Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sektor pariwisata dorong perkembangan UMKM

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan sektor pariwisata mampu mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sekaligus mampu membuka lapangan kerja di Indonesia.</p><p><br></p><p>Ketua Umum Kadin Indonesia versi kepemimpinan Eddy Ganefo mengatakan bahwa bergeraknya UMKM serta UKM dengan didorong oleh sektor pariwisata tersebut dinilai mampu membuka peluang terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p><p><br></p><p>"Dengan adanya pariwisata ini akan dorong atau menggerakkan UKM, UMKM yang tentunya akan melibatkan banyak sekali masyarakat. Selain itu juga menambah pendapatan masyarakat, juga meningkatkan PAD," kata Eddy dalam diskusi Strategi Percepatan Kunjungan Wisatawan dan Peluang UMKM/IKM, di Jakarta, Senin (23/10).</p><p><br></p><p>Eddy menambahkan, dalam diskusi kali ini pengembangan pariwisata akan difokuskan pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Barat.</p><p><br></p><p>"Pariwisata mampu mendatangkan devisa yang sangat besar, termasuk juga membuka lapangan kerja. Diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di masing-masing daerah," ujar Eddy.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksi akan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar Amerika Serikat, yang melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit (CPO).</p><p><br></p><p>Tercatat, perolehan devisa sektor pariwisata pada 2013-2015 menempati peringkat empat setelah migas, batubara dan CPO. Namun pada 2016, devisa pariwisata menempati peringkat kedua setelah CPO dengan nilai 13,5 miliar dolar AS.</p><p><br></p><p>Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh tujuh persen dan di dunia hanya enam persen.</p><p><br></p><p>Pesaing utama Indonesia adalah Thailand dengan devisa pariwisata lebih dari 40 miliar dolar AS sedangkan negara lainnya relatif dapat dilampaui.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan sektor pariwisata mampu mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sekaligus mampu membuka lapangan kerja di Indonesia.</p><p><br></p><p>Ketua Umum Kadin Indonesia versi kepemimpinan Eddy Ganefo mengatakan bahwa bergeraknya UMKM serta UKM dengan didorong oleh sektor pariwisata tersebut dinilai mampu membuka peluang terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p><p><br></p><p>"Dengan adanya pariwisata ini akan dorong atau menggerakkan UKM, UMKM yang tentunya akan melibatkan banyak sekali masyarakat. Selain itu juga menambah pendapatan masyarakat, juga meningkatkan PAD," kata Eddy dalam diskusi Strategi Percepatan Kunjungan Wisatawan dan Peluang UMKM/IKM, di Jakarta, Senin (23/10).</p><p><br></p><p>Eddy menambahkan, dalam diskusi kali ini pengembangan pariwisata akan difokuskan pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Barat.</p><p><br></p><p>"Pariwisata mampu mendatangkan devisa yang sangat besar, termasuk juga membuka lapangan kerja. Diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di masing-masing daerah," ujar Eddy.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksi akan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar Amerika Serikat, yang melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit (CPO).</p><p><br></p><p>Tercatat, perolehan devisa sektor pariwisata pada 2013-2015 menempati peringkat empat setelah migas, batubara dan CPO. Namun pada 2016, devisa pariwisata menempati peringkat kedua setelah CPO dengan nilai 13,5 miliar dolar AS.</p><p><br></p><p>Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh tujuh persen dan di dunia hanya enam persen.</p><p><br></p><p>Pesaing utama Indonesia adalah Thailand dengan devisa pariwisata lebih dari 40 miliar dolar AS sedangkan negara lainnya relatif dapat dilampaui.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com