Jumat, 24 November 2017

PM Spanyol mulai kampanye di Catalunya, massa prokemerdekaan gelar pawai

Minggu, 12 November 2017 16:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
demo barcelona
Gonzalo Arroyo Moreno/Getty
Kunjungan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy ke wilayah Catalunya setelah lebih dari 700,000 orang warga Barcelona menuntut pembebasan para pemimpinnya.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengunjungi wilayah Katalunya untuk memulai kampanye bagi Partai Popular, menjelang pemilhan parlemen di wilayah itu pada bulan depan.

Rajoy diperkirakan akan menemui para pendukungnya dari partai konservatif pada hari Minggu pagi.

Kunjungannya ke wilayah Catalunya setelah sekitar 750,000 orang menggelar pawai untuk memprotes sikap pemerintah pusat yang menahan para pemimpin Catalunya.

Pada Oktober lalu, pemerintah Catalunya mendeklarasikan kemerdekaan wilayah itu dari kekuasaan Spanyol, yang kemudian disikapi Madrid dengan mendakwa para pemimpinya dengan pasal penghasuran dan kemudian memenjarakannya.

Kunjungan Rajoy ke wilayah Catalunya ini merupakan yang pertama sejak Spanyol dilanda krisis, yang antara lain ditandai pengambilalihan kekuasaan wilayah otonomi Catalunya oleh pemerintah pusat sekitar dua pekan lalu.

mariano rajoy
Pablo Blazquez Dominguez/Getty
Kunjungan Mariano Rajoy ke wilayah Catalunya setelah sekitar 750,000 orang menggelar pawai untuk memprotes sikap pemerintah pusat yang menahan para pemimpin Catalunya.

Krisis ini diawali adanya keputusan referendum di wilayah Katalunya pada Oktober, walaupun pemerintah pusat menganggapnya sebagai tindakan melawan hukum. Saat itu pendukung kemerdekaan meraih 92% dari 43% suara yang terkumpul.

Banyak orang yang menolak keputusan kemerdekaan Catalunya karena dianggap tidak mewakili suara keseluruhan orang-orang yang tinggal di wilayah Catalunya.

Pemerintah Spanyol menanggapi hasil referendum itu dengan membekukan parlemen Catalunya, mengambil alih kekuasaan pemerintahan wilayah itu, dan memutuskan untuk menggelar pemilu parlemen setempat pada 21 Desember nanti.

Semenjak Madrid mengambil alih pemerintahan Catalunya, pemimpin Catalunya Carles Puigdemont meninggalkan Spanyol dan kini berada di Belgia. Dia menolak kepergiannya ke negara itu sebagai upaya mencari suaka.

carles puigdemont
Reuters
Semenjak Madrid mengambil alih pemerintahan Catalunya, pemimpin Catalunya Carles Puigdemont meninggalkan Spanyol dan kini berada di Belgia.

Jaksa penuntut Spanyol kemudian memohon pengadilan untuk mengeluarkan surat penangkapan terhadap Carles Puigdemont dan empat orang lainnya terkait upaya memisahkan diri dari Spanyol.

Tetapi kelimanya mengabaikan pemanggilan di pengadilan tinggi Spanyol, untuk menjalani pemeriksaan atas tuduhan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana masyarakat.

Pengacara Carles Puigdemont, Paul Bekaert, mengatakan iklimnya 'tidak baik' bagi kliennya untuk memenuhi panggilan jaksa penuntut di Spanyol.

Sebelumnya, Puigdemont berulangkali mengatakan sebelum pulang, sia meminta jaminan bahwa sidang yang akan dijalaninya berlangsung adil.

catalunya
David Ramos/Getty
Pada hari Sabtu, pendukung kemerdekaan Catalunya menggelar pawai menuntut agar delapan eks pejabat menteri Catalunya dan dua orang pendukungnya dibebaskan.

Selain Puigdemont dkk, pihak berwenang Spanyol telah memanggil sembilan orang lainnya, dan jaksa penuntut mengajukan permohonan kepada pengadilan tinggi agar delapan pemimpin pemerintah wilayah Catalunya itu ditahan.

Pada hari Sabtu, pendukung kemerdekaan Catalunya menggelar pawai menuntut agar delapan eks pejabat menteri Catalunya dan dua orang pendukungnya dibebaskan.

Dalam pawai yang dihadiri sekitar 750,000 orang, mereka melambai-lambaikan spanduk dan poster bertuliskan "Kami kaum Republik" seraya menuntut pembebasan para pemimpinnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar