Selasa, 11 Desember 2018 | 04:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sebanyak 1.246 nelayan Agam miliki kartu nelayan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zwUKxM
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zwUKxM
<p>Sebanyak 1.246 dari 4.000 nelayan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memiliki Kartu Nelayan dari pemerintah pusat.</p><p> Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, Kartu Nelayan tersebut telah terbit semenjak 2016. Para nelayan yang telah menerima kartu ini tersebar di Kecamatan Tiku Selatan dan Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjungmutiara.</p><p> Menurut dia, jumlah nelayan yang mendapatkan Kartu Nelayan itu masih sedikit karena mereka tidak mau mengurus kartu itu.</p><p> Sementara Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam sudah melakukan pelbagai upaya dalam pengurusan Kartu Nelayan itu dengan cara mendatangi rumah mereka dan memberitahukan kepada wali jorong.</p><p> "Kita telah menjemput bola untuk pengurusan Kartu Nelayan, tetapi warga tidak mau mengurusnya," katanya.</p><p> Dirinya mengimbau nelayan yang belum memiliki Kartu Nelayan untuk segera menyerahkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke wali jorong.</p><p> Setelah itu, data tersebut akan diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.</p><p> "Kita akan mengusulkan berkas dari nelayan, agar mereka mendapatkan Kartu Nelayan," katanya.</p><p> Ia mengatakan Kartu Nelayan tersebut merupakan syarat bagi nelayan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti asuransi nelayan dan bantuan kapal.</p><p> Dengan masih sedikitnya nelayan memiliki Kartu Nelayan, tambahnya, maka hanya 82 nelayan yang mendapatkan bantuan konverter kit atau alat konversi mesin kapal dari yang semula menggunakan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.</p><p> Ketua DPRD Agam, Marga Indra Putra berharap dinas terkait untuk mendata kembali nelayan yang belum memiliki Kartu Nelayan.</p><p> Setelah itu mengusulkan ke pemerintah pusat sehingga mereka memiliki Kartu Nelayan.</p><p> "Dengan cara itu, maka mereka mendapatkan peluang bantuan dari pemerintah pusat berupa alat tangkap, mesin tempel dan lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Sebanyak 1.246 dari 4.000 nelayan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memiliki Kartu Nelayan dari pemerintah pusat.</p><p> Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan, Kartu Nelayan tersebut telah terbit semenjak 2016. Para nelayan yang telah menerima kartu ini tersebar di Kecamatan Tiku Selatan dan Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjungmutiara.</p><p> Menurut dia, jumlah nelayan yang mendapatkan Kartu Nelayan itu masih sedikit karena mereka tidak mau mengurus kartu itu.</p><p> Sementara Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam sudah melakukan pelbagai upaya dalam pengurusan Kartu Nelayan itu dengan cara mendatangi rumah mereka dan memberitahukan kepada wali jorong.</p><p> "Kita telah menjemput bola untuk pengurusan Kartu Nelayan, tetapi warga tidak mau mengurusnya," katanya.</p><p> Dirinya mengimbau nelayan yang belum memiliki Kartu Nelayan untuk segera menyerahkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke wali jorong.</p><p> Setelah itu, data tersebut akan diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.</p><p> "Kita akan mengusulkan berkas dari nelayan, agar mereka mendapatkan Kartu Nelayan," katanya.</p><p> Ia mengatakan Kartu Nelayan tersebut merupakan syarat bagi nelayan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti asuransi nelayan dan bantuan kapal.</p><p> Dengan masih sedikitnya nelayan memiliki Kartu Nelayan, tambahnya, maka hanya 82 nelayan yang mendapatkan bantuan konverter kit atau alat konversi mesin kapal dari yang semula menggunakan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.</p><p> Ketua DPRD Agam, Marga Indra Putra berharap dinas terkait untuk mendata kembali nelayan yang belum memiliki Kartu Nelayan.</p><p> Setelah itu mengusulkan ke pemerintah pusat sehingga mereka memiliki Kartu Nelayan.</p><p> "Dengan cara itu, maka mereka mendapatkan peluang bantuan dari pemerintah pusat berupa alat tangkap, mesin tempel dan lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com