Ini cara KPU Sumut gaet partisipan Pemilu 2018
Elshinta
Rabu, 25 Oktober 2017 - 06:30 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ini cara KPU Sumut gaet partisipan Pemilu 2018
Istimewa. Foto: Prasetiyo/Radio Elshinta

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggaet partisipasi masyarakat untuk mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018.

Salah satunya dengan kegiatan gerakan sadar pilkada serentak 2018. Kemasannya berupa jalan sehat yang rencananya akan menargetkan seribu orang masyarakat Sumut untuk ikut berpartisipasi. Seperti yang disampaikan oleh Anggota KPU Sumut Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Yulhasni pada Rabu (25/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Prasetiyo.

"Kita buat jalan sehat gerakan sadar pemilu 2018," ujar Yulhasni.

Kegiatan yang masih dalam tema suaramu untuk Sumatera Utara dipastikan akan berlangsung pada hari Minggu (29/10) pukul 06.00 WIB. Diakuinya, kegiatan ini bisa diikiuti perseorangan maupun perkelompok.

Nantinya, rute yang ditepuh panjangnya sekitar 2,7 km yang berawal dari depan Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, lalu ke Jalan H.M. Said, Jalan H.M. Yamin, Jalan Merak Jingga, dan kembali lagi ke Jalan Perintis Kemerdekaan.

Selain membuat sehat dan medapat edukasi pemilukada 2018, nantinya para peserta juga dimanjakan dengan berbagai hadiah hiburan, mendapatkan kaos, sarapan dan tentunya doorprize bagi yang beruntung.

KPU Sumut juga membatasi waktu pendaftaran hingga besok, Kamis (26/10) pukul 16.00 WIB. Dan selain mendaftar langsung dari kantor KPU Sumut yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 35 Medan, masyarakat juga bisa mendaftar melalui akun media sosial yang sudah disediakan oleh KPU Sumut.

 

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemungutan suara ulang di Kota Cirebon 22 September
Senin, 17 September 2018 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Jawa Barat, menetapkan pelaksanaa...
Sampang gelar Pilkada ulang 27 Oktober
Senin, 17 September 2018 - 06:35 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jawa Timur, menetapkan Pilkada ulang b...
ASN Pemprov Sumut `nobar` pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih
Rabu, 05 September 2018 - 15:12 WIB
Elshinta.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utar...
Polres Sampang antisipasi kerusuhan atas putusan MK
Rabu, 05 September 2018 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Polres Sampang, Polda Jawa Timur mengantisipasi kemungkinan terjadi kerusuh...
MK segera putuskan perkara sengketa pilkada Sampang
Rabu, 05 September 2018 - 11:42 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera memutuskan perkara sengketa hasil Pemi...
KPID Sumut evaluasi persoalan Pilkada 2018
Kamis, 30 Agustus 2018 - 21:33 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Utara (Sum...
Polisi minta warga Mimika hormati putusan MK
Senin, 13 Agustus 2018 - 12:25 WIB
Elshinta.com - Jajaran Kepolisian Resor Mimika, Papua meminta warga setempat menghormati a...
Polisi Papua antisipasi konflik Pilkada pasca putusan MK
Senin, 06 Agustus 2018 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Papua terus mengantisipasi potensi konflik sosial pascapu...
Presiden ajak masyarakat jaga persatuan pasca Pilkada
Minggu, 29 Juli 2018 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesatuan dan p...
Politik uang warnai sengketa Pilkada Serentak 2018
Kamis, 26 Juli 2018 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan bahwa sebagia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)