Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Festival Seni Budaya Alam Semesta dapat satukan perbedaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Gubernur Pastika Apresiasi INLA Bali Gelar Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta. Sumber Foto: http://bit.ly/2zy780A
Gubernur Pastika Apresiasi INLA Bali Gelar Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta. Sumber Foto: http://bit.ly/2zy780A
<p>Festival Seni Budaya Alam Semesta diselenggarakan oleh The International Nature Loving Association (INLA) Bali, diharapkan dapat menyatukan perbedaan dalam persaudaraan. Oleh karenanya, diharapkan pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Demikian dikatakan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Minggu (12/11).<br></p><p>Seperti dilansir dari <i>Antara</i>, Made Mangku Pastika mengapresisikan acara yang diprakarsai oleh Inla tersebut.&nbsp;<br></p><p>"Saya memberikan apresiasi kepada INLA Bali yang memprakarsai festival ini. Festival tidak hanya bermakna sebagai wahana ekspresi para seniman, tetapi secara lebih luas festival ini menjadi wahana membangun hubungan 'menyama braya' (persaudaraan) antarseniman dan antarkomponen INLA Bali, maupun INLA di seluruh Tanah Air," paparnya saat membuka festival tersebut di Taman Budaya, Denpasar, Minggu (12/11).<br></p><p>Menurutnya, seni budaya adalah unsur universal yang dapat mempersatukan perbedaan seluruh komponen masyarakat. Seni budaya juga dapat mempersatukan kepentingan yang dinamis dalam masyarakat, menjadi sebuah harmoni dalam sebuah kehidupan sosial.<br></p><p>"Sesuai dengan nama kegiatannya, festival ini membawa pesan moral, nilai-nilai kehidupan dan budaya semesta. Kehadiran para seniman dari berbagai daerah dengan kreativitas yang tinggi, menunjukkan bahwa potensi seni budaya dapat digali dan diarahkan pada pendekatan semesta," ucapnya.<br></p><p>Festival tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Bali adalah bermacam-ragam dan dapat dimainkan oleh seluruh komponen.<br></p><p>"Di Bali ada berbagai suku agama, ras dan golongan. Di Bali juga tumbuh bermacam ragam seni budaya yang semuanya adiluhung sebagai pemersatu masyarakat dan membawa nama harum Bali ke dunia internasional," ujar Pastika.</p><p>Dia pun berharap, festival ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan berbagai kreativitas tambahan lainnya serta melibatkan lebih banyak komponen masyarakat karena festival yang digelar sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu mencintai sesama, mencintai lingkungan, dan mensyukuri keagungan Yang Maha Kuasa.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Festival Seni Budaya Alam Semesta diselenggarakan oleh The International Nature Loving Association (INLA) Bali, diharapkan dapat menyatukan perbedaan dalam persaudaraan. Oleh karenanya, diharapkan pelaksanaannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Demikian dikatakan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Minggu (12/11).<br></p><p>Seperti dilansir dari <i>Antara</i>, Made Mangku Pastika mengapresisikan acara yang diprakarsai oleh Inla tersebut.&nbsp;<br></p><p>"Saya memberikan apresiasi kepada INLA Bali yang memprakarsai festival ini. Festival tidak hanya bermakna sebagai wahana ekspresi para seniman, tetapi secara lebih luas festival ini menjadi wahana membangun hubungan 'menyama braya' (persaudaraan) antarseniman dan antarkomponen INLA Bali, maupun INLA di seluruh Tanah Air," paparnya saat membuka festival tersebut di Taman Budaya, Denpasar, Minggu (12/11).<br></p><p>Menurutnya, seni budaya adalah unsur universal yang dapat mempersatukan perbedaan seluruh komponen masyarakat. Seni budaya juga dapat mempersatukan kepentingan yang dinamis dalam masyarakat, menjadi sebuah harmoni dalam sebuah kehidupan sosial.<br></p><p>"Sesuai dengan nama kegiatannya, festival ini membawa pesan moral, nilai-nilai kehidupan dan budaya semesta. Kehadiran para seniman dari berbagai daerah dengan kreativitas yang tinggi, menunjukkan bahwa potensi seni budaya dapat digali dan diarahkan pada pendekatan semesta," ucapnya.<br></p><p>Festival tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Bali adalah bermacam-ragam dan dapat dimainkan oleh seluruh komponen.<br></p><p>"Di Bali ada berbagai suku agama, ras dan golongan. Di Bali juga tumbuh bermacam ragam seni budaya yang semuanya adiluhung sebagai pemersatu masyarakat dan membawa nama harum Bali ke dunia internasional," ujar Pastika.</p><p>Dia pun berharap, festival ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan berbagai kreativitas tambahan lainnya serta melibatkan lebih banyak komponen masyarakat karena festival yang digelar sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu mencintai sesama, mencintai lingkungan, dan mensyukuri keagungan Yang Maha Kuasa.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com