Rabu, 26 September 2018 | 12:46 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Perundingan dagang Kemitraan Trans Pasifik TPP sepakati kerangka kerja

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Para anggota Kemitraan Trans Pasifik TPP telah menyetujui sebuah kerangka kerja untuk menghidupkan kembali usulan kesepakatan perdagangan, menyusul penarikan diri AS pada awal tahun. </p><p>Pertemuan yang digelar disela KTT APEC di Vietnam, menyisakan sebelas negara dalam TPP mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan komitmen mereka terhadap perdagangan bebas dan terbuka. </p><p>Kanada dituduh mengulur waktu, namun menteri perdagangannya Franois-Philippe Champagn mengatakan telah mencapai sejumlah kemajuan. </p><p>Dia juga membantah Perdana Menteri Justin Trudeau telah dengan sengaja melewatkan pertemuan pemimpin negara yang tergabung dalam TPP pada Jumat dan menyatakan ketidakhadirannya karena masalah dalam penjadwalan. </p><p>&quot;Tidak pernah ada niat untuk tidak hadir dalam pertemuan apapun,&quot; kata dia. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41940025">Donald Trump di APEC: &quot;Indonesia berhasil bangkit dari kemiskinan&quot; </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41896711">Trump tak mampir ke Indonesia: Panduan kecil tentang kunjungan Trump ke Asia</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39995820">Tanpa persetujuan Trump, Kemitraan Trans-Pasifik TPP tetap berjalan</a></li> </ul><h3>Apa itu Kemitraan Trans Pasifik? </h3><p>Pada awal pekan ini Trudeau mengatakan bahwa Kanada tidak akan terburu-buru untuk terlibat dalam kesepakatan TPP yang baru. </p><p>Delegasi negara itu mengatakan masalah hak tenaga kerja dan lingkungan akan menjadi pilar yang penting dalam kesepakatan baru, tetapi menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.</p><p>Pejabat Kanada mengatakan Kanada bukan merupakan satu-satunya negara yang ingin agar lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kesepakatan itu. </p><p>Negara lain yang bekerja untuk kesepakatan itu adalah Australia, Cile, Selandia Baru, Brunei, Singapura, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru dan Vietnam.</p><p>Bagaimanapun, analis mengatakan bahwa pakta perdagangan tanpa akses ke AS yang merupakan pasar yang besar kurang menarik bagi sejumlah negara.</p><p>Presiden AS Donald Trump mundur dari kesepakatan TPP yang semula berjumlah 12 negara pada Januari lalu. </p><p>Upaya untuk menghidupkan TPP, akan meliputi 40% ekonomi global dipimpin oleh menteri perdagangan dari Jepang, Australia dan Selandia Baru. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 26 September 2018 - 12:37 WIB

Apa itu brand identity dan pentingnya bagi bisnis Anda

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 12:29 WIB

Yogyakarta siagakan tim reaksi cepat jelang pancaroba

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 12:18 WIB

Presiden segera putuskan pengganti Din Syamsuddin

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 12:06 WIB

Politisi Golkar sebut Yenny Wahid akan dukung Jokowi

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 11:55 WIB

Mahfud MD ikut hadiri pertemuan Ma`ruf Amin-Keluarga Gus Dur

Pemilihan Presiden 2019 | 26 September 2018 - 11:46 WIB

Sandiaga terima keluhan perajin Batik Pekalongan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com