Rabu, 12 Desember 2018 | 06:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Remaja putri anemia berisiko lahirkan anak `stunting`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zwzpEb
Sumber foto: http://bit.ly/2zwzpEb
<p>Remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah berisiko melahirkan anak yang mengalami kekerdilan atau "stunting" dikarenakan defisit gizi.</p><p>Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/11), remaja putri banyak yang mengalami anemia akibat menstruasi namun tidak mengimbangi asupan makanan mengandung zat besi untuk mengembalikan sel-sel darah yang terbuang.</p><p>"Gizi seimbang perlu diperhatikan apalagi bagi remaja putri. Jangan sampai menderita anemia," kata Kuwat.</p><p>Kuwat mengatakan remaja putri yang terkena anemia akan terganggu kesuburannya. Sehingga ketika pada saatnya menikah dan mulai hamil, asupan gizi untuk bayi yang dikandungnya menjadi kurang dan akhirnya melahirkan bayi dengan kekerdilan.</p><p>Untuk mencegahnya, kata Kuwat, Kemenkes melakukan intervensi dengan membagikan tablet tambah darah bagi remaja putri di tingkat SMA atau sederajat.</p><p>Selain itu, Kuwat juga berharap penanganan masalah anemia pada perempuan diharapkan peran dari pihak swasta agar dapat memberikan tablet tambah darah untuk pekerja perempuan.</p><p>Kuwat menjelaskan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-53 menekankan pada penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).</p><p>Untuk tahun ini, masyarakat diharapkan melakukan Germas setidaknya pada tiga fokus utama yaitu melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan buah; sayur; dan ikan, serta memeriksa kondisi kesehatan tubuh secara berkala. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

<p>Remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah berisiko melahirkan anak yang mengalami kekerdilan atau "stunting" dikarenakan defisit gizi.</p><p>Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/11), remaja putri banyak yang mengalami anemia akibat menstruasi namun tidak mengimbangi asupan makanan mengandung zat besi untuk mengembalikan sel-sel darah yang terbuang.</p><p>"Gizi seimbang perlu diperhatikan apalagi bagi remaja putri. Jangan sampai menderita anemia," kata Kuwat.</p><p>Kuwat mengatakan remaja putri yang terkena anemia akan terganggu kesuburannya. Sehingga ketika pada saatnya menikah dan mulai hamil, asupan gizi untuk bayi yang dikandungnya menjadi kurang dan akhirnya melahirkan bayi dengan kekerdilan.</p><p>Untuk mencegahnya, kata Kuwat, Kemenkes melakukan intervensi dengan membagikan tablet tambah darah bagi remaja putri di tingkat SMA atau sederajat.</p><p>Selain itu, Kuwat juga berharap penanganan masalah anemia pada perempuan diharapkan peran dari pihak swasta agar dapat memberikan tablet tambah darah untuk pekerja perempuan.</p><p>Kuwat menjelaskan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-53 menekankan pada penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).</p><p>Untuk tahun ini, masyarakat diharapkan melakukan Germas setidaknya pada tiga fokus utama yaitu melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan buah; sayur; dan ikan, serta memeriksa kondisi kesehatan tubuh secara berkala. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com