Jumat, 24 November 2017

BKKBN gelar sosialisasi KKBPK untuk tingkatkan ketahanan keluarga

Minggu, 12 November 2017 18:30

Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Sumatera Utara menggelar Sosialisasi Program Kependudukan KB melalui kegiatan KIE Kreatif bersama mitra kerja di Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumut.

Demikian disampaikan Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Rabiatun Adawiyah, Sabtu (11/11), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Rabiatun mengatakan, manfaat dari Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Sumatera Utara memiliki penduduk  terbesar keempat setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, ini harus menjadi catatan," ujar Rabiatun.

Lebih lanjut dijelaskan Rabiatun bahwa kualitas orang Sumut masih rendah karena tingkat pendidikan rata-rata masih setingkat SMP. Sehingga kita tertinggal dari negara tetangga.

Untuk itu Rabiatun mengajak masyarakat untuk ikut program KB guna mengatur angka kelahiran, sehingga ketahanan dan kualitas keluarga dapat ditingkatkan.

"Batasi jumlahnya, tingkatkan kualitasnya, demi terciptanya generasi yang cerdas," kata Rabiatun.

Penyebab angka Kematian ibu dan bayi tinggi dikarenakan 4-Terlalu, yakni:

1 Terlalu muda melahirkan

2 Terlalu tua melahirkan

3 Terlalu sering melahirkan

4 Terlalu banyak melahirkan.

Sebelumnya perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk Kabupaten Batubara Sofyan mengatakan program KB harus digalakkan terus untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan juga meningkatkan kualitas pendidikan anak.

"Kami menganjurkan kepada masyarakat untuk mengikuti program KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan juga membangun ketahanan keluarga," paparnya.

Sementara itu, Anggota komisi IX DPR-RI Ansory Siregar memberikan apresiasi kegiatan sosialisasi KIE Kreatif BKKBN ini, diharapkan dari kegiatan ini masyarakat dapat memahami bagaimana pengaturan kelahiran, sehingga dapat tercipta putra putri yang sehat, cerdas dan kuat.

"Seperti mars KB, rumah tangga rukun raharja, sehingga tercipta generasi, sehat, kuat dan sholeh" pungkas Ansory.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta sosialisasi dari berbagai unsur masyarakat.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar