Jumat, 22 Juni 2018 | 04:39 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Para dokter lanjut mogok, pasien di Uganda terlantar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zD739f
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zD739f
<p>Setelah berjam-jam menunggu dalam barisan panjang di satu instalasi kesehatan di Uganda Tengah, Jackie Namasaba menyerah; tak ada dokter yang datang untuk memeriksa dia.</p><p>Seorang pasien lain yang bernama Prossy Akello, yang telah datang untuk berobat di Pusat Kesehatan Kira di Kota Kecil Kira, kota terbesar kedua dalam jumlah penduduk di negeri tersebut, menyampaikan kekecewaan setelah gagal menemui dokter.</p><p>Para dokter, yang memulai pemogokan pada Senin (6/11), telah menolak seruan pemerintah untuk mengakhiri pemogokan, sehingga membuat sistem perawatan kesehatan masyarakat di negara Afrika Timur tersebut lumpuh.</p><p>"Kami tak boleh menghentikan pemogokan kecuali pemerintah menangani keprihatinan dan keluhan kita. Kami memerlukan bayaran yang bagus dan kondisi kerja yang bersahabat," kata Ekwaro Obuk, Presiden Perhimpunan Medis Uganda, baru-baru ini kepada Xinhua.</p><p>Pemerintah Uganda menyatakan pemogokan itu tidak sah sebab para doker tak pernah memberi pemberitahuan resmi 90 hari atau mengikuti prosedur layanan masyarakat dalam mengumumkan aksi industri.</p><p>"Semua pekerja medis yang terkecoh untuk mengikuti pemogokan harus melanjutkan kewajiban secepatnya," kata Menteri Kesehatan Jane Ruth Aceng.</p><p>"Semua pekerja medis yang mematuhi instruksi ini tak boleh dijadikan sasaran tindakan disipliner dan mesti diberi perlindungan yang layak oleh pemerintah," demikian peringatan Menkes.</p><p>Leila Mirembe, dokter di Rumah Sakit Rujukan Nasional Mulago --rumah sakit terbesar di negeri tersebut, dalam satu wawancara mengatakan kepada Xinhua para dokter hanya akan menangani kasus darurat sampai pemerintah menangani keprihatinan mereka.</p><p>Pemerintah mesti menaikkan gaji dan insentif tugas para prosfesional kesehatan, dan mengkaji rantai pasokan serta penanganan obat dan pasokan medis, kata para dokter.</p><p>Pemogokan itu telah menimbulkan perasaan yang bercampur-aduk di kalangan masyarakat.</p><p>Regina Kamoga, Ketua Aliansi Organisasi Pasien Uganda --organisasi nirlaba di negeri tersebut mengatakan, " Meskipun kami percaya bahwa para doker kami layak mendapatkan ganjaran dan kesejahteraan yang lebih baik, kami --persaudaraan pasien di Uganda-- sangat prihatin bahwa para dokter telah memilih tindakan industri daripada menyelematkan nyawa dan dialog dengan pemerintah."</p><p>Para ahli mengatakan perikaian antara dokter rumah sakit umum dan pemerintah telah mendorong pasien yang berpenghasilan rendah untuk datang ke kelinik yang memiliki peralatan minim.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com