Kamis, 23 November 2017

Kolaborasi seniman Indonesia-Denmark buka Gedung Pancasila

Senin, 13 November 2017 07:16

Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2017, pada hari Jumat tanggal 10 November 2017, KBRI Kopenhagen menggelar Peresmian Gedung baru. Sumber Foto: http://bit.ly/2i9EYid Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2017, pada hari Jumat tanggal 10 November 2017, KBRI Kopenhagen menggelar Peresmian Gedung baru. Sumber Foto: http://bit.ly/2i9EYid
Ayo berbagi!

Gedung Pancasila di Kopenhagen diresmikan oleh Kedutaan Besar RI Kopenhagen. Gedung yang berada di halaman KBRI tersebut dibuka dengan serangkaian pameran seni bertajuk ‘Heritage Influence’ karya pelukis Indonesia, Awang Behartawan dan Dedi Setyadi yang berkolaborasi dengan Kristian von Hornsleth, pelukis ternama asal Denmark.

Seperti dilansir dari Antara, menurut Pensosbud KBRI Kopenhagen, Ismail N. Pulungan kepada Antara London, acara yang berlangsung pada Minggu, 12 November itu dihadiri sekitar 150 undangan memenuhi gedung Pancasila yang dibangun sejak awal 2017 berfungsi sebagai rumah budaya berbagai kegiatan KBRI Kopenhagen dan diaspora Indonesia di Denmark.

Dubes RI untuk Kerajaan Denmark M. Ibnu Said menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari diplomasi Ekonomi Indonesia, yaitu promosi perdagangan, investasi dan parawisata serta kegiatan "people to people contact" yang merupakan perwujudan kerja sama antara Indonesia dan Denmark.

Digarisbawahinya kerja sama ketiga artis perupa ini bertujuan meningkatkan dan menginspirasi generasi muda untuk melestarikan budaya warisan bangsa Indonesia dan Denmark.

Ketiganya tampil dengan ciri khas masing-masing. Awang Behartawan, seniman Indonesia lama menetap di Denmark tampil dengan Teknik lukisan repetisi fractal, sementara Dadi Setyadi, seniman kelahiran Tasikmalaya menetap di Yogyakarta khusus datang ke Denmark menampilkan karyanya didominasi dengan tema multi kultur Asia Eropa dan budaya tradisional Indonesia.

Sementara Kristian Von Hornsleth, seniman Denmark memamerkan karya seninya bertema protes sosial dengan balutan Abstract yang mengandung unsur seni Indonesia. Pameran terbuka untuk umum dan berlangsung hingga 24 November mendatang.

Selain menampilkan karya Seniman, undangan juga dihibur tarian dan pertunjukan musik tradisional Gamelan, Grup tari INDA beranggotakan warga Indonesia tampil membawakan tari Nandak dari Betawi dan tari Indang tari tadisional Minang, sementara Pertunjukan Gamelan membuka acara dibawakan Diaspora dan Perhimpunan Pelajar Indonesi (PPI) di Denmark.

Selain itu suguhan berbagai jenis kuliner khas Indonesia mengobati rindu akan tanah air seperti Martabak, Rendang dan nasi kuning serta penganan tradisional kembang goyang dan Carang mas disajikan KBRI Kopenhagen.

Pemotongan tumpeng yang diwakili Kristian Van Horsleth disaksikan seluruh pengunjung. Sebagai penutup acara penari mengajak pengunjung menari bersama dengan tarian line dance popular Indonesia, seperti Poco-Poco, Gemufamire, dan Sajojo. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar