Senin, 24 September 2018 | 23:21 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Menkominfo: Gunakan aplikasi pesan nasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menkominfo, Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zqhGOD
Menkominfo, Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zqhGOD
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengajak masyarakat untuk memakai aplikasi pesan dalam negeri, seperti "Pesan Kita" dan "BlackBerry Messenger" atau BBM yang sudah diakuisisi oleh perusahaan Indonesia.</p><p>Imbauan tersebut disampaikan Menteri Rudiantara terkait dengan munculnya konten bermuatan pornografi dengan format "graphics interchange format" atau GIF dalam aplikasi "WhatsApp".</p><p>"Kita banyak aplikasi nasional yang memang harus diperbaiki dari sisi kemudahan, kemudian kurang user friendly. Kalau saya pakai aplikasi nasional, seperti BBM dan Pesan Kita," kata Rudiantara usai menghadiri Kongres Pranata Komputer Indonesia di Kantor BPS Jakarta, Selasa (7/11).</p><p>Ia menjelaskan, banyak aplikasi nasional yang bisa digunakan masyarakat meskipun perlu diperbaiki dari segi kemudahan menggunakan "tools" (user friendly). </p><p>Menurut dia, perusahaan aplikasi internasional kadang-kadang tidak memiliki kantor di Indonesia sehingga pemerintah cenderung sulit berkomunikasi terutama jika kasus konten negatif seperti ini terjadi.</p><p>Rudiantara mengakui tugas pemerintah adalah memproteksi masyarakat agar tidak terpapar berbagai konten negatif, baik asusila, berita bohong (hoax), radikalisme, maupun terorisme.</p><p>Pemerintah pun tidak akan memblokir WhatsApp terkait muatan konten negatif ini, namun memblokir Tenor, penyedia GIF.</p><p>Keenam domain name system (DNS) Tenor yang sudah diblokir Kemkominfo, yaitu tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com. </p><p>Namun, upaya yang sesungguhnya mencegah penyebarluasan konten negatif adalah pada masyarakat yang memiliki cukup literasi untuk memilih dan memilah konten yang dikonsumsi.</p><p>"Banyak yang masih gagap untuk memilih dan memilah. Akibatnya, pemerintah harus punya kebijakan afirmatif dengan cara block saja dulu, nanti kita lakukan sosialisasi dan literasi," kata dia, dikutip <i>Antara</i>. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Ekonomi | 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Musibah | 24 September 2018 - 21:23 WIB

Pengemudi truk ditemukan meninggal di rest area

Manajemen | 24 September 2018 - 21:15 WIB

Alasan mengapa pelaku usaha perlu berinvestasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com