Jumat, 22 Juni 2018 | 20:07 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Nelayan DIY belum siap gunakan BBG

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yqigZr
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yqigZr
<p>Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan umumnya nelayan di daerah ini belum siap menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk menghidupkan mesin kapal karena khawatir terkendala pasokan.</p><p> "Mereka khawatir jangan-jangan nanti pemerintah tidak menyediakan elpiji secara berkelanjutan, sehingga justru akan menghambat aktivitas melaut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo, di Yogyakarta, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Menurut Suwarman, mengingat masih kurang kesiapan nelayan tersebut, maka terkait dengan penggunaan elpiji atau BBG sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk berlayar masih sebatas sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan converter kit. "Sampai sekarang sosialisasi masih jalan terus," kata dia lagi.</p><p> Kebanyakan nelayan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, serta Kulon Progo, menurut Suwarman, juga masih meragukan aspek kenyamanan dan keamanan menggunakan elpiji sebagai pengganti bahan bakar kapal.</p><p> "Makannya sampai sekarang kami masih memberikan pelatihan bagaimana menggunakan converter kit itu," kata dia.</p><p> Meski demikian, kata Suwarman, ratusan nelayan yang beroperasi dengan kapal tempel di DIY tetap diarahkan untuk menggunakan elpiji melalui converter kit, karena dibandingkan BBM akan lebih murah dan mampu menghemat pengeluaran untuk operasional nelayan.</p><p> "Tentu akan kami tekankan apalagi dengan menggunakan elpiji lebih efisien dibanding menggunakan solar," kata dia pula.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:05 WIB

Masa tenang, Bawaslu tingkatkan pengawasan Pilkada Serentak

Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:50 WIB

Korupsi bikin sedikitnya Rp211 triliun kerugian per tahun di Kongo

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 19:39 WIB

DPD tunda lagi pemilihan wakil ketua

Aktual Luar Negeri | 22 Juni 2018 - 19:27 WIB

ATM India dibobol tikus, ribuan dolar rusak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com