Selasa, 11 Desember 2018 | 04:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Trump, Duterte bertemu pertama kali pada KTT APEC

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ADxxrw
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ADxxrw
<p>Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Filipino Rodrigo Duterte untuk pertama kalinya bertemu pada konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Vietnam, Sabtu (11/11).</p><p> Pertemuan antara keduanya berlangsung "singkat namun hangat dan ramah," kata juru bicara Duterte, Harry Roque, kepada para wartawan.</p><p> "(Kedua) pemimpin merasa gembira karena akhirnya dapat bertemu satu sama lain secara langsung," ujarnya.</p><p> Trump mengatakan kepada Duterte "Sampai bertemu besok," kata Roque.</p><p> Kedua pemimpin berada di Danang, Vietnam, untuk mengikuti pertemuan puncak para pemimpin negara-negara anggota APEC.</p><p> Trump pada Minggu akan bertolak menuju ke Manila untuk menghadiri KTT ASEAN (Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara) di ujung lawatannya selama 12 hari di Asia.</p><p> Duterte, yang kadang-kadang disebut sebagai 'Trump dari Timur' karena gayanya yang kasar dan sering berubah-ubah, menyatakan pada Rabu bahwa ia akan mengatakan kepada presiden AS itu untuk "berhenti" jika Trump mengungkit-ungkit masalah hak asasi manusia dalam pertemuan mereka.</p><p> Lebih dari 3.900 warga Filipina terbunuh dalam apa yang dikatakan kepolisian sebagai tindakan 'membela diri' dalam operasi antinarkoba yang dilancarkan Duterte.</p><p> Para pengecam mengatakan pembunuhan berlangsung tanpa pertanggungjawaban. Kepolisian menupis tuduhan itu.</p><p> Namun Trump, yang di dalam negerinya sendiri juga dikecam karena menelantarkan masalah masalah hak asasi manusia dalam menangani isu luar negeri, pada Mei memuji Duterte karena "menjalankan tugas yang hebat dalam menangani masalah narkoba".</p><p> Hak asasi manusia, aturan hukum serta perlakuan adil merupakan topik-topik yang tampaknya akan dibahas dalam pertemuan bilateral antara Trump dan Duterte, kata duta besar Amerika Serikat untuk Manila, Sung Kim, bulan lalu. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Filipino Rodrigo Duterte untuk pertama kalinya bertemu pada konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Vietnam, Sabtu (11/11).</p><p> Pertemuan antara keduanya berlangsung "singkat namun hangat dan ramah," kata juru bicara Duterte, Harry Roque, kepada para wartawan.</p><p> "(Kedua) pemimpin merasa gembira karena akhirnya dapat bertemu satu sama lain secara langsung," ujarnya.</p><p> Trump mengatakan kepada Duterte "Sampai bertemu besok," kata Roque.</p><p> Kedua pemimpin berada di Danang, Vietnam, untuk mengikuti pertemuan puncak para pemimpin negara-negara anggota APEC.</p><p> Trump pada Minggu akan bertolak menuju ke Manila untuk menghadiri KTT ASEAN (Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara) di ujung lawatannya selama 12 hari di Asia.</p><p> Duterte, yang kadang-kadang disebut sebagai 'Trump dari Timur' karena gayanya yang kasar dan sering berubah-ubah, menyatakan pada Rabu bahwa ia akan mengatakan kepada presiden AS itu untuk "berhenti" jika Trump mengungkit-ungkit masalah hak asasi manusia dalam pertemuan mereka.</p><p> Lebih dari 3.900 warga Filipina terbunuh dalam apa yang dikatakan kepolisian sebagai tindakan 'membela diri' dalam operasi antinarkoba yang dilancarkan Duterte.</p><p> Para pengecam mengatakan pembunuhan berlangsung tanpa pertanggungjawaban. Kepolisian menupis tuduhan itu.</p><p> Namun Trump, yang di dalam negerinya sendiri juga dikecam karena menelantarkan masalah masalah hak asasi manusia dalam menangani isu luar negeri, pada Mei memuji Duterte karena "menjalankan tugas yang hebat dalam menangani masalah narkoba".</p><p> Hak asasi manusia, aturan hukum serta perlakuan adil merupakan topik-topik yang tampaknya akan dibahas dalam pertemuan bilateral antara Trump dan Duterte, kata duta besar Amerika Serikat untuk Manila, Sung Kim, bulan lalu. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com