Jumat, 24 November 2017

Pertalite industri mulai dipasarkan di Wamena

Jumat, 10 November 2017 21:43

Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Pertamina MOR VIII Maluku-Papua mulai memasarkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite industri di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yang harganya jualnya Rp18.000/liter sesuai batas eceran tertinggi (BET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Demikian disampaikan salah seorang pemilik UD, Susi Jaya, kepada kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Jumat (10/11).

Susi mengungkapkan, pihaknya sejak satu minggu lalu sudah mulai menjual BBM Pertalite industri, dengan harga jual disamakan dengan premium industri.

Susi menjelaskan, alasan pihaknya mulai memperkenalkan BBM pertalite industri ini di wilayah pegunungan Papua karena ada dorongan dari pihak Pertamina, untuk menekan harga minyak agar anggapan mengenai adanya kebocoran BBM bersubsidi dari lembaga penyalur, yang dijual pengecer di atas BET, bisa dihapus.

“Kita harapkan setelah ada BBM pertalite industri ini, kita tidak ada lagi menemukan BBM tinggi di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Fuel Ritail Pertamian MOR VIII Maluku-Papua, Zibali Hisbul menyambut baik adanya penjualan BBM pertalite industri di Wamena, sehingga diharapkan ke depan tidak ada lagi masyarakat pengecer yang menjual BBM dengan harga tinggi.

"Jadi kita harapkan tidak ada lagi yang menjual BBM bersubsidi dengan harga tinggi, BBM non subsidi arahnya untuk industri, jangan sampai premium mengalirnya ke pengecer kemudian ke industri. Karena itu makanya sekarang pengecer diharapkan tidak lagi menjual premium," ujarnya.

Ditempat yang sama SER Wilayah Papua I Pertamina MOR VIII, Agung Widodo menegaskan, pihaknya akan mengurangi pengiriman premium industri ke wilayah pegunungan Papua agar ke depan pemerintah daerah dan aparat lebih mudah mengidentifikasi adanya penyelewengan BBM bersubsidi.

"Dengan begitu bila masih ada premium di eceran, maka mudah ditelusuri sumbernya. Apakah dari APMS atau ada yang terbangkan sendiri dari Jayapura. "Ini tinggal peran aktifnya Pemda karena yang berdar dieceran adalah pertalite," kata Agung.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Kitin Wanimbo mengungkapkan, kehadiran BBM pertalite di Wamena mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena sudah ada pilihan bagi warga.

“Saya lihat masyarakat sudah banyak yang menggunakan pertalite ini. Saya lebih senang mengisi bahan bakar untuk kendaraan roda duanya denganpertalite karena kualitasnya lebih bagus dibanding premium,” akunya.

Sebab, menurutnya, BBM pertalite ini lebih bagus untuk mesin motor, selain itu, lebih irit. “Kita berharap masyarakat semakin banyak menggunakan BBM pertalite ini, sehingga bisa mengurangi penggunaan minyak bersubsidi di Wamena,” ungkapnya.

“Saya belum punya kartu kendali. Sekali isi enam liter, itu bisa lebih dari satu minggu karena mobilitas hanya di sekitar Wamena, yang tidak bisa membeli BBM bersubsidi di Wamena karena tidak memiliki kartu kendali,” tuturnya.

Untuk diketahui, penjualan BBM bersubsidi di lembaga penyalur yang ada di Wamena hanya dilakukan bagi masyarakat yang datang membawa kartu kendali atau kupon BBM yang dikeluarkan Dinas Perdaganagan setempat.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar