Minggu, 23 September 2018 | 20:15 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Satgas Terpadu jangan patah arang hadapi KKB Papua

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ysPM1m
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ysPM1m
<p>Kelompok kriminal bersenjata yang telah menyandera 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, ditengarai dari kelompok Organisasi Papua Merdeka.</p><p>Meski kelompok itu menolak negosiasi yang dilakukan Satgas Terpadu dari Polri dan TNI, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin, menilai aparat keamanan tetap harus melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebas dari intimidasi dan ancaman kelompok bersenjata, serta tidak menimbulkan korban jiwa.</p><p>"Harus diwaspadai juga, karena kelompok bersenjata itu mengurung dua kampung, berarti jumlahnya pasti puluhan atau bisa jadi sampai ratusan," ujar pria yang akrab disapa Kang TB ini, dalam rilis yang diterima <i>Redaksi Elshinta</i>, Sabtu (11/11).</p><p>Menurut Kang TB, untuk melakukan pemetaan agar satgas terpadu bisa melakukan tindakan secara terukur, maka Badan Intelijen Negara (BIN) juga harus terlibat secara penuh. Sebab, BIN memiliki kisah sukses dalam merangkul tokoh separatis di Aceh.</p><p>"Saya yakin satgas terpadu dari polisi dan TNI bisa mengatasi persoalan itu. Namun, para diplomat juga jangan tinggal diam. Tugas yang harus dilakukan para diplomat adalah menjelaskan kasus ini ke dunia internasional agar tidak menimbulkan image buruk, mengingat persoalan Papua memiliki rentang diplomasi yang amat luas, ada negara yang mendukung Indonesia dan ada juga negara yang amat kritis. Apalagi, Pak Jokowi sekarang ini sedang berada di Vietnam, menghadiri acara KTT APEC," tandasnya.</p><p>Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata. Mereka tinggal di lokasi yang berdekatan dengan area Freeport.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Olahraga | 23 September 2018 - 19:49 WIB

NBA setujui perubahan aturan `shot clock`

Badminton | 23 September 2018 - 19:37 WIB

Rinov-Mentari sabet gelar juara Indonesia Masters 2018

Asia Pasific | 23 September 2018 - 18:48 WIB

Komnas HAM Malaysia tolak perkawinan sejenis

Hukum | 23 September 2018 - 18:37 WIB

Menteri PPPA: Korban perdagangan orang Banten tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com