umumnya, menabung &#x2013;secara konvensional- adalah satu-satunya cara bagaimana menempatkan dan menyimpan uang yang diperoleh.</p> <p>Ada dua jenis investasi, yakni riil dan non riil (investasi keuangan). Untuk&#xA0;<a title="investasi keuangan" href="https://www.cermati.com/artikel/apa-saja-produk-tabungan-dan-investasi-yang-paling-menguntungkan" target="_blank">investasi keuangan</a> sendiri banyak macamnya, mulai dari deposito, reksa dana, obligasi, dan saham. Bila Anda sudah mulai tertarik dengan yang namanya investasi di sektor keuangan, bisa memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan. Artinya kenalli risikonya.</p> <p>Bagi Anda yang sama sekali belum pernah berinvestasi di instrumen tersebut, jangan takut dan mengurungkan niat hanya karena tidak tahu caranya. Salah satu investasi yang bisa dilakukan bagi pemula adalah reksa dana, karena dianggap sebagai investasi yang paling mudah dijangkau dan dilakukan oleh para investor pemula.</p> <p>Lantas apa saja cara jitu berinvestasi di reksa dana bagi Anda yang pemula tanpa rasa khawatir dengan modal yang juga terjangkau? Simak tips berinvestasi di reksa dana berikut:</p> <cermati data-banner="kta-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong>Cari Tahu Apa itu Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/j0q6ju5l02rqn0wqn20a" alt="Reksa Dana"><br>Reksa Dana sebagai Instrumen Investasi yang Mudah Dijalankan oleh Pemula</p> <p>Sebagian orang tidak mengetahui adanya reksa dana sebagai investasi mudah yang bisa dijalankan oleh pemula. Tentu hal pertama yang harus diketahui bagi yang berniat memulai investasi di instrumen ini adalah &#x201C;apa itu reksa dana?&#x201D;</p> <p>Reksa dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk berinvestasi di instrumen-instrumen pasar keuangan. Aturan reksadana ini tertera di Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Anda tidak perlu khawatir berinvestasi karena reksadana ini karena sudah terdata di pemerintah dan bersifat resmi.</p> <h2><strong>Pahami Cara Kerja Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ynopc51xdllrqyivikyw" alt="Keuntungan reksa dana"><br>Pahami cara kerja reksa dana agar keuntungan Anda maksimal</p> <p>Beberapa kelebihan dari reksa dana adalah adanya verifikasi investasi, di mana investasi akan dipecah ke beberapa instrumen. Sehingga investasi ini bukan hanya ditanamkan pada satu perusahaan saja, namun di beberapa perusahaan.</p> <p>Dengan cara kerja reksa dana tersebut, maka ketika nilai suatu saham di perusahaan A turun, maka tidak serta merta dana yang diinvestasikan di instrumen ini juga turun. Melainkan investasi Anda akan tetap aman karena masih memiliki investasi yang di tempatkan di instrumen atau perusahaan lainnya oleh manajer investasi.</p> <p>Selain memberikan <em>return</em> yang cukup besar, reksa dana juga merupakan instrumen investasi yang mudah diakses. Karena investasi ini memiliki wilayah yang sangat luas, maka Anda juga harus bisa menggali informasi dengan baik. Mulai dari apa saja yang dibutuhkan, bagaimana alur atau perjalanannya sehingga bisa bagus dan berkembang, dan bagaimana kemungkinan atau bagaimana kelebihan dan keuntungannya. Selain itu informasi mengenai jangka waktu reksa dana menjadi penting. Jangan lupa cari hal tersebut dan maksimalkan informasi yang Anda miliki.</p> <h2><strong>Tentukan Tujuan</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/snj7gyf3poplefkp4hej" alt="Jangka waktu investasi reksa dana"><br>Pilih jangka waktu investasi reksa dana Anda sesuai keinginan</p> <p>Setelah mengetahui bahwa jenis reksa dana sangatlah banyak, maka cari dan tentukan tujuan Anda sendiri. Anda harus memahami tujuan berinvestasi dan kenapa memilih reksadana.</p> <p>Lalu seberapa banyak investasi yang ingin Anda tanamkan di reksa dana? Apakah investasi Anda untuk jangka pendek atau jangka panjang?</p> <p>Setelah menentukan itu semua, maka jalan Anda akan lebih terarahkan dengan baik sesuai kebutuhan dan apa yang direncanakan tentu sesuai dengan tujuan. Karena reksa dana ini bersifat luas, maka Anda harus mempersempit ruang gerak Anda agar lebih terfokus dan jelas.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Reksa Dana Dolar: Cara Membiayai Anak Sekolah ke Luar Negeri" href="https://www.cermati.com/artikel/reksa-dana-dolar-cara-membiayai-anak-sekolah-ke-luar-negeri" target="_blank">Reksa Dana Dolar: Cara Membiayai Anak Sekolah ke Luar Negeri</a></strong></p> <h2><strong>Jenis-Jenis Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/t82e0pdb5bqyz8ojhktf" alt="Jenis reksa dana"><br>Kenali jenis reksa dana dan pilih yang sesuai</p> <p>Selanjutnya adalah jenis reksa dana. Terdapat empat jenis reksa dana yang bisa menjadi pilihan Anda untuk menginvestasikan uang di instrumen yang relatif aman ini.</p> <p><strong>Reksa dana pasar uang</strong>,&#xA0;di mana seluruh uang ditempatkan di deposito, di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan juga di obligasi.</p> <p>Jatuh tempo reksa dana pasar uang ini kurang dari satu tahun. Jenis reksa dana ini juga cenderung lebih aman. Namun kembali lagi, karena resiko kecil maka keuntungannya pun juga relatif lebih kecil.</p> <p><strong>Reksa dana pendapatan tetap</strong>, di mana dana dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Keuntungan yang diperoleh pun lebih tinggi dan bisa mencapai lebih dari 10% per tahunnya.</p> <p><strong>Reksa dana campuran</strong>,&#xA0;sesuai namanya maka reksadana ini menggunakan berbagai peraturan dari jenis-jenis sebelumnya. Sangat berisiko namun jika berhasil maka reksadana akan menghasilkan keuntungan yang tinggi dan juga mengaggumkan. Tentunya meskipun menghasilkan dalam jumlah sedikit atau banyak, anda sebagai pemula haruslah berhati-hati dalam mengambil keputusan dan melakukan reksadana agar tidak merugi.</p> <p><strong>Reksa dana proteksi</strong>&#xA0;atau biasa disebut reksa dana pendapatan tetap. Di mana reksa dana ini menempatkan sebagian dana dalam instrumen obligasi yang bisa memberikan perlindungan sesuai namanya. Artinya reksa dana ini memiliki risiko yang lebih rendah dibanding reksa dana saham dan campuran.</p> <p><strong>Reksa dana<em> index</em></strong>,&#xA0;di mana jenis ini mirip dengan saham karena instrumen ini bisa diperjual-belikan di bursa yang disebut ITF <em>(Exchange Traded Fund)</em> dan harganya bisa berfluktuatif seperti saham. Namun reksa dana ini biasanya berisi <em>index</em> tertentu yang dikelol secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa kecuali ada yang berlanggaran baru atau penebusan.</p> <h2><strong>Langkah-Langkah Reksa dana</strong></h2> <p style="text-align: center;">&#xA0;<img src="https://image.cermati.com/q_70/pfqkt3jjr97ltzjffcxl" alt="Beli reksa dana"><br>Beli reksa dana pun semudah membuka&#xA0;<em>gadget</em></p> <p>Jika Anda sudah mantab untuk berinvestasi di reksa dana, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan mana yang sesuai dan tentunya melihat <a title="kondisi keuangan" href="https://www.cermati.com/artikel/jangan-ditunda-lakukan-kebiasaan-baik-ini-dalam-mengatur-keuangan" target="_blank">kondisi keuangan</a>.</p> <p>Jika Anda ingin untung yang lebih tinggi maka kemungkinan buruk atau risiko pun akan semakin tinggi. Keberanian dan keputusan anda membawa investasi kepada kehancuran atau kesuksesan.</p> <p>Langkah selanjutnya adalah pilih produk reksa dananya dengan memperhatikan rekam jejak dari keuntungan selama 3 tahun terakhir reksa dana tersebut. Selain itu juga bagaimana tanggapan nasabahnya? Apakah mereka merasa puas?</p> <p>Hal-hal seperti ini bisa menjadi acuan dan juga pembelajaran untuk Anda yang memang bingung atau belum tahu harus memilih reksadana apa dan di mana. Anda bisa berinvestasi reksa dana dari produk keuangan bank dan non bank. Bahkan bisa membeli secara <em>on line</em>.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online" href="https://www.cermati.com/artikel/tips-pintar-belanja-reksa-dana-online" target="_blank">Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online</a></strong></p> <h2><strong>Pahami Istilah dalam Investasi Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/fgu7wxgb2k9iotgig1xt" alt="Istilah dalam investasi reksa dana"><br>Kenali istilah-istilah yang ada pada investasi keuangan&#xA0;</p> <p>Ada banyak ditemui istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, salah satunya adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan UP (Unit Penyertaan).</p> <p><strong>NAB</strong> adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan biasa disebut <em>asset under management</em>. Biasanya ini mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.</p> <p><strong>UP</strong> yaitu satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor, atau kata lainnya adalah NAB yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana.</p> <p><strong>NAB/UP</strong> adalah nilai aktiva per uni penyertaan. Pengertiannya adalah harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksa dana.