Rabu, 12 Desember 2018 | 13:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Tokoh Amungme dorong dialog aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Tokoh masyarakat Suku Amungme di Kabupaten Mimika Nerius Katagame mendesak pemerintah daerah setempat mendorong adanya dialog antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ditengarai melakukan serangkaian aksi teror penembakan di wilayah Distrik Tembagapura,Papua akhir-akhir ini.</p><p> "Kami sarankan agar pemerintah membuka dialog dengan kelompok bersenjata tersebut. Kalau tidak ada dialog, maka sudah pasti masyarakat Amungme yang ada di Banti, Utikini dan Kimbeli yang akan menjadi korban," kata Nerius di Timika, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Nerius mengaku sangat prihatin dengan nasib ribuan warga sipil yang kini terjebak di Kampung Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga Aroanop lantaran tidak bisa bepergian ke mana-mana.</p><p> Pasokan barang kebutuhan pokok ke kampung-kampung sekitar Kota Tembagapura itu juga kini terhenti total setelah sekelompok orang bersenjata api mulai menguasai kampung-kampung itu sejak akhir Oktober lalu.</p><p> Bahkan kini keselamatan warga sipil di lokasi itu terancam. Pada Kamis (9/11), seorang warga Suku Amungme bernama Marthinus Beanal ditemukan meninggal dunia di Kampung Utikini Lama.</p><p> Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai karyawan dapur PT Pangansari Utama, salah satu perusahaan subkontraktor PT Freeport yang menyediakan jasa katering bagi karyawannya. Yang bersangkutan dikabarkan tidak pulang ke rumahnya sejak Selasa (7/11).</p><p> "Sekarang ini masyarakat sipil di Banti, Kimbeli dan Utikini kelaparan karena tidak ada pasokan logistik ke sana. Kami minta aparat tolong memperjelas siapa pelaku penembakan di kawasan Tembagapura itu dan segera menyelesaikan persoalan ini agar masyarakat sipil tidak terus-terusan menjadi korban," ujarnya.</p><p> Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengakui diperlukan tokoh berpengaruh untuk membangun komunikasi dengan KKB di wilayah Tembagapura itu.</p><p> "Kami sudah mendorong agar unsur dari Pemkab Mimika bisa membuka jalur negosiasi dengan tokoh-tokoh dan mudah-mudahan ada kabar bagus," kata Boy.</p><p> Hingga sekarang aparat masih kesulitan melakukan upaya evakuasi seribuan warga sipil dari kampung-kampung sekitar Tembagapura itu karena anggota kelompok bersenjata masih bercokol di wilayah tersebut.</p><p> Kapolda mengatakan berbagai upaya persuasif terus dilakukan oleh Satgas Operasi KKB Tembagapura untuk membebaskan warga sipil, termasuk 300-an diantaranya merupakan pendulang dan pengumpul emas yang selama ini beraktivitas di sekitar Kali Kabur dan pedagang barang kebutuhan pokok.</p><p> KKB Tembagapura diperkirakan memiliki sekitar 35 senjata api ditambah senjata tradisional berupa panah, parang, tombak dan lainnya.</p><p> Belakangan ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri. Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut. &nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

<p>Tokoh masyarakat Suku Amungme di Kabupaten Mimika Nerius Katagame mendesak pemerintah daerah setempat mendorong adanya dialog antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ditengarai melakukan serangkaian aksi teror penembakan di wilayah Distrik Tembagapura,Papua akhir-akhir ini.</p><p> "Kami sarankan agar pemerintah membuka dialog dengan kelompok bersenjata tersebut. Kalau tidak ada dialog, maka sudah pasti masyarakat Amungme yang ada di Banti, Utikini dan Kimbeli yang akan menjadi korban," kata Nerius di Timika, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Nerius mengaku sangat prihatin dengan nasib ribuan warga sipil yang kini terjebak di Kampung Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga Aroanop lantaran tidak bisa bepergian ke mana-mana.</p><p> Pasokan barang kebutuhan pokok ke kampung-kampung sekitar Kota Tembagapura itu juga kini terhenti total setelah sekelompok orang bersenjata api mulai menguasai kampung-kampung itu sejak akhir Oktober lalu.</p><p> Bahkan kini keselamatan warga sipil di lokasi itu terancam. Pada Kamis (9/11), seorang warga Suku Amungme bernama Marthinus Beanal ditemukan meninggal dunia di Kampung Utikini Lama.</p><p> Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai karyawan dapur PT Pangansari Utama, salah satu perusahaan subkontraktor PT Freeport yang menyediakan jasa katering bagi karyawannya. Yang bersangkutan dikabarkan tidak pulang ke rumahnya sejak Selasa (7/11).</p><p> "Sekarang ini masyarakat sipil di Banti, Kimbeli dan Utikini kelaparan karena tidak ada pasokan logistik ke sana. Kami minta aparat tolong memperjelas siapa pelaku penembakan di kawasan Tembagapura itu dan segera menyelesaikan persoalan ini agar masyarakat sipil tidak terus-terusan menjadi korban," ujarnya.</p><p> Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengakui diperlukan tokoh berpengaruh untuk membangun komunikasi dengan KKB di wilayah Tembagapura itu.</p><p> "Kami sudah mendorong agar unsur dari Pemkab Mimika bisa membuka jalur negosiasi dengan tokoh-tokoh dan mudah-mudahan ada kabar bagus," kata Boy.</p><p> Hingga sekarang aparat masih kesulitan melakukan upaya evakuasi seribuan warga sipil dari kampung-kampung sekitar Tembagapura itu karena anggota kelompok bersenjata masih bercokol di wilayah tersebut.</p><p> Kapolda mengatakan berbagai upaya persuasif terus dilakukan oleh Satgas Operasi KKB Tembagapura untuk membebaskan warga sipil, termasuk 300-an diantaranya merupakan pendulang dan pengumpul emas yang selama ini beraktivitas di sekitar Kali Kabur dan pedagang barang kebutuhan pokok.</p><p> KKB Tembagapura diperkirakan memiliki sekitar 35 senjata api ditambah senjata tradisional berupa panah, parang, tombak dan lainnya.</p><p> Belakangan ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri. Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut. &nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com