Senin, 25 Juni 2018 | 22:31 WIB

Daftar | Login

/

LAPAN bangun observatorium nasional di Gunung Timau

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yjkYzJ
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yjkYzJ
<p>Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kabupaten Kupang akan membangun Observatorium Nasional (Obnas) di Gunung Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p><p>"Observatorium Nasional di Timau ini dibangun karena observatorium di Boscha, Lembang, sudah kurang layak untuk penelitian astronomi, karena di sana sudah banyak polusi cahaya," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin di kantor LAPAN, Jakarta, Rabu (8/11).</p><p> Dia mengatakan sebelumnya tim ITB telah melakukan penelitian dan memutuskan Gunung Timau sebagai tempat yang tepat untuk membangun observatorium nasional.</p><p>Gunung Timau dipilih sebagai lokasi observatorium antara lain karena daerah itu ada di wilayah NTT musim keringnya panjang sehingga ideal untuk pengamatan astronomi, lokasinya masih jauh dari perkotaan sehingga polusi cahayanya masih minim.</p><p> Observatorium yang dibangun di area seluas 30,25 hektare di Timau itu diperkirakan menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara.</p><p>Observatorium yang akan menggunakan lensa 3,8 meter itu ditargetkan sudah bisa digunakan pada 2020.</p><p>Selain membangun observatorium, LAPAN akan membangun pusat sains di Kabupaten Kupang. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com