Sabtu, 25 November 2017

PLN mulai terangi pulau kecil di Madura

Sabtu, 11 November 2017 09:44

Ilustrasi. Foto: Elshinta.com Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ayo berbagi!

Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Distribusi Jawa Timur mulai menerangi pulau kecil di Madura, yakni Pulau Gili Iyang dengan mengoperasikan pembangkit listrik bermesin diesel di Dungkek, Kabupaten Sumenep.

General Manager PLN Distribusi Jawa Timur Dwi Kusnanto di Surabaya, Sabtu (11/11), mengatakan bahwa penerangan pulau-pulau kecil di Madura adalah bagian dari peeningkatan rasio elektrifikasi di wilayah itu, khususnya Kabupaten Sumenep yang saat ini masih 87,65 persen.

Selain itu, kata dia, pemberian listrik di pulau yang dihuni oleh 600 kepala keluarga itu juga bagian dari rencana menyeluruh pemberian listrik ke pulau-pulau yang belum adanya penerangan lainnya di Jatim.

Pada tahun depan, pihaknya akan melistriki 14 desa tersebar di Pulau Sepanjang, Raas, dan Kangean, Madura.

Pada tahun 2019, kata Dwi, diperkirakan Pulau Tonduk, Pulau Gua Gua, Paleyat, Masakambing, Saubi, Sakala, Pagerungan Kecil, dan Sabunten akan terlistriki dan mewujudkan Sumenep 100 persen terang.

Dwi mengatakan bahwa pemberian listrik di Pulau Gili Iyang menggunakan mesin pembangkit listrik kapasitas 3 x 500 kilowatt. Dengan kapasitas ini mampu melistriki sebanyak 3.000 pelanggan yang ada di Desa Bancamara dan Desa Banraas.

Dwi menyebutkan nilai investasi untuk memberi listik di Pulau Iyang sebesar Rp12,95 miliar, dengan membangun jaringan listrik enam gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 600 kilovolt ampere dan PLTD berkapasitas 3 x 500 kilowatt.

Pembuatan jaringan listrik di beberapa pulau kecil di Madura, kata dia, harus ditempuh dengan medan yang relatif cukup sulit sebab perjalanannya memakan waktu sekitar 4 jam dari Surabaya menuju Pamekasan, lalu menuju Sumenep membutuhkan waktu 1,5 jam melewati jalur darat.

Selanjutnya, menyeberang ke Gili Iyang menggunakan transportasi kapal penumpang selama 45 menit hingga 1 jam. Akses menuju lokasi pendirian tiang pun tak mulus.

"Untuk mendaratkan mesin trafo, PLN mesti memutar otak. Hal ini disebabkan kondisi alam dan laut di sekitar pulau yang tak memungkinkan kapal merapat dengan stabil," kata Dwi.

Masyarakat setempat, kata Dwi, harus bersama dan PLN terpaksa membuat daratan dari karung-karung berisi pasir. Setelah dirasa cukup tinggi, barulah mesin dapat didaratkan dengan bantuan forklift dari kapal ke daratan.

"Segala kesulitan dan tantangan ini sirna tatkala tiang beton dan trafo berdiri hingga terpasangnya jaringan hingga kwh meter ke rumah-rumah penduduk," kata Dwi.

Sementara itu, pembangunan kelistrikan di Kecamatan Dungkek berlokasi di beberapa titik, antara lain, Desa Bancamara (Dusun Malengngen, Bancamara Barat, Bancamara Timur, Lembana, Baneteng Laok) dan Desa Banraas (Dusun Asem, Ra'as Barat, Ra'as Timur, Bungkok).

Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi mengapresiasi upaya PLN dan warga sehingga listik sudah bisa dirasakan mulai Jumat (10/11) dan menjadi bersejarah bagi Gili Iyang.

"Semoga listrik ini membawa keberkahan bagi kita semua, dan warga Gili Iyang khususnya agar dapat makin mengembangkan potensi pariwisata. Insyaallah, kehidupan warga dan ekonomi di tempat ini akan meningkat menjadi lebih baik," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar