Senin, 24 September 2018 | 05:59 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pemberitaan Kunjungan Trump Oleh Media China Dibanding Media Barat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Halaman depan dari koran People’s Daily milik Partai Komunis China memuat foto Xi Jinping yang tengah mengadakan upacara penyambutan untuk Donald Trump.
(Courtesy: AustraliaPlus) Halaman depan dari koran People’s Daily milik Partai Komunis China memuat foto Xi Jinping yang tengah mengadakan upacara penyambutan untuk Donald Trump.
<p>Di saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menempuh perjalanan ke Asia, media Barat telah melacak bagaimana pemimpin AS ini menangani pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin Asia Pasifik.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="comp-embedded-float-full" > <a href="#skipcontent7" class="access-hidden access-skip-link" title="Skip Twitter Tweet" onclick="WCMS.helpers.skipToContentFocus('skipcontent7')">Skip Twitter Tweet</a> <p class="access-hidden access-skip-notice">FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame. </p> <div class="view-twitter-tweet" id="twitter-tweet-embed8"> <div class="embed-container"></div> <script> WCMS.pluginCache.add('#twitter-tweet-embed8', 'socialOembedHelper' , { "postUrl": "https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/realDonaldTrump/status/816068355555815424", "requestMethod": "jsonp", "data": { "maxwidth": "", "maxheight": "" } }); </script> </div> <div id="skipcontent7"></div> </div></div><p>Yang paling penting bisa dibilang merupakan inti dari tur Trump ke, China, di mana pemimpin AS tersebut diharapkan untuk segera mengatasi masalah-masalah paling penting di kawasan ini - terutama stabilitas perdagangan dan regional - dengan Presiden Xi Jinping, yang negaranya telah lama dituduh sebagai "manipulator mata uang", tak menggunakan pengaruhnya untuk mengendalikan Korea Utara.</p><p>Tetapi sementara kunjungan Trump di Beijing pada umumnya digambarkan media Barat sebagai salah satu perjalanan dari orang yang tak bisa diprediksi -dengan peringkat persetujuan rendah -yang ditugaskan untuk menyelesaikan beberapa masalah terberat di kawasan ini, media China sebagian besar justru bersikap datar dan tenang menanggapi keseluruhan pertemuan itu, menjaga fokus mereka pada keramahan dan dominasi globalnya sendiri, sambil menambahkan bahwa berurusan dengan China sebenarnya memerlukan diplomasi "nyata".</p><h3><strong>Beijing menjamu delegasi, tak hanya Trump</strong></h3><p>Sementara perdagangan dan Korea Utara jadi topik paling menonjol di media China, pertemuan tingkat tinggi itu lebih digambarkan sebagai salah satu delegasi "Amerika" datang untuk membahas "kepentingan bersama," dibandingkan dengan fokus media Barat terhadap Trump sendiri.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140176-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Donald Trump-Melania Trump" alt="Donald Trump dan Melania Trump tiba di Beijing, perhentian ketika dalam tur 12 hari di Asia." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Donald Trump dan Melania Trump tiba di Beijing, perhentian ketika dalam tur 12 hari di Asia.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>AP: Pang Xinglei/Xinhua</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Malahan, kejengkelan dan pelecehan Trump terhadap Beijing selama bertahun-tahun -yang mudah untuk dilupakan mengingat sebagian besar warga China dilindungi dengan pembatasan internet -diabaikan sama sekali sementara karpet merah "kunjungan kenegaraan" tetap digelar untuk "delegasi" Trump.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Mengungkap rahasia delegasi bisnis dan perdagangan 'mewah', yang akan menyertai kunjungan Trump ke China: lebih dari 100 peserta [perusahaan],&quot; tulis People’s Daily, media resmi milik Partai Komunis, mengacu pada &quot;kunjungan kenegaraan plus&quot; yang diterimanya.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Artikel yang sama juga menunjukkan bagaimana 100 delegasi Amerika ini datang ke China untuk "menggali emas" sementara seorang pakar bernama Dr Song Guoyou menunjukkan bahwa Trump membawa lebih banyak delegasi berpaham "tradisional" ketimbang berpaham "baru" yang pernah dimiliki mantan Presiden Barack Obama.</p><p>Sementara itu, komentar lain menyatakan bahwa karena China menjadi lebih kuat di panggung global, negara itu tak akan lagi terlibat dalam "strategi kuno zero-sum" (kemenangan satu pihak adalah kekalahan pihak lain) di Barat dalam menangani sejumlah hubungan.</p><h3><strong>Trump tak salahkan China</strong></h3><p>Menariknya, "kunjungan kenegaraan plus" bukan istilah yang benar-benar ada sebelum Trump menjabat, seperti yang ditunjukkan oleh banyak pengamat China -Obama hanya melakukan "kunjungan kenegaraan" normal, yang berarti bahwa ia menjalani tur keliling Kota Terlarang (Forbidden City), sedangkan Xi secara pribadi mengantar Trump ke istana megah.</p><article class="view-embed-full" > <div class="view-teaser-richWide view-richWide" > <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-08/trump,-xi-tour-beijings-forbidden-city/9131988" class="richWide-link" ></a> <div class="wrapper"> <div class="image"> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-thumbnail.jpg?v=7" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-thumbnail.jpg?v=7" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-thumbnail.jpg?v=7 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-small.jpg?v=7 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-medium.jpg?v=7 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9132116-1x1-large.jpg?v=7 700w " title="Donald Trump and Melania Trump tour the Forbidden City" alt="Donald Trump, Melania Trump, Xi Jinping and Peng Liyuan stand in front of a Forbidden City palace." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> </div> <div class="description"> <h3> <a href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-08/trump,-xi-tour-beijings-forbidden-city/9131988" > Xi Jinping treats Donald Trump to a tour of the Forbidden City in Beijing (Photo: AP/Andrew Harnik). </a></h3><div class="view-teaser-time-information" > <div class="strap-date"> <div class="view-published-date" itemprop="dateCreated" content="Wed 8/11/17, 10:55pm AEST"> <div class="view-comp-publish-date" > <time datetime="2017-11-08T22:55+1100"> <span></span> 8 Nov 2017 </time> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </article><p>Dalam pemberitaan pers China, kunjungan ini sangat besar, dan sementara tak begitu jelas bagi Barat, betapa pentingnya tur berbeda yang dibuat, banyak pengamat mengatakan bahwa Beijing akhirnya "menemukan cara mengatasi Trump".</p><p>Mereka bahkan membiarkannya menggunakan Twitter untuk mengirim video dan foto tur mereka bersama-sama, dan sementara pers lokal tergila-gila, banyak kritikus marah tentang bagaimana pada hari kedua, Presiden AS itu mengubah latar belakang Twitter-nya ke lokasi China dengan tulisan "bersama teman baru yang hebat" di negara di mana platform tersebut dilarang.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="comp-embedded-float-full" > <a href="#skipcontent10" class="access-hidden access-skip-link" title="Skip Twitter Tweet" onclick="WCMS.helpers.skipToContentFocus('skipcontent10')">Skip Twitter Tweet</a> <p class="access-hidden access-skip-notice">FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame. </p> <div class="view-twitter-tweet" id="twitter-tweet-embed11"> <div class="embed-container"></div> <script> WCMS.pluginCache.add('#twitter-tweet-embed11', 'socialOembedHelper' , { "postUrl": "https://publish.twitter.com/oembed?url=https://twitter.com/realDonaldTrump/status/928286153672970240", "requestMethod": "jsonp", "data": { "maxwidth": "", "maxheight": "" } }); </script> </div> <div id="skipcontent10"></div> </div></div><p>Dan begitu pula keesokan harinya setelah kedua pemimpin tersebut bertatap muka -yang konon untuk membahas defisit perdagangan, Korea Utara, Laut Cina Selatan, Trump keluar dari pertemuan tersebut "memberi pujian kepada China" karena kecerdasannya dalam mengalahkan AS -hal yang berlawanan dengan apa yang telah lama dikemukakan Trump.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya tak menyalahkan China, siapa yang bisa menyalahkan negara karena bisa memanfaatkan negara lain demi keuntungan warganya? Saya memberi penghargaan besar kepada China,&quot; kata Trump.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Presiden AS ini telah mengamankan kesepakatan senilai lebih dari $ 250 miliar (atau setara Rp 3,375 kuadriliun) selama kunjungan itu; apakah nilai finansial penuh dari kesepakatan ini akan terwujud, itu adalah pertanyaan lain.</p><p>Xi dan Trump turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan multi-miliar dolar yang menguntungkan antara pabrik pembuat pesawat AS yakni Boeing Co, General Electric Co dan raksasa chip Qualcomm Inc di Beijing.</p><p>"Manipulasi mata uang," Laut China Selatan, stabilitas regional termasuk Korea Utara, rincian kesepakatan ekonomi tersebut, bahkan tak membuat media China tergugah di luar beberapa omong kosong, bahkan ada yang memberitakan pujian atas tindakan yang baik.</p><h3><strong>Dibutuhkan diplomasi nyata</strong></h3><p>"Pasifik cukup besar untuk mengakomodasi China dan AS," kata Kantor Berita Xinhua mengutip Xi.</p><p>"China dan AS perlu bekerja sama secara aktif di kawasan Asia Pasifik, sehingga semakin banyak negara di kawasan ini bergabung dalam lingkaran teman bersama China dan AS," tulis Xinhua, seraya menekankan pada "kebutuhan untuk bekerja sama" yang menunjukkan bahwa hanya sedikit yang telah berubah.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140180-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Donald Trump" alt="Donald Trump secara konstan menyebut Presiden Xi Jinping sebagai teman yang hebat." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Donald Trump secara konstan menyebut Presiden Xi Jinping sebagai teman yang hebat.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text12" > <p>Reuters: Jonathan Ernst</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Dan pada saat yang sama -sementara pihak Barat memberitakan bahwa pencapaian Trump masih begitu sedikit, beberapa bagian di media lokal bahkan melangkah lebih jauh dengan mengingatkan Trump bahwa China tidak "berada dalam cengkeraman" AS seperti Jepang dan Korea Selatan, dan bahwa bagi AS untuk mengemban tugas sebagai "kekuatan terbesar kedua di dunia", maka diperlukan diplomasi "nyata".</p><p>"Sementara Jepang dan Korea Selatan, dua tujuan pertama perjalanan Trump, adalah sekutu AS, China bukan," tulis satu artikel berbahasa Inggris di harian resmi Partai Komunis, People’s Daily.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Untuk waktu yang lama, beberapa elit AS menganggap sikap sekutu AS sebagai koordinat dari bagian lain dunia, namun mereka salah.”</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Tidak mungkin AS mendominasi seluruh dunia dengan cara mereka mendominasi Jepang."</p><h3><strong>Melewatkan banyak cerita</strong></h3><p>Dan walau memberitakan topik disparitas liputan pers mengenai kunjungan Trump, menyusul pernyataan resmi bersama dari kedua pemimpin tersebut, para wartawan bahkan tidak dibolehkan mengajukan pertanyaan pada akhirnya, yang ternyata ditanggapi baik-baik saja oleh Trump, melanggar tradisi yang ditetapkan oleh tiga Presiden AS sebelumnya -yang semuanya mengizinkan setidaknya satu pertanyaan, sebagian untuk membuat penegasan mengenai nilai Barat tentang pers terbuka dan bebas.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140182-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Trump" alt="Para pengamat di Twitter mengkritik bagaimana Trump menghiasi profil-nya dengan foto negara di mana platform itu dilarang." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Para pengamat di Twitter mengkritik bagaimana Trump menghiasi profil-nya dengan foto negara di mana platform itu dilarang.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text13" > <p>Supplied</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>"Para wartawan China mulai bertepuk tangan, sementara banyak jurnalis Amerika mulai meneriakkan pertanyaan, beberapa pertanyaan yang cukup provokatif, terutama ditujukan pada Donald Trump," catat wartawan ABC News, Bill Birtles, pada Kamis (9/11/2017) malam.</p><p>"Pemberitaan media di sini sangat terfokus pada cucu Presiden Trump ... kemampuan bahasa Tionghoa-nya. Ada juga sedikit liputan tentang besaran transaksi bisnis.”</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tapi masalahnya adalah sesi dimana Donald Trump membuat komentar kuat hari ini tentang hubungan dagang, yang telah dibungkam.”</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Dan sejujurnya jika Anda membaca atau menonton media China dan Anda menyaksikan liputan kunjungan ini, pasti itu terlihat seperti dua pemimpin yang berpegangan tangan dan bernyanyi kumbaya. Semuanya sangat positif.”</p><p>"Terus terang Anda melewatkan banyak cerita."</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9140156-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Donald Trump" alt="Donald Trump menerima sambutan hangat, termasuk penampilan dari siswa opera berusia muda." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Donald Trump menerima sambutan hangat, termasuk penampilan dari siswa opera berusia muda.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text14" > <p>AP: Andrew Harnik</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-10/donald-trump-visit-covered-in-chinese-media/9125386" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com