Selasa, 11 Desember 2018 | 03:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Nelayan DIY belum siap gunakan BBG

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yqigZr
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yqigZr
<p>Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan umumnya nelayan di daerah ini belum siap menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk menghidupkan mesin kapal karena khawatir terkendala pasokan.</p><p> "Mereka khawatir jangan-jangan nanti pemerintah tidak menyediakan elpiji secara berkelanjutan, sehingga justru akan menghambat aktivitas melaut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo, di Yogyakarta, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Menurut Suwarman, mengingat masih kurang kesiapan nelayan tersebut, maka terkait dengan penggunaan elpiji atau BBG sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk berlayar masih sebatas sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan converter kit. "Sampai sekarang sosialisasi masih jalan terus," kata dia lagi.</p><p> Kebanyakan nelayan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, serta Kulon Progo, menurut Suwarman, juga masih meragukan aspek kenyamanan dan keamanan menggunakan elpiji sebagai pengganti bahan bakar kapal.</p><p> "Makannya sampai sekarang kami masih memberikan pelatihan bagaimana menggunakan converter kit itu," kata dia.</p><p> Meski demikian, kata Suwarman, ratusan nelayan yang beroperasi dengan kapal tempel di DIY tetap diarahkan untuk menggunakan elpiji melalui converter kit, karena dibandingkan BBM akan lebih murah dan mampu menghemat pengeluaran untuk operasional nelayan.</p><p> "Tentu akan kami tekankan apalagi dengan menggunakan elpiji lebih efisien dibanding menggunakan solar," kata dia pula.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan umumnya nelayan di daerah ini belum siap menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk menghidupkan mesin kapal karena khawatir terkendala pasokan.</p><p> "Mereka khawatir jangan-jangan nanti pemerintah tidak menyediakan elpiji secara berkelanjutan, sehingga justru akan menghambat aktivitas melaut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo, di Yogyakarta, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Menurut Suwarman, mengingat masih kurang kesiapan nelayan tersebut, maka terkait dengan penggunaan elpiji atau BBG sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk berlayar masih sebatas sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan converter kit. "Sampai sekarang sosialisasi masih jalan terus," kata dia lagi.</p><p> Kebanyakan nelayan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, serta Kulon Progo, menurut Suwarman, juga masih meragukan aspek kenyamanan dan keamanan menggunakan elpiji sebagai pengganti bahan bakar kapal.</p><p> "Makannya sampai sekarang kami masih memberikan pelatihan bagaimana menggunakan converter kit itu," kata dia.</p><p> Meski demikian, kata Suwarman, ratusan nelayan yang beroperasi dengan kapal tempel di DIY tetap diarahkan untuk menggunakan elpiji melalui converter kit, karena dibandingkan BBM akan lebih murah dan mampu menghemat pengeluaran untuk operasional nelayan.</p><p> "Tentu akan kami tekankan apalagi dengan menggunakan elpiji lebih efisien dibanding menggunakan solar," kata dia pula.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com