Kamis, 23 November 2017

Festival Seni Budaya Alam Semesta dapat satukan perbedaan

Senin, 13 November 2017 06:38

Gubernur Pastika Apresiasi INLA Bali Gelar Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta. Sumber Foto: http://bit.ly/2zy780A Gubernur Pastika Apresiasi INLA Bali Gelar Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta. Sumber Foto: http://bit.ly/2zy780A
Ayo berbagi!

Festival Seni Budaya Alam Semesta diselenggarakan oleh The International Nature Loving Association (INLA) Bali, diharapkan dapat menyatukan perbedaan dalam persaudaraan. Oleh karenanya, diharapkan pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkelanjutan. 

Demikian dikatakan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Minggu (12/11).

Seperti dilansir dari Antara, Made Mangku Pastika mengapresisikan acara yang diprakarsai oleh Inla tersebut. 

"Saya memberikan apresiasi kepada INLA Bali yang memprakarsai festival ini. Festival tidak hanya bermakna sebagai wahana ekspresi para seniman, tetapi secara lebih luas festival ini menjadi wahana membangun hubungan 'menyama braya' (persaudaraan) antarseniman dan antarkomponen INLA Bali, maupun INLA di seluruh Tanah Air," paparnya saat membuka festival tersebut di Taman Budaya, Denpasar, Minggu (12/11).

Menurutnya, seni budaya adalah unsur universal yang dapat mempersatukan perbedaan seluruh komponen masyarakat. Seni budaya juga dapat mempersatukan kepentingan yang dinamis dalam masyarakat, menjadi sebuah harmoni dalam sebuah kehidupan sosial.

"Sesuai dengan nama kegiatannya, festival ini membawa pesan moral, nilai-nilai kehidupan dan budaya semesta. Kehadiran para seniman dari berbagai daerah dengan kreativitas yang tinggi, menunjukkan bahwa potensi seni budaya dapat digali dan diarahkan pada pendekatan semesta," ucapnya.

Festival tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Bali adalah bermacam-ragam dan dapat dimainkan oleh seluruh komponen.

"Di Bali ada berbagai suku agama, ras dan golongan. Di Bali juga tumbuh bermacam ragam seni budaya yang semuanya adiluhung sebagai pemersatu masyarakat dan membawa nama harum Bali ke dunia internasional," ujar Pastika.

Dia pun berharap, festival ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan berbagai kreativitas tambahan lainnya serta melibatkan lebih banyak komponen masyarakat karena festival yang digelar sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu mencintai sesama, mencintai lingkungan, dan mensyukuri keagungan Yang Maha Kuasa. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar