Penanganan Sampah Plastik di Jakarta Jadi Contoh
Elshinta
Rabu, 01 November 2017 - 06:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
Penanganan Sampah Plastik di Jakarta Jadi Contoh
(Courtesy: AustraliaPlus) Foto ini menunjukkan kondisi salah satu kanal di Jakarta sebelum dan setelah dibersihkan.
<p>Tepat di lepas pantai Pulau Roatan di Karibia, terdapat tumpukan sampah terapung dalam volume yang besar.</p><p>Sampah tersebut membentang beberapa kilometer dan terdiri atas benda-benda plastik sehari-hari seperti peralatan makan dan benda plastik lainnya.</p><p>Menurut seorang ilmuwan utama Australia Dr Britta Denise Hardesty, munculnya tumpukan sampah ini kemungkinan disebabkan badai yang terjadi belum lama ini di wilayah tersebut.</p><p>"Sangat mengejutkan dan menantang," kata Dr Hardesty, ilmuwan pada lembaga penelitian CSIRO.</p><p>"Seandainya saya bisa mengatakan bahwa saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," katanya.</p><p>Dr Hardesty bekerja di Karibia, yang diterpa cuaca liar saat Badai Irma dan Maria bulan lalu.</p><p>Dia mengatakan bahwa sampah terapung akan menampung segala jenis mulai dari limbah bangunan dan sampah rumah tangga hingga "segala macam barang" yang datang dari daratan.</p><p>Dr Hardesty mengatakan Australia tidak bebas dari bahaya limbah plastik di lautan seperti itu.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tidak peduli dimana pun berada di Australia, Anda akan menemukan sampah di semua pantainya,&quot; katanya seraya menambahkan bahwa tiga perempat dari sampah tersebut berupa plastik.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><h2>Di Great Barrier Reef</h2><p>CSIRO telah menyelesaikan survei di lebih 200 lokasi, yang mencakup setiap 100 kilometer di seluruh garis pantai Australia. Di beberapa lokasi para peneliti terpaksa menggunakan pesawat untuk mencapai garis pantai.</p><p>"Bahkan di tempat yang terpencil seperti Kimberly, setiap daerah pantainya memiliki sampah, entah itu ban karet atau alat penangkap ikan, sikat gigi atau balon dan benda-benda seperti itu," jelas Dr Hardesty.</p><p>"Beberapa konsentrasi tertinggi polusi plastik terapung di lautan kita berada tepat di Great Barrier Reef," katanya.</p><p>"Apakah karena limpahan sampai itu masuk ke daerah tersebut?" tanya Dr Hardesty.</p><p>"Apakah karena ada terumbu karang luar yang membuat segala sesuatu terperangkap di sana? Apakah karena kami melakukan survei di sana baru-baru ini setelah hujan lebat?" katanya.</p><p>"Saya tidak punya jawaban atas pertanyaan itu," katanya.</p><p>Dr Hardesty menambahkan bahkan di Antartika pun terdapat bukti adanya sampah plastik, yang dia lihat sendiri saat berkunjung ke sana pada bulan Desember 2016.</p><p>"Saat kami mengunjungi beberapa tempat terpencil di seluruh dunia, kami tetap menemukan puing-puing plastik," ujarnya.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9101092-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Floating garbage off Roatan" alt="Floating garbage off Roatan" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Di sejumlah lokasi lepas pantai Roatan, Honduras, tumpukan sampah plastik tampak dimana-mana.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Supplied: Caroline Power</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Indonesia jadi contoh</h2><p>Namun, menurut Dr Hardesty, keberhasilan Indonesia mengatasi sampah plastik dalam jumlah besar mulai dari tahun 2014 sampai 2016 menunjukkan situasinya bukan tanpa harapan.</p><p>"Dalam waktu kurang dari dua tahun mereka berhasil mengubah kanal-kanal yang sangat penuh sampah dan tersumbat kantong plastik, botol air kemasan dan benda-benda seperti itu," ujarnya.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Mereka terjun ke sana, membersihkannya dan benar-benar mengubah seluruh kota,&quot; kata Dr Hardesty merujuk ke penanganan sungai dan saluran air di Jakarta.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Dr Hardesty mengatakan Pemerintah Indonesia menangani 12 kanal besar dan sekarang berupaya memulihkan lebih dari 1.000 kanal dan saluran air.</p><p>"Mereka menciptakan lapangan kerja dan menangani permasalahan sampah yang sudah lama dan jumlahnya besar di saluran air mereka," katanya.</p><p>"Jakarta menjadi kisah menakjubkan mengenai harapan dan inspirasi. Dan hal ini menunjukkan seberapa cepat perubahan bisa terjadi," ujar Dr Haresty.</p><p>"Hal ini menjadikannya tempat bersih dan aman. Hal ini mengubah daerah tersebut dan menjadi sumber kebanggaan bagi warga yang tinggal di sana," tambahnya.</p><p>Dr Hardesty mengatakan bahwa dia sering ditanya apakah bekerja di bidang polusi plastik membuatnya depresi. "Tidak," katanya.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Karena sebagian besar sampah yang masuk ke lautan kita pernah berada di tangan seseorang sebelumnya,&quot; katanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Jadi, menurut dia, pertanyaananya adalah, "apa yang sangat kita hargai?"</p><p>"Apakah kita ingin hidup di dunia yang bersih? Atau apakah kita ingin hidup di dunia yang penuh dengan sampah buangan?"</p><p>Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-10-31/plastic-garbage-covering-caribbean-waters/9099188" target="_blank" title="">di sini</a>.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV