Senin, 24 September 2018 | 09:48 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Petambak di Lhokseumawe mulai alih budidaya udang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zu3iW9
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zu3iW9
<p>Petambak di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, banyak yang telah beralih membudidayakan udang vaname, karena lebih ekonomis dibandingkan jenis ikan lainnya.</p><p> Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe Azhar, di Lhokseumawe, Minggu (12/11) mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, banyak petambak di daerah itu mulai beralih fungsi budidayanya.</p><p> "Sekarang, banyak petambak di daerah Lhokseumawe yang sebelumnya membudidayakan ikan bandeng, sudah beralih membudidayakan udang vaname," ujar Azhar.</p><p> Lanjutnya, alasan mendasar petambak mengalihkan jenis budidaya dari bandeng ke udang disebabkan faktor ekonomis. Dimana, petani menganggap bahwa membudidayakan udang lebih menguntungkan jika membudidayakan bandeng atau jenis ikan lainnya.</p><p> "Apabila membudidayakan bandeng, maka harus menunggu masa panen yang lama sampai 5 hingga 6 bulan. Akan tetapi, apabila membudidayakan udang jenis vaname, tidak menunggu waktu lama dan lebih kurang 3 bulan sudah bisa dipanen dan pendapatannya lebih besar. Alasan-alasan seperti inilah yang memotivasi petani mengalihkan budidaya tambaknya ke udang," terang dia.</p><p> Sebutnya, di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe, mulai dari Kecamatan Muara Satu, hingga kecamatan Blang Mangat, sebagian besar petambak sudah beralih budidaya dari bandeng atau jenis ikan lain ke udang.</p><p> Mengenai pola budidaya udang tersebut di Kota Lhokseumawe, menurut dia, pada umumnya dilakukan secara tradisional, sedangkan budidaya secara intensif, jumlahnya dapat dihitung.</p><p> "Umumnya, budidaya udang di Lhokseumawe, banyak dilakukan oleh petani dengan cara tradisional, karena terkait modal besar dan lain sebagainya, sedangkan yang menggunakan cara intensif masih sangat kecil jumlahnya," katanya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 24 September 2018 - 09:45 WIB

Sandiaga berkomitmen tingkatkan kesejahteraan pekerja

Aktual IPTEK | 24 September 2018 - 09:35 WIB

Zaman medsos, foto cetak instan tetap diminati

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 09:24 WIB

Duta PBB untuk disabilitas: Penyandang disabilitas belum terperhatikan

Liga Italia | 24 September 2018 - 09:03 WIB

Hasil dan klasemen Liga Italia, Juve jauhi kejaran pesaing

Liga Spanyol | 24 September 2018 - 08:55 WIB

Hasil laga Liga Spanyol, Barcelona kembali ke puncak klasemen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com