Senin, 25 Juni 2018 | 22:33 WIB

Daftar | Login

/

Menkominfo: Gunakan aplikasi pesan nasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menkominfo, Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zqhGOD
Menkominfo, Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zqhGOD
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengajak masyarakat untuk memakai aplikasi pesan dalam negeri, seperti "Pesan Kita" dan "BlackBerry Messenger" atau BBM yang sudah diakuisisi oleh perusahaan Indonesia.</p><p>Imbauan tersebut disampaikan Menteri Rudiantara terkait dengan munculnya konten bermuatan pornografi dengan format "graphics interchange format" atau GIF dalam aplikasi "WhatsApp".</p><p>"Kita banyak aplikasi nasional yang memang harus diperbaiki dari sisi kemudahan, kemudian kurang user friendly. Kalau saya pakai aplikasi nasional, seperti BBM dan Pesan Kita," kata Rudiantara usai menghadiri Kongres Pranata Komputer Indonesia di Kantor BPS Jakarta, Selasa (7/11).</p><p>Ia menjelaskan, banyak aplikasi nasional yang bisa digunakan masyarakat meskipun perlu diperbaiki dari segi kemudahan menggunakan "tools" (user friendly). </p><p>Menurut dia, perusahaan aplikasi internasional kadang-kadang tidak memiliki kantor di Indonesia sehingga pemerintah cenderung sulit berkomunikasi terutama jika kasus konten negatif seperti ini terjadi.</p><p>Rudiantara mengakui tugas pemerintah adalah memproteksi masyarakat agar tidak terpapar berbagai konten negatif, baik asusila, berita bohong (hoax), radikalisme, maupun terorisme.</p><p>Pemerintah pun tidak akan memblokir WhatsApp terkait muatan konten negatif ini, namun memblokir Tenor, penyedia GIF.</p><p>Keenam domain name system (DNS) Tenor yang sudah diblokir Kemkominfo, yaitu tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com. </p><p>Namun, upaya yang sesungguhnya mencegah penyebarluasan konten negatif adalah pada masyarakat yang memiliki cukup literasi untuk memilih dan memilah konten yang dikonsumsi.</p><p>"Banyak yang masih gagap untuk memilih dan memilah. Akibatnya, pemerintah harus punya kebijakan afirmatif dengan cara block saja dulu, nanti kita lakukan sosialisasi dan literasi," kata dia, dikutip <i>Antara</i>. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com