Sabtu, 25 November 2017

Pradi akui ada birokrat yang ABS sehingga wartawan jadi informan

Minggu, 12 November 2017 18:18

Acara 'Bincang Santai Wartawan Bersama Tokoh Masyarakat Kota Depok' yang dihadiri Pradi Supriatna dan anggota DPR Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PSN. Acara ini digagas Komunitas Jurnalis Indonesia (KJI) di Rumah Kadeba, Beji, kota Depok, Sabtu (11/1 Acara 'Bincang Santai Wartawan Bersama Tokoh Masyarakat Kota Depok' yang dihadiri Pradi Supriatna dan anggota DPR Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PSN. Acara ini digagas Komunitas Jurnalis Indonesia (KJI) di Rumah Kadeba, Beji, kota Depok, Sabtu (11/1
Ayo berbagi!

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku cukup sering dibohongi para birokrat bawahannya. Dan ada aparat dinas yang kurang melaporkan kinerja kapadanya, sebab hanya dianggap sebagai wakil wali yang tidak punya kewenangan kepemimpinan dan kewenangan. Padahal, wali kota dan wakil wali kota dipilih bersama satu paket dalam pilkada.

Pradi mengakui, bawahannya ASN juga kurangnya mengkomunikasi pada dia, baik mengenai layanan ke masyarakat atau juga terkait pembangunan proyek dan infrastruktur di Kota Depok. Hal itu dikatakannya saat berbincang dengan wartawan dalam acara 'Bincang Santai Wartawan Bersama Tokoh Masyarakat Kota Depok' yang dihadiri Pradi Supriatna dan anggota DPR Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PSN. Acara ini digagas Komunitas Jurnalis Indonesia (KJI) di Rumah Kadeba, Beji, kota Depok, Sabtu (11/11).

Sebut Pradi, info real ternyata justru dari wartawan. Padahal bawahan atau konsultan Pemkot belum laporan atau laporannya berbeda dengan kondisi nyata di lapangan. Ia mencontohkan mengenai pembangunan infrastruktur oleh Pemkot Depok yang tengah dalam pengerjaan di Cilodong.

"Dari wartawanlah saya tahu informasi yang benar sehingga gak dibohongi. Dimana akhirnya diketahui pembangunannya tidak sesuai dengan bestek dan ketetapan yang seharusnya dilakukan kontraktor, berkat pemberitaan wartawan. Saya cek,  ternyata benar. Seharusnya pakai besi 16 ulir, pas saya cek di sana kontraktornya pakai besi yang dibawahnya. Saya langsung suruh bongkar dan minta bangun lagi sesuai bestek," kata Pradi Supritna kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

Karenanya kata dia, kontribusi wartawan dalam memberikan informasi akurat juga kritik, merupakan sebuah hal positif yang harus diapresiasi dan ditindaklanjuti. "Jadi idealnya saya mau bergandengan tangan dengan media atau wartawan," kata Pradi.

Lanjut Pradi, jurnalis memiliki irama tersendiri dalam memberi masukan dan kritik ke pemerintah.

"Wartawan sangat bisa memainkan ritme hati kami dari karya jurnalistiknya, Ada hal yang kami anggap sederhana,  biasa dan sepele, ternyata jadi angle bagus dalam pewartaan dan kami anggap pujian. Ada penghargaan yang kami anggap luar biasa, ternyata beritanya kecil sekali, dan dipojok pula," kata Pradi.

Menurutnya dinamika sebuah kota dan arah pembangunannya, sangat ditentukan oleh wartawan yang berfungsi sebagai kontrol sosial.

"Saya berharap sinergi antara Pemkot Depok dengan wartawan terus berjalan baik, dalam kritik, saran  dan masukan dari hasil kinerja jurnalistik wartawan.

Dalam bincang santai itu hadir pula Hasbullah Rahmad, anggota DPRD Provinsi Jabar yang juga Ketua DPD PAN Kota Depok. Hasbullah menyeroti pembangunan infrastruktur Kota Depok yang masih minim dan lemah pada strategi jangka panjang. Pembangunan masih secara persial. Sebutnya, mencontohkan pembangunan jalan dan gedung sekolah.

"Misalnya, masalah pembangunan jalan, ini harus jelas pembangianya. Ada jalan nasional, provinsi, kota, dan kecamatan. Sehingga pembangunan dan perawatannya pendanaannya dapat kita atur. Gedung sekolah negwri tingkat SMP dan SMA dan SMK masih kurang. maslah ini, Pemkot Depok dapat berbicara kapada saya aebagai legislator di tingkat provinsi sehingga dapat kami bantu," tegas Hasbullah.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar