Jumat, 24 November 2017

Mantan istri pria bersenjata Texas, Kelley ungkap kekerasan dan ancaman kematian

Sabtu, 11 November 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Mantan istri Devin Kelley, pria bersenjata yang membunuh puluhan orang mengatakan dia dan keluarganya mengalami kekerasan dan mendapatkan ancaman mati.

Kelley "memiliki banyak setan atau kebencian di dalam dirinya," kata Tessa Brennaman, 25 tahun dalam sebuah wawancara dengan CBS News.

Mantan anggota angkatan udara AS itu dinyatakan bersalah karena memukul, mencekik dan menendang Brennaman, dan menyebabkan tengkorak anaknya yang masih kecil retak.

Dia dihukum selama satu tahun di penjara militer dan diturunkan dari jabatannya akibat insiden tersebut.

Dalam wawancara pertamanya sejak Kelley menembak dan membunuh 26 orang di Gejera Baptis Pertama di Sutherland Springs, Texas pada 5 November, Brennaman mengungkapkan bagaimana Kelley mengancam membunuhnya karena mendapatkan kartu tillang.

"Dia memiliki sebuah senjata di tempat penyimpanan pistol miliknya di sini dan dia mengambil senjata itu dan meletakkannya di pelipis saya dan mengatakan, 'Apakah Anda ingin mati? Anda ingin mati?" kata dia.

Kelley juga melukai 20 orang dalam penembakan tersebut. Di luar gedung, dia membuang senjata otomatis militer AR-15 rifle yang dia gunakan dalam pembunuhan massal dan pergi dari lokasi dengan truknya dikejar oleh dua orang yang melintas, sebelum menembak dirinya sendiri dengan sebuah senjata genggam.

Kelley telah dilarang untuk membeli atau memiliki senjata setelah terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga tetapi putusan itu "tidak masuk dalam basis data Pusat Informasi Kriminal Nasional", seperti diungkapkan oleh Angkatan Udara setelah insiden penembakan.

Orang yang terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga dilarang memiliki senjata api, tetapi menurut hukum, dengan berbagai versi yang berbeda di sejumlah negara bagian, terdapat celah dan kurangnya penegakkan hukum.

Texas
AFP
Penembakan di Gereja Baptis Sutherland Springs Texas menewaskan 26 orang.

Kelompok kampanye keamanan penggunaan senjata Every Town For Gun Safety menemukan bahwa 54% dari 156 insiden penembakan massal yang terjadi antara 2009 dan 2016, para korban merupakan mantan pasangan intim atau anggota keluarga lainnya.

Lebih dari 50 perempuan di AS tewas terbunuh oleh mantan pasangan mereka, menurut data yang dikumpulkan oleh Everytown, dan adanya senjata dalam situasi kekerasan domestik membuat kemungkinan perempuan akan terbunuh akan lebih banyak.

Kasus hukum dan militer yang membelit Devin Kelley

Sebuah rangkaian masalah hukum mulai pada 2012 lalu ketika dia diadili dan dihukum penjara selama setahun dalam penjara militer karena melakukan kekerasan terhadap istri dan anaknya.

Di tahun yang sama Tessa Kelley mengajukan gugatan untuk menceraikan Kelley, dengan keinginan agar permohonannya secepatnya dikabulkan. Tidak ada anak-anak yang terdaftar dalam persidangan.

Setelah masa penahanannya berakhir pada 2014, Kelley diturunkan dari jabatannya dan dibebastugaskan dari militer dengan bimbingan karena perilaku buruknya.

Pada Agustus 2014 lalu dia hadir di pengadilan- kali ini dengan dakwaan penganiayaan, kelalaian atau melakukan kekejaman terhadap hewas. Kasus itu akhirnya dihentikan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar