Jumat, 24 November 2017

Lima desa di Aceh Selatan terendam banjir

Sabtu, 11 November 2017 14:44

Ilustrasi. Foto: Elshinta.com Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ayo berbagi!

Lima desa di Kecamatan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (11/11), terkepung banjir, sehingga akses transportasi ke daerah tersebut sulit dilakukan.

Kepala Dusun Sejahtera, Desa Cot Bayu, T Sulaiman saat dihubungi dari Tapaktuan, Sabtu menyatakan, banjir kiriman setinggi 80 Cm - 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Gelombang, karena intensitas hujan di daerah itu tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Lima desa terendam banjir tersebut adalah Desa Titi Poben dan Desa Blok A, Kecamatan Trumon Timur, kemudian Desa Lhok Raya dan Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, serta Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon.

Banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Gelombang perbatasan Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil ini, mengepung desa-desa tersebut.

Akibatnya masyarakat setempat terancam kelaparan karena wilayah kampung mereka sudah terisolir sehingga menutup akses transportasi, katanya.

Bahkan, banjir tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tapi juga telah merendam puluhan hektare lahan perkebunan sawit dan jagung milik warga setempat.

Sulaiman mengatakan, banjir kiriman itu sebenarnya telah merendam pemukiman warga setempat sejak Rabu (8/11), namun belum begitu parah.

Banjir yang merendam desa setempat baru tergolong parah mulai Jumat (10/11) hingga Sabtu (11/11). Jika sebelumnya jalan desa setempat masih bisa dilewati kendaraan roda dua, maka kondisi sekarang ini sudah lumpuh total.

Dia mengatakan, banjir telah menggenangi hampir seluruh wilayah desa setempat setinggi mencapai 80 Cm 1 meter.

"Banjir telah mengepung hampir seluruh wilayah Desa Cot Bayu, tidak hanya merendam rumah-rumah warga tapi juga merendam badan jalan sehingga melumpuhkan transportasi warga," kata T Sulaiman.

Bahkan, kata dia, banjir kiriman tidak hanya merendam puluhan rumah penduduk tapi juga telah merendam puluhan hektare lahan perkebunan sawit dan jagung milik warga setempat.

Ratusan warga yang rumahnya telah terendam, lanjut T Sulaiman, telah mulai mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih tinggi namun sebagian lagi masih tetap bertahan di rumah memindahkan barang-barang rumah tangga ke lantai dua.

"Saat ini warga korban banjir ada yang telah mengungsi ke Pos Pemuda, bangunan Tempat Pengajian Alquran (TPA) dan beberapa rumah warga lainnya yang belum terendam banjir. Saat mengungsi mereka membawa serta seluruh anggota keluarga dan barang-barang kebutuhan sehari-hari," sebutnya.

Dia mengatakan, kondisi desa tersebut sekarang ini sudah terisolir karena hampir seluruh wilayah sudah dikepung banjir kiriman.

Akibatnya warga korban banjir mengalami kendala untuk keluar ke pusat kecamatan untuk mengungsi serta untuk mendapatkan pasokan bahan makanan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Akses transportasi sudah lumpuh total karena banjir juga sudah merendam badan jalan dengan tinggi mencapai 1 meter. Untuk konsumsi sehari-hari warga hanya mengandalkan bahan makanan yang dibawa dari rumah yang sudah terendam banjir," ungkapnya.

Menurutnya, warga korban banjir sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab Aceh Selatan maupun dari instansi terkait lainnya. Sebab, dengan telah terisolirnya desa setempat mengakibatkan warga terkurung tidak bisa keluar dari kampung yang berada di pedalaman Kecamatan Trumon Tengah tersebut.

Bahkan pihaknya memperkirakan banjir yang merendam wilayah desa setempat akan terus tinggi menyusul masih tingginya curah hujan diwilayah Subulussalam dan Aceh Singkil sehingga terus meluapnya sungai gelombang.

"Sejauh ini belum ada bantuan apapun dari Pemkab Aceh Selatan. Akibatnya warga korban banjir terpaksa mengungsi ke bangunan-bangunan yang ada dengan fasilitas seadanya. Warga sangat mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan segera mengirim perahu karet atau speed boat agar mereka bisa mengungsi keluar dari Desa Cot Bayu. Selain itu warga juga membutuhkan pasokan bantuan masa panik karena pasokan bahan makanan yang ada terus menipis," ujarnya.

Selain itu, T Sulaiman juga menginformasikan bahwa akibat terjadinya banjir kiriman tersebut juga telah mengakibatkan bangunan SDN Cot Bayu terendam air, sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar lumpuh total sejak tiga hari lalu.

"Air sudah merendam bangunan sekolah tersebut sejak Kamis (9/11) lalu setinggi sekitar 30 cm. Namun pada Jumat hingga Sabtu (10-11/11), genangan air terus tinggi hingga mencapai 80 Cm. Akibatnya proses belajar mengajar lumpuh total," ungkapnya.

Bencana banjir akibat meluapnya Sungai Gelombang terjadi lebih parah lagi di Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon. Bendahara Desa Padang Harapan, Amirun, mengungkapkan akibat banjir tersebut telah merendam sekitar 40 unit rumah warga setempat setinggi lebih kurang 1,5 meter.

Sebagian para warga koban banjir tersebut, kata dia, telah mulai mengungsi ke bekas Kantor Camat Trumon (kantor camat lama) yang berada di pusat kecamatan setempat.

Namun sebagian warga lainnya sampai saat ini ada yang masih bertahan di rumahnya masing-masing.

"Warga mengalami kendala untuk mengungsi karena banjir kiriman juga telah merendam badan jalan sehingga menyulitkan warga untuk melintas. Sampai saat ini belum ada bantuan apapun yang dikerahkan oleh Pemkab Aceh Selatan untuk mengevakuasi korban banjir," sesalnya.

Dia mengatakan, bencana banjir tersebut juga mengakibatkan puluhan hektare lahan perkebunan sawit dan jagung milk warga terendam.

Kerugian paling parah dialami warga, kata dia, adalah terendamnya lahan perkebunan jagung. Soalnya, lahan jagung tersebut sebagiannya ada yang sudah siap panen.

"Diperkirakan petani jagung akan mengalami gagal panen luar biasa besar kali ini akibat bencana banjir ini," sesalnya.

Kasie Kedaruratan BPBD Aceh Selatan, Suhada yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, untuk menanggulangi bencana banjir yang merendam lima desa di wilayah Trumon Raya, pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengevakuasi warga korban.

"Kami sudah mengerahkan petugas ke lapangan bersama perahu karet untuk mengevakuasi warga korban banjir. Rencananya titik lokasi pengungsian akan dipusatkan di Kompi Brimon Trumon, di lokasi tersebut telah dibangun sejumlah tenda pengungsian. Selain itu, kami juga akan mengerahkan mobil dapur umum pada hari ini," katanya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar