Sabtu, 25 November 2017

Cara Penanganan Mobil yang Terendam Banjir

Sabtu, 11 November 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-penanganan-mobil-yang-terendam-banjir courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-penanganan-mobil-yang-terendam-banjir
Ayo berbagi!

Musim hujan di Indonesia normalnya terjadi pada bulan Oktober hingga Maret, dengan intensitas hujan aling tinggi terjadi di Desember dan Januari.

Musuh utama yang dihadapi pada musim hujan adalah banjir. Beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, yang cukup rawan banjir akibat saluran air atau drainase yang sudah tidak mampu lagi menampung beban luapan air, karena penataan kota yang kurang ideal dengan bangunan-bangunan yang tidak beraturan.

Dampak banjir pun bermacam-macam, mulai dari kerugian materi maupun im-materi atau yang sifatnya bukan benda seperti sakit, perasaan tidak nyaman, dan sebagainya.

Namun bukan hanya bagi ketidaknyamanan diri yang dirasakan ketika menghadapi banjir, namun apabila salah satu benda penting, seperti kendaraan bermotor juga terkena banjir.

Misalnya kendaraan roda empat. Saat ini hampir semua mobil keluaran teranyar sudah menggunakan mesin yang dirancang serba otomatis, bukan manual lagi. Sehingga sistem otomatisnya itu cukup rawan terganggu manakala terendam banjir.

Tak tanggung-tanggung, setiap kerusakan transmisi listrik akibat banjir, butuh biaya yang besar untuk perbaikannya. Beberapa komponen mobil bisa saja tiak berfungsi lagi setelah terendam banjir.

Namun bukan tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan mobil kesayangan Anda ini. Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan pada saat mobil terendam banjir:

 

1. Kabel Aki Segera Dilepaskan Saat Mobil Terendam Banjir

Kabel Aki
Segera lepas kabel aki saat mobil terendam banjir

Dengan melepaskan kabel aki, maka akan terhindar risiko korsleting (hubungan arus listrik pendek). Sehingga bisa membuat komponen-komponen elektronik yang ada di dalamnya rusak.  Apalagi bila mobil Anda keluaran terbaru sehingga yang serba otomatis serta mengandalkan transmisi jaringan listrik.

2. Mobil Jangan Dinyalakan dan Cukup Didorong saja

Mendorong Mobil
Mobil cukup didorong saja tanpa dinyalakan

Kondisi mobil yang terendam banjir adalah darurat. Jadi mobil harus didorong ke pinggir atau ke tempat yang tidak tergenang air pastinya. Jangan sekali-kali mencoba menyalakan mesin untuk meminggirkan mobil tersebut.

Karena hal itu sangat berbahaya sebab ketika mesin itu dinyalakan pada saat terendam banjir, maka bisa menimbulkan korsleting dan air yang masuk ke mesin menjadi lebih banyak lagi.

3. Rem Tangan harus Segera Dinonaktifkan

Rem Tangan Mobil
Nonaktifkan rem tangan mobil

Langkah berikutnya adalah segera untuk menonaktifkan rem tangan mobil Anda agar rem kanvas tidak lengket. Tindakan ini mirip dengan mobil yang ditinggal pergi dalam jangka waktu lama dan kita harus menetralkan dulu kondisi mesin saat akan mengendarainya.

Sebagai gantinya, agar mobil tidak bergerak terbawa arus banjir, gunakan batu untuk mengganjal atau memasukkan persneling atau perputaran gigi mesin ke gigi satu. Kondisi ini untuk mbil transmisi manual atau yang masih menggunakan rem tromol.

Sedangkan untuk jenis mobil yang menggunakan mesin otomatis, transmisi atau perpindahan persneling bisa dimasukkan pada posisi parking (parkir) alias kondisi berhenti.

Baca Juga: Perbedaan Kredit Mobil Bekas dan Kredit Mobil Baru

4. Jangan Lupa untuk Menguras Tangki Bensin

Tangki Bensin
Bersihkan dan keringkan tangki bensin mobil

Bensin berisiko tercampur dengan air banjir. Jika Anda mampu melakukannya sendiri, kuras tangki bensin untuk memastikan bahwa tidak ada air yang tercampur dalam bensin.

Sebab air yang masuk ke tangki dan bercampur dengan bensin berpotensi menimbulkan karat pada tangki bensin. Jika demikian yang terjadi, maka akan mengganggu sistem pengapian dan membuat tangki bensin menjadi keropos, serta mudah bocor dalam jangka panjang.

