Rabu, 12 Desember 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

NTT mengirim 59.000 ekor sapi ke Jawa-Kalimantan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: http://bit.ly/2gHqtlj
Ilustrasi. Foto: http://bit.ly/2gHqtlj
<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga November 2017 telah mengirimkan sapi sebanyak 59.000 ekor ke sejumlah daerah tujuan Pulau Jawa dan Kalimantan, kata Kepala Dinas Peternakan setempat Dani Suhadi.</p><p> "Pengiriman sapi kita sampai saat ini sudah mencapai 59.000 ekor yang tercatat per Kamis (9/11)," kata Dani Suhadi saat dihubungi Antara di Kupang, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Ia mengatakan, proses pengiriman sapi ke daerah tujuan di Jawa maupun Kalimantan saat ini terus berjalan secara menggunakan kapal cargo dan kapal tol laut KM Cemara Nusantara.</p><p> Sejauh ini, katanya, aktivitas pengiriman sapi dari provinsi setempat masih dominan menggunakan kapal cargo, mencapai sekitar 70 persen dan sisanya dengan tol laut.</p><p> Ia menjelaskan, pengiriman sapi dengan kapal KM Cemara Nusantara sebelumnya sempat tertunda karena masa dok kapal yang berlangsung hingga 20 hari.</p><p> "Namun sekarang sudah selesai sehingga beberapa hari ke depan ini kapal Cemara Nusatara mulai beroperasi lagi melakukan pengiriman," katanya.</p><p> Dani mengaku optimististis capaian jumlah pengiriman sapi antarpulau untuk tahun ini bisa mencapai target pemerintah setempat sebanyak 65.300 ekor.</p><p> Di sisi lain, katanya, kondisi populasi sapi di provinsi berbasiskan kepulauan itu terus diperkuat melalui program sapi induk wajib bunting (SIWAB) dengan pemberian inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.</p><p> Dinas Peternakan sendiri mencatat realisasi IB hingga November 2017 telah mencapai 38.000 ekor atau melampaui dari yang ditargetkan sebanyak 25.965 ekor sapi indukan.</p><p> Bahkan dengan capaian itu, lanjut Dani, Kementerian Pertanian telah menambah lagi target pemberian IB menjadi 53.000 ekor hingga akhir tahun ini.</p><p> Ia mengatakan, upaya penguatan produktivitas sapi itu diharapkan ke depan semakin meningkatkan pendapatan para petani peternak, di sisi lain juga mendukung aktivitas antapulau sapi.</p><p> "Untuk pengiriman sapi ke luar daerah tentu disesuaikan dengan kondisi populasi di daerah, pemerintah juga melarang adanya pemotongan maupun pengiriman sapi betina produktif agar populasi sapi kita tetap terjaga," katanya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:20 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga November 2017 telah mengirimkan sapi sebanyak 59.000 ekor ke sejumlah daerah tujuan Pulau Jawa dan Kalimantan, kata Kepala Dinas Peternakan setempat Dani Suhadi.</p><p> "Pengiriman sapi kita sampai saat ini sudah mencapai 59.000 ekor yang tercatat per Kamis (9/11)," kata Dani Suhadi saat dihubungi Antara di Kupang, Sabtu&nbsp;(11/11).</p><p> Ia mengatakan, proses pengiriman sapi ke daerah tujuan di Jawa maupun Kalimantan saat ini terus berjalan secara menggunakan kapal cargo dan kapal tol laut KM Cemara Nusantara.</p><p> Sejauh ini, katanya, aktivitas pengiriman sapi dari provinsi setempat masih dominan menggunakan kapal cargo, mencapai sekitar 70 persen dan sisanya dengan tol laut.</p><p> Ia menjelaskan, pengiriman sapi dengan kapal KM Cemara Nusantara sebelumnya sempat tertunda karena masa dok kapal yang berlangsung hingga 20 hari.</p><p> "Namun sekarang sudah selesai sehingga beberapa hari ke depan ini kapal Cemara Nusatara mulai beroperasi lagi melakukan pengiriman," katanya.</p><p> Dani mengaku optimististis capaian jumlah pengiriman sapi antarpulau untuk tahun ini bisa mencapai target pemerintah setempat sebanyak 65.300 ekor.</p><p> Di sisi lain, katanya, kondisi populasi sapi di provinsi berbasiskan kepulauan itu terus diperkuat melalui program sapi induk wajib bunting (SIWAB) dengan pemberian inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik.</p><p> Dinas Peternakan sendiri mencatat realisasi IB hingga November 2017 telah mencapai 38.000 ekor atau melampaui dari yang ditargetkan sebanyak 25.965 ekor sapi indukan.</p><p> Bahkan dengan capaian itu, lanjut Dani, Kementerian Pertanian telah menambah lagi target pemberian IB menjadi 53.000 ekor hingga akhir tahun ini.</p><p> Ia mengatakan, upaya penguatan produktivitas sapi itu diharapkan ke depan semakin meningkatkan pendapatan para petani peternak, di sisi lain juga mendukung aktivitas antapulau sapi.</p><p> "Untuk pengiriman sapi ke luar daerah tentu disesuaikan dengan kondisi populasi di daerah, pemerintah juga melarang adanya pemotongan maupun pengiriman sapi betina produktif agar populasi sapi kita tetap terjaga," katanya.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com