Jumat, 22 Juni 2018 | 12:41 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Remaja putri anemia berisiko lahirkan anak `stunting`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zwzpEb
Sumber foto: http://bit.ly/2zwzpEb
<p>Remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah berisiko melahirkan anak yang mengalami kekerdilan atau "stunting" dikarenakan defisit gizi.</p><p>Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/11), remaja putri banyak yang mengalami anemia akibat menstruasi namun tidak mengimbangi asupan makanan mengandung zat besi untuk mengembalikan sel-sel darah yang terbuang.</p><p>"Gizi seimbang perlu diperhatikan apalagi bagi remaja putri. Jangan sampai menderita anemia," kata Kuwat.</p><p>Kuwat mengatakan remaja putri yang terkena anemia akan terganggu kesuburannya. Sehingga ketika pada saatnya menikah dan mulai hamil, asupan gizi untuk bayi yang dikandungnya menjadi kurang dan akhirnya melahirkan bayi dengan kekerdilan.</p><p>Untuk mencegahnya, kata Kuwat, Kemenkes melakukan intervensi dengan membagikan tablet tambah darah bagi remaja putri di tingkat SMA atau sederajat.</p><p>Selain itu, Kuwat juga berharap penanganan masalah anemia pada perempuan diharapkan peran dari pihak swasta agar dapat memberikan tablet tambah darah untuk pekerja perempuan.</p><p>Kuwat menjelaskan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-53 menekankan pada penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).</p><p>Untuk tahun ini, masyarakat diharapkan melakukan Germas setidaknya pada tiga fokus utama yaitu melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan buah; sayur; dan ikan, serta memeriksa kondisi kesehatan tubuh secara berkala. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 22 Juni 2018 - 12:30 WIB

Pendatang baru di DKI diminta segera lapor RT/RW

Hukum | 22 Juni 2018 - 12:13 WIB

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati

Kriminalitas | 22 Juni 2018 - 11:05 WIB

Fredrich Yunadi hari ini bacakan nota pembelaan

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 10:28 WIB

Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Jatim

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com