5. Keringkan Komponen Pengapian seperti Busi, Karburator, dan lainnya

Busi Mobil
Contoh busi mobil

Beberapa komponen pengapian seperti busi, karburator, saringan udara, koil, alternator, delco kabel-kabel juga cukup rawan rusak apabila terkena banjir. Untuk itu sebaiknya keringkan komponen-komponen ini dengan baik.

Cek juga apakah masih bisa berfungsi normal atau ada gangguan lain. Jika tidak teliti, dan ternyata komponen pengapian ini tidak berfungsi maksimal, maka mobil akan sangat rawan untuk mogok. Jangan sampai hal ini terjadi, karena Anda akan merogoh biaya lebih besar dan waktu pengurusan yang bisa mengganggu aktivitas.

Jika mobil menggunakan komponen ECU (electronic control unit), segera bawa saja ke bengkel resmi. Sebab komponen ECU ini sangat sensitif dan berisiko mengalami kerusakan fatal akibat terendam air banjir. Butuh biaya yang cukup mahal bila bagian ini terkena banjir.

6. Periksa Fungsi Audio Mobil

Audio Mobil
Periksa fungsi audio mobil

Memeriksa fungsi audio mobil apakah masih dalam keadaan normal atau tidak, bisa dilakukan di bengkel, tempat variasi mobil, atau diperiksa sendiri saja, terutama pada bagian head unit.

Mobil yang terendam banjir seringkali membuat speaker rusak karena sebagian besar bahannya terbuat dari bahan-bahan yang sangat rentan dengan air. Jika terjadi gangguan, bengkel khusus variasi lebih kompeten untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Penjelasan dan Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Mobil

7. Karpet dan Barang Interior Wajib Diperiksa

Interior Mobil
Periksa kondisi bagian interior mobil

Bagian interior mobil terdiri dari berbagai macam, mulai dari kursi, karpet, kain pintu dalam (door trim), dan lainnya, wajib diperiksa ketika terkena banjir. Sebab bisa jadi rusak karena terkena air.

Jangan sampai kotoran yang ada menempel akan menjadi jamur atau karat. Untuk itu segera cuci dan keringkan dengan baik guna mencegah munculnya aroma tak sedap di dalam mobil Anda.

Namun, untuk membersihkan bagian interior mobil ini biasanya membutuhkan tempat khusus cuci mobil. Lagi-lagi, bengkel variasi menjadi tempat yang cocok untuk service bagian interior mobil ini.

8. Jalankan Mobil Secara Perlahan

Mengemudi Mobil
Kemudikan mobil dengan pelan

Setelah pengecekan di atas Anda lakukan, coba nyalakan mesin dan dengarkan dengan baik apakah suara mesin masih normal sebelum terendam banjir atau tidak. Jalankan mobil secara perlahan-lahan sambil menginjak rem pedal sedikit untuk mempercepat proses pengeringan. Jika suara mesin mobil tidak normal, sebaiknya menghubungi bengkel secepatnya.

9. Masukkan ke Bengkel dan Minta Cek Semua Oli

Bengkel Mobil
Segera bawa ke bengkel mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut

Sesampainya di bengkel, mintalah periksa kondisi minyak atau oli di transmisi mesin dan lainnya. Selain oli mesin, semua minyak yang dipakai mobil kemungkinan besar sudah tercampur dengan air ketika terendam banjir. Dan oli yang tercampur dengan air ini bisa merusak mesin serta komponen lainnya.

Hindari Kerusakan Fatal pada Mobil dengan Penanganan Baik

Pengetahuan bagaimana penanganan mobil yang terendam banjir menghindarkan Anda dari risiko kerusakan fatal pada mesin. Seringkali saat musim hujan, banjir juga tidak bisa diperkirakan kapan akan terjadi dan merendam mobil.

Saat mobil terjebak banjir, pengetahuan solusi darurat dengan langkah di atas penting untuk dilakukan agar Anda terhindar dari risiko kerusakan fatal pada kendaraan.

Selain itu, mengingat besarnya risiko kerugian kendaraan akibat banjir, ada baiknya Anda melengkapinya dengan proteksi dari asuransi mobil atas semua risiko (all risk car insurance) dengan perluasan jaminan banjir.

Perluasan jaminan risiko banjir ini biasanya sudah menjadi satu paket dengan proteksi lain, seperti bencana alam, kecelakaan, terorisme, dan lainnya. Dengan asuransi tambahan ini, maka bisa menekan kerugian dari risiko kerusakan mobil Anda.

Baca Juga: Daftar Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia dan Tips Memilihnya

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar