Selasa, 11 Desember 2018 | 04:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Balita hilang diduga terseret arus di Singkil

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hmIF3C
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hmIF3C
<p>Seorang balita laki-laki Alwi Syahputra yang masih berusia 3 tahun warga Sukamakmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil hilang setelah diduga jatuh di pekarangan rumahnya yang sedang digenangi banjir.</p><p> Kepala Desa Suka Makmur, Burhan kepada wartawan di Singkil, Minggu menjelaskan, balita pasangan dari Salman (36) dan Eni (35) itu diketahui hilang setelah ibunya terbangun dari tidurnya pada Sabtu (11/11) pukul 14.00 WIB.</p><p> "Aini berteriak histeris sangat keras mengetahui anaknya hilang, sebab rumah yang ia tempati dalam keadaan banjir, dan lagi halaman rumahnya juga ada parit yang salurannya langsung ke Sungai Rintis," katanya.</p><p> Kronologis awal kejadian berdasarkan keterangan Eni bahwa dia bersama anaknya mulanya tidur siang usai Shalat Zuhur di lantai papan di ruangan depan rumah dekat jendela.</p><p> Sekitar pukul 13.30 WIB, anaknya terjaga dan meminta makan kepada ibunya. Ibunya mendengar permintaan itu namun samar-samar, matanyapun susah untuk dibukakan, entah karena kantuk yang begitu berat. Namun si ibu mengaku matanya pada saat itu susah untuk dibukakan.</p><p> Selang setengah jam atau pukul 14.00 WIB, Erni tersentak dan terjaga dari tidurnya, mengetahui si buah hati tak lagi tampak, ia menjerit sekeras-kerasnya memanggil anaknya, namun tak kunjung disahuti.</p><p> "Saya saat itu sedang berada di Jembatan Sungai Rintis, mendengar suara keras histeris salah seorang warga, mengatakan anaknya hilang saya dan masyarakat lainnya bergegas mendekat dan membantu mencari di sekitar pekarangannya yang tergenang banjir," kata Burhan.</p><p> Salman, ayah korban kala itu juga kaget dan spontan berhenti ketika sedang kerja bongkar muat barang di Perahu bantaran Sungai Rintis untuk mencari anaknya yang diduga terjatuh dan hilang tenggelam saat sedang bermain.</p><p> Selain pencarian di seputaran rumah korban, kata Burhan, pencarian juga dilakukan di bawah kolong rumah panggung itu, namun hingga malam tiba, Alwi tak kunjung ditemukan.</p><p> Puluhan warga setempat sempat geger dan berupaya mencari balita yang hilang namun dicari selama berjam jam di seputaran pekarangan rumah tak kunjung ditemukan.</p><p> Camat Singkil Riki Yodiska dan Kapolsek Singkil Iptu Samsuar serta Pol Air dan BPBD pada saat itu ikut melalukan pencarian, di seputaran rumah korban.</p><p> Dikatakan, pencarian korban juga tak hanya di seputaran rumah kolong namun pencarian juga dilakukan warga di sekitar Sungai Rintis hingga ke Kuala Singkil hingga malam, Alwi pun tak kunjung ditemukan.</p><p> "Pencarian pada malam hari usai Shalat Isya hingga pukul 23.00 WIB tak juga membuahkan hasil, sehingga pencarian korban yang tenggelam terpaksa dihentikan dilanjutkan esok hari kembali," kata Kepala Desa di seputaran bantaran Daerah Aliran Sungai itu.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Seorang balita laki-laki Alwi Syahputra yang masih berusia 3 tahun warga Sukamakmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil hilang setelah diduga jatuh di pekarangan rumahnya yang sedang digenangi banjir.</p><p> Kepala Desa Suka Makmur, Burhan kepada wartawan di Singkil, Minggu menjelaskan, balita pasangan dari Salman (36) dan Eni (35) itu diketahui hilang setelah ibunya terbangun dari tidurnya pada Sabtu (11/11) pukul 14.00 WIB.</p><p> "Aini berteriak histeris sangat keras mengetahui anaknya hilang, sebab rumah yang ia tempati dalam keadaan banjir, dan lagi halaman rumahnya juga ada parit yang salurannya langsung ke Sungai Rintis," katanya.</p><p> Kronologis awal kejadian berdasarkan keterangan Eni bahwa dia bersama anaknya mulanya tidur siang usai Shalat Zuhur di lantai papan di ruangan depan rumah dekat jendela.</p><p> Sekitar pukul 13.30 WIB, anaknya terjaga dan meminta makan kepada ibunya. Ibunya mendengar permintaan itu namun samar-samar, matanyapun susah untuk dibukakan, entah karena kantuk yang begitu berat. Namun si ibu mengaku matanya pada saat itu susah untuk dibukakan.</p><p> Selang setengah jam atau pukul 14.00 WIB, Erni tersentak dan terjaga dari tidurnya, mengetahui si buah hati tak lagi tampak, ia menjerit sekeras-kerasnya memanggil anaknya, namun tak kunjung disahuti.</p><p> "Saya saat itu sedang berada di Jembatan Sungai Rintis, mendengar suara keras histeris salah seorang warga, mengatakan anaknya hilang saya dan masyarakat lainnya bergegas mendekat dan membantu mencari di sekitar pekarangannya yang tergenang banjir," kata Burhan.</p><p> Salman, ayah korban kala itu juga kaget dan spontan berhenti ketika sedang kerja bongkar muat barang di Perahu bantaran Sungai Rintis untuk mencari anaknya yang diduga terjatuh dan hilang tenggelam saat sedang bermain.</p><p> Selain pencarian di seputaran rumah korban, kata Burhan, pencarian juga dilakukan di bawah kolong rumah panggung itu, namun hingga malam tiba, Alwi tak kunjung ditemukan.</p><p> Puluhan warga setempat sempat geger dan berupaya mencari balita yang hilang namun dicari selama berjam jam di seputaran pekarangan rumah tak kunjung ditemukan.</p><p> Camat Singkil Riki Yodiska dan Kapolsek Singkil Iptu Samsuar serta Pol Air dan BPBD pada saat itu ikut melalukan pencarian, di seputaran rumah korban.</p><p> Dikatakan, pencarian korban juga tak hanya di seputaran rumah kolong namun pencarian juga dilakukan warga di sekitar Sungai Rintis hingga ke Kuala Singkil hingga malam, Alwi pun tak kunjung ditemukan.</p><p> "Pencarian pada malam hari usai Shalat Isya hingga pukul 23.00 WIB tak juga membuahkan hasil, sehingga pencarian korban yang tenggelam terpaksa dihentikan dilanjutkan esok hari kembali," kata Kepala Desa di seputaran bantaran Daerah Aliran Sungai itu.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com