Selasa, 11 Desember 2018 | 03:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Petambak di Lhokseumawe mulai alih budidaya udang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zu3iW9
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zu3iW9
<p>Petambak di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, banyak yang telah beralih membudidayakan udang vaname, karena lebih ekonomis dibandingkan jenis ikan lainnya.</p><p> Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe Azhar, di Lhokseumawe, Minggu (12/11) mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, banyak petambak di daerah itu mulai beralih fungsi budidayanya.</p><p> "Sekarang, banyak petambak di daerah Lhokseumawe yang sebelumnya membudidayakan ikan bandeng, sudah beralih membudidayakan udang vaname," ujar Azhar.</p><p> Lanjutnya, alasan mendasar petambak mengalihkan jenis budidaya dari bandeng ke udang disebabkan faktor ekonomis. Dimana, petani menganggap bahwa membudidayakan udang lebih menguntungkan jika membudidayakan bandeng atau jenis ikan lainnya.</p><p> "Apabila membudidayakan bandeng, maka harus menunggu masa panen yang lama sampai 5 hingga 6 bulan. Akan tetapi, apabila membudidayakan udang jenis vaname, tidak menunggu waktu lama dan lebih kurang 3 bulan sudah bisa dipanen dan pendapatannya lebih besar. Alasan-alasan seperti inilah yang memotivasi petani mengalihkan budidaya tambaknya ke udang," terang dia.</p><p> Sebutnya, di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe, mulai dari Kecamatan Muara Satu, hingga kecamatan Blang Mangat, sebagian besar petambak sudah beralih budidaya dari bandeng atau jenis ikan lain ke udang.</p><p> Mengenai pola budidaya udang tersebut di Kota Lhokseumawe, menurut dia, pada umumnya dilakukan secara tradisional, sedangkan budidaya secara intensif, jumlahnya dapat dihitung.</p><p> "Umumnya, budidaya udang di Lhokseumawe, banyak dilakukan oleh petani dengan cara tradisional, karena terkait modal besar dan lain sebagainya, sedangkan yang menggunakan cara intensif masih sangat kecil jumlahnya," katanya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Petambak di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, banyak yang telah beralih membudidayakan udang vaname, karena lebih ekonomis dibandingkan jenis ikan lainnya.</p><p> Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe Azhar, di Lhokseumawe, Minggu (12/11) mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, banyak petambak di daerah itu mulai beralih fungsi budidayanya.</p><p> "Sekarang, banyak petambak di daerah Lhokseumawe yang sebelumnya membudidayakan ikan bandeng, sudah beralih membudidayakan udang vaname," ujar Azhar.</p><p> Lanjutnya, alasan mendasar petambak mengalihkan jenis budidaya dari bandeng ke udang disebabkan faktor ekonomis. Dimana, petani menganggap bahwa membudidayakan udang lebih menguntungkan jika membudidayakan bandeng atau jenis ikan lainnya.</p><p> "Apabila membudidayakan bandeng, maka harus menunggu masa panen yang lama sampai 5 hingga 6 bulan. Akan tetapi, apabila membudidayakan udang jenis vaname, tidak menunggu waktu lama dan lebih kurang 3 bulan sudah bisa dipanen dan pendapatannya lebih besar. Alasan-alasan seperti inilah yang memotivasi petani mengalihkan budidaya tambaknya ke udang," terang dia.</p><p> Sebutnya, di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe, mulai dari Kecamatan Muara Satu, hingga kecamatan Blang Mangat, sebagian besar petambak sudah beralih budidaya dari bandeng atau jenis ikan lain ke udang.</p><p> Mengenai pola budidaya udang tersebut di Kota Lhokseumawe, menurut dia, pada umumnya dilakukan secara tradisional, sedangkan budidaya secara intensif, jumlahnya dapat dihitung.</p><p> "Umumnya, budidaya udang di Lhokseumawe, banyak dilakukan oleh petani dengan cara tradisional, karena terkait modal besar dan lain sebagainya, sedangkan yang menggunakan cara intensif masih sangat kecil jumlahnya," katanya.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com