Rabu, 19 September 2018 | 05:27 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Longsor terjang 11 rumah di Lebak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan 11 rumah dan satu MCK di Kecamatan Cilograng diterjang longsor setelah hujan deras mengguyur selama dua jam.</p><p> "Beruntung, longsor yang terjadi di Kecamatan Cilograng, Sabtu (11/11), pukul 16.00 WIB tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Minggu (12/11).</p><p> BPBD terus menyalurkan bantuan kedaruratan berupa bahan kebutuhan pokok guna meringankan beban ekonomi masyarakat yang terkena musibah bencana alam.</p><p> Saat ini kondisi rumah dan MCK yang diterjang longsor tidak ditempati guna menghindari korban jiwa.</p><p> Apalagi, curah hujan di daerah itu cenderung tinggi sehingga dikhawatirkan terjadi bencana longsor susulan.</p><p> Mereka para korban longsor selama ini tinggal di perbukitan dengan ketinggian 10 sampai 20 meter.</p><p> Kesebelas enam rumah yang diterjang longsor itu antara lain Asep (37), Enang (42), Sumarna (54), Yanto (25), Wiharja (57), Emin (40), Encum (60),Aan (41), Enang (37) Holid (50) dan Dulsaid (58).</p><p> Namun, kondisi rumah yang parah milik Holid da Dulsaid hingga tertimbun longsoran tanah.</p><p> Saat ini, mereka ditampung di rumah tetangga maupun kerabat di daerah itu.</p><p> "Kami minta warga korban longsor agar tidak menempati lokasi rawan bencana alam itu guna menghindari resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.</p><p> Menurut dia, bahwa bencana longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa karena sebelumnya mereka sudah mengungsi ke tempat yang aman.</p><p> BPBD sebelumnya sudah melakukan imbauan-imbauan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan.</p><p> Saat ini, perubahan cuaca bisa menimbulkan bencana alam dan bisa menimbulkan korban jiwa.</p><p> Potensi bencana alam itu setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang.</p><p> "Kami terus mengimbau kepada aparat kecamatan, desa, kelurahan, relawan agar meningkatkan waspada banjir, longsor dan angin kencang," katanya menjelaskan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 September 2018 - 21:50 WIB

Farhat Abbas dilaporkan ke Bareskrim dugaan ujaran kebencian

Lingkungan | 18 September 2018 - 21:38 WIB

Pertamina kembangkan transplantasi terumbu karang buatan

Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com