</p> <p><em><strong>Subscription</strong></em> adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.</p> <p><em><strong>Redemption</strong></em> yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.</p> <p><strong>Prospektus</strong> adalah berisi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunannya sebagai gambaran nilai saham perusahaan tersebut. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.</p> <p><strong>Manajer Investasi&#xA0;</strong>merupakan manajemen profesional yang mengelola dana investasi yang ditempatkan.</p> <p><strong>Bank Kustodian</strong>&#xA0;adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.</p> <p><strong>Portofolio Efek</strong>&#xA0;adalah kumpulan surat berharga termasuk saham, obligasi, dan unit penyertaan reksa dana yang telah dijual.</p> <p><strong>Transaksi <em>Disbursement</em></strong>&#xA0;merupakan transaksi pembayaran atau pencairan dari sebagian unit yang dimiliki investor. Tentu yang membayar perncairan ini adalah Manajer Investasi yang diinstruksikan kepada Bank Kustodian untuk diberikan kepada investor.</p> <p><strong>Transaksi <em>Switching</em></strong>&#xA0;adalah pengalihan dari reksa dana tertentu ke jenis reksa dana lainnya oleh investor.</p> <p><strong>KIK </strong>atau kontrak investasi kolektif ini merupakan bentuk dari reksadana berupa kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.</p> <h2><strong>Simulasi Investasi di Reksa Dana</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/xgcnpz0ksrzgo2kkuw8i" alt="Simulasi investasi"><br>Simulasikan investasi Anda dan hitung untung ruginya</p> <p>Sebagai gambaran seperti apakah berinvestasi di reksa dana tersebut, simak simulasinya sebagai berikut:</p> <p>Misalnya Mail punya uang Rp500.000 dan ingin membeli reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; senilai modalnya itu.</p> <p>Pada saat Mail membeli reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; tersebut, nilai NAB per UP 1.000, maka dia akan mendapatkan: Rp500.000/1.000 = 500 UP.</p> <p>Setelah 5 bulan, ternyata NAB per UP reksa dana &#x201C;Bunga&#x201D; naik menjadi 1.500.</p> <p>Mail kemudian memutuskan untuk menjual seluruh Unit Penyertaannya (UP), maka dia dipastikan akan <strong>untung</strong> karena nilai NAB per UP naik.</p> <p>Perhitungannya adalah:</p> <p>1.500 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp750.000 (hasil dari perubahan UP)</p> <p>Rp750.000 (hasil dari perubahan UP) x Rp500.000 (modal) = <em>Plus</em> (+) <span style="text-decoration: underline;">Rp250.000</span></p> <p><strong>Sebaliknya, </strong>pada saat NAB per UP itu turun ke 700 dan Mail memutuskan tetap menjual selluruh unitnya, maka dia akan mengalami <strong>kerugian</strong>.</p> <p>Perhitungannya adalah:</p> <p>700 (perubahan UP) x 500 (nilai NAB dari UP awal) = Rp350.000 (hasil dari perubahan UP)</p> <p>Rp350.000 (hasil dari perubahan UP) &#x2013; Rp500.000 (modal) = <em>Minus</em> (-) <span style="text-decoration: underline;">Rp150.000</span></p> <p><strong>Jadi, </strong>dalam 5 bulan Mail investasi di reksa dana tersebut bisa meraup keuntungan sebesar Rp250.000 atau justru malah mengalami kerugian Rp150.000, tergantung dari posisi nilai NAB per UP pada waktu penjualan instrumen tersebut.</p> <h2><strong>Apakah </strong><strong>Anda Sudah Siap Memulai Berinvestasi di Reksa Dana?</strong></h2> <p>Dengan memahami instrumen investasi yang diinginkan, maka berinvestasi menjadi sangat menyenangkan. Karena secara sadar kita paham betul apa yang mesti kita lakukan ketika sudah menentukan pilihan.</p> <p>Biar pun masih kategori sebagai investor pemula, Anda tetap bisa percaya diri untuk memulai berinvestasi. Jadi, tidak ada alasan takut dan ragu menginvestasikan dana kita pada instrumen keuangan. Jangan biarkan uang Anda <em>idle</em> padahal bisa dikembangkan dengan baik dan meraup keuntungan lebih. Jadi, pahami dengan baik, mantapkan langkah, dan jadilah investor cerdas!</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Antara Reksa Dana Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?" href="https://www.cermati.com/artikel/antara-reksa-dana-saham-dan-pasar-uang-mana-yang-lebih-menguntungkan" target="_blank">Antara Reksa Dana Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?</a></strong></p> <cermati data-banner="kta-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/tips-jitu-investasi-reksa-dana-bagi-para-pemula">Cermati.com</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com