Rabu, 12 Desember 2018 | 06:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kehidupan pesantren dalam dokumenter sutradara Italia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Gambar potongan adegan dalam film dokumenter "Da'wah" garapan sutradara Italo Spinelli yang siar di YouTube. Sumber foto: http://bit.ly/2y28pJ1
Gambar potongan adegan dalam film dokumenter "Da'wah" garapan sutradara Italo Spinelli yang siar di YouTube. Sumber foto: http://bit.ly/2y28pJ1
<p>Film dokumenter tentang kehidupan sehari-hari di pondok pesantren Indonesia karya sutradara Italia, Italo Spinelli, yang berjudul "Da'wah" tayang di Festival del Cinema di Roma pada Sabtu.</p><p>Studio berkapasitas lebih dari 300 orang di kawasan pertunjukan seni terkemuka kota Roma, Auditorium Parco della Musica, penuh saat "Da'wah" dan tepuk tangan meriah membahana panjang begitu film usai menurut Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Roma Aisyah M. Allamanda.</p><p>Sehari sebelum penayangan film, tiket pertunjukan yang juga dijual daring telah habis. Aisyah melihat animo masyarakat yang mengejutkan terhadap film yang gambar-gambarnya diambil di Pesantren Dalwa di Pasuruan, Jawa Timur, tersebut.</p><p>Pembuat film kawakan Italo Spinelli selama sembilan hari penuh mengikuti seluruh kegiatan siswa pesantren, termasuk proses belajar-mengajarnya.</p><p>"Saya belajar banyak selama proses pembuatan film ini. Berbeda dari persepsi sebagian orang terhadap Islam, pengajaran agama yang diberikan kepada para murid justru tidak mendukung adanya tindak kekerasan," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers KBRI di Italia. </p><p>Ia menuturkan bahwa para guru di pesantren tersebut justru menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada sekitarnya. </p><p>Ketika ditanya mengenai hal menarik yang dia temui selama pembuatan film, Spinelli berbicara mengenai konsep jihad yang dia temui selama penggarapan dokumenter.</p><p>"Bahwa jihad yang sesungguhnya adalah perlawanan terhadap emosi diri sendiri, bukan musuh dari luar."</p><p>Ide untuk membuat film dokumenter itu muncul saat Spinelli berkunjung ke Indonesia untuk membuat film lain beberapa tahun lalu. </p><p>Spinelli, yang juga direktur festival film Asia terbesar di Roma, Asiatica Film Festival, menggalang kerja sama dengan produser eksekutif Sapta Nirwandar dan Irsyad Yusuf serta produser Budiarman Bahar guna mewujudkannya niatnya membuat film dokumenter tentang kehidupan pesantren, yang juga didukung oleh Pemerintah Daerah Pasuruan.</p><p>Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani mengatakan minat publik Italia terhadap film ini sepertinya mencerminkan semakin meningkatnya keingintahuan masyarakat setempat mengenai Islam di Indonesia. </p><p>"Pemerintah Italia dewasa ini menyatakan ingin mengintensifkan kerja sama dialog lintas keyakinan dengan Indonesia, yang dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dipandang mampu menjadi contoh integrasi bangsa yang majemuk dan demokratis," kata dia.</p><p><strong>Sinematografi</strong></p><p>Panitia Festival di Roma menilai film "Da'wah" bagus dari segi sinematografi dan narasi ceritanya.</p><p>Maestro film peraih piala Oscar, Bernardo Bertolucci, yang memberikan pengantar sebelum penayangan film, juga menyampaikan kekagumannya pada kepiawaian Spinelli bercerita dan menggambarkan kehidupan madrasah di Indonesia lewat film ini.</p><p>Damiano Caforio, warga Roma yang menyaksikan "Da'wah", menyebut film itu seakan "menampar" mereka yang memiliki pemikiran bahwa setiap sekolah Islam mengajarkan kekerasan dan intoleransi. </p><p>Seorang penonton yang berasal dari luar Italia mengatakan film itu menunjukkan perbedaan ajaran sekolah Islam di Indonesia dengan di negara Islam lainnya.</p><p>Film ini dipandang sangat relevan dengan situasi sosial di Italia dan Eropa saat ini, yang sedang kedatangan pengungsi dan pencari suaka dari sejumlah negara mayoritas Muslim.</p><p>Pemerintah Italia memandang penting proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dengan penduduk setempat. Saat ini, meski belum diakui sebagai salah satu agama resmi, Islam merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di Italia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

<p>Film dokumenter tentang kehidupan sehari-hari di pondok pesantren Indonesia karya sutradara Italia, Italo Spinelli, yang berjudul "Da'wah" tayang di Festival del Cinema di Roma pada Sabtu.</p><p>Studio berkapasitas lebih dari 300 orang di kawasan pertunjukan seni terkemuka kota Roma, Auditorium Parco della Musica, penuh saat "Da'wah" dan tepuk tangan meriah membahana panjang begitu film usai menurut Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Roma Aisyah M. Allamanda.</p><p>Sehari sebelum penayangan film, tiket pertunjukan yang juga dijual daring telah habis. Aisyah melihat animo masyarakat yang mengejutkan terhadap film yang gambar-gambarnya diambil di Pesantren Dalwa di Pasuruan, Jawa Timur, tersebut.</p><p>Pembuat film kawakan Italo Spinelli selama sembilan hari penuh mengikuti seluruh kegiatan siswa pesantren, termasuk proses belajar-mengajarnya.</p><p>"Saya belajar banyak selama proses pembuatan film ini. Berbeda dari persepsi sebagian orang terhadap Islam, pengajaran agama yang diberikan kepada para murid justru tidak mendukung adanya tindak kekerasan," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers KBRI di Italia. </p><p>Ia menuturkan bahwa para guru di pesantren tersebut justru menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan dan kasih sayang kepada sekitarnya. </p><p>Ketika ditanya mengenai hal menarik yang dia temui selama pembuatan film, Spinelli berbicara mengenai konsep jihad yang dia temui selama penggarapan dokumenter.</p><p>"Bahwa jihad yang sesungguhnya adalah perlawanan terhadap emosi diri sendiri, bukan musuh dari luar."</p><p>Ide untuk membuat film dokumenter itu muncul saat Spinelli berkunjung ke Indonesia untuk membuat film lain beberapa tahun lalu. </p><p>Spinelli, yang juga direktur festival film Asia terbesar di Roma, Asiatica Film Festival, menggalang kerja sama dengan produser eksekutif Sapta Nirwandar dan Irsyad Yusuf serta produser Budiarman Bahar guna mewujudkannya niatnya membuat film dokumenter tentang kehidupan pesantren, yang juga didukung oleh Pemerintah Daerah Pasuruan.</p><p>Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani mengatakan minat publik Italia terhadap film ini sepertinya mencerminkan semakin meningkatnya keingintahuan masyarakat setempat mengenai Islam di Indonesia. </p><p>"Pemerintah Italia dewasa ini menyatakan ingin mengintensifkan kerja sama dialog lintas keyakinan dengan Indonesia, yang dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dipandang mampu menjadi contoh integrasi bangsa yang majemuk dan demokratis," kata dia.</p><p><strong>Sinematografi</strong></p><p>Panitia Festival di Roma menilai film "Da'wah" bagus dari segi sinematografi dan narasi ceritanya.</p><p>Maestro film peraih piala Oscar, Bernardo Bertolucci, yang memberikan pengantar sebelum penayangan film, juga menyampaikan kekagumannya pada kepiawaian Spinelli bercerita dan menggambarkan kehidupan madrasah di Indonesia lewat film ini.</p><p>Damiano Caforio, warga Roma yang menyaksikan "Da'wah", menyebut film itu seakan "menampar" mereka yang memiliki pemikiran bahwa setiap sekolah Islam mengajarkan kekerasan dan intoleransi. </p><p>Seorang penonton yang berasal dari luar Italia mengatakan film itu menunjukkan perbedaan ajaran sekolah Islam di Indonesia dengan di negara Islam lainnya.</p><p>Film ini dipandang sangat relevan dengan situasi sosial di Italia dan Eropa saat ini, yang sedang kedatangan pengungsi dan pencari suaka dari sejumlah negara mayoritas Muslim.</p><p>Pemerintah Italia memandang penting proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dengan penduduk setempat. Saat ini, meski belum diakui sebagai salah satu agama resmi, Islam merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di Italia.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com