Minggu, 24 Juni 2018 | 19:35 WIB

Daftar | Login

/

Veteran napak tilas ruang kerja Jenderal Soedirman

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Redaksi
Istimewa. Foto: Redaksi
<p>Sejumlah veteran memperingati Hari Pahlawan dengan melakukan napak tilas bekas ruang kerja Panglima Besar Jenderal Soedirman yang berlokasi di salah satu sudut gedung Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat&nbsp;(10/11).</p><p> Sebelum napak tilas bakas ruang kerja Jenderal Soedirman, para veteran dari Paguyuban Wehrkreis III Yogyakarta juga mengikuti "tumpengan" dalam rangka dimulainya pendirian joglo pada Tetenger Jogja Kembali yang juga berlokasi di kompleks hotel di Jalan Malioboro itu.</p><p> "Acara ini penting untuk mengenang kejadian sejarah perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Mengenang pengorbanan mereka (para pejuang) tanpa pamrih," kata Ketua Umum Paguyuban Wehrkreis III Yogyakarta, Mamiek Katamsi.</p><p> Mamiek berharap, dengan melestarikan peninggalan atau bangunan bersejarah generasi muda bisa terus mengenang perjuangan para pahlawan dan melanjutkan cita-cita kemerdekaan yang utuh yakni masyarakat yang rukun dan demokratis.</p><p> Setelah menggelar "tumpengan", para veteran langsung menuju salah satu kamar di sudut hotel yang sebelumnya merupakan ruang kerja Panglima Besar Jenderal Soedirman. Kamar tersebut merupakan tempat kantor MBO (Markas Besar Oemoem) Tentara Keamanan Rakyat Pimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman.</p><p> "Panglima Besar Jenderal Sudirman tinggal di hotel ini selama beberapa bulan. Di sini ruang kerjanya," kata Samdhy yang juga veteran pejuang tempur dari Wehrkreis III Yogyakarta saat berada di ruangan bersejarah yang kini telah berubah menjadi kamar bernama "Sedirman Suite".</p><p> Pada 1946, Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia. Karena situasi politik dan keamanan nasional yang belum menentu, maka Hotel Merdeka (saat ini Grand Inna Malioboro) sementara menjadi kompleks kantor untuk kabinet pemerintahan pada waktu itu.</p><p> "Saat itu Belanda berusaha untuk menaklukkan Indonesia lagi," kata dia.</p><p> Meski demikian, pada ruang yang sebelumnya merupakan kerja Jenderal Soedirman sekaligus tempat pertemuan para pejuang itu tidak menyisakan bekas peninggalan yang mencolok. Hampir seluruh interior bangunan telah diubah dengan sentuhan arsitektur modern. "Yang tersisa hanya jendela dan pintu saja," kata General Manajer Grand Inna Malioboro, Agus Arif Wibawanto.</p><p> Menurut Agus, semua peninggalan Panglima Besar Jenderal Soedirman seperti tempat tidur, meja kerja dan kursi, pakaian dinas dan beberapa perlengkapan lainnya memang sudah tidak dapat ditemui lagi di ruangan itu karena diserahkan kepada pihak Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman Yogyakarta.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 24 Juni 2018 - 19:13 WIB

Bunga bangkai langka siap mekar di Bengkulu

Aktual Pemilu | 24 Juni 2018 - 18:48 WIB

Bawaslu tengarai 99 persen TPS rawan kecurangan

Aktual Pemilu | 24 Juni 2018 - 18:36 WIB

Panwas tertibkan APK Pilgub Jabar di Tasikmalaya

Arestasi | 24 Juni 2018 - 18:11 WIB

Polisi tangkap pelaku pungli Pantai Tanjung Pakis

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com