Senin, 24 September 2018 | 09:50 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Negara pulau-kepulauan hadapi ancaman perubahan iklim

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yWK8bP
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yWK8bP
<p>Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno menilai, peningkatan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim bagi negara pulau dan kepulauan mendesak dilakukan mengingat ancaman yang ada.</p><p>Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya forum negara kepulauan dan negara pulau yang digelar dalam Conference of Parties (COP) negara-negara anggota Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di Bonn, Jerman.</p><p>Melalui siaran pers di Jakarta, Senin (13/11), Indonesia dalam pertemuan tersebut menggelar forum negara kepulauan dan negara pulau di Paviliun Indonesia di Bonn, Jerman, di mana forum tersebut diharapkan menjadi katalisator pembentukan kerja sama negara-negara kepulauan dan negara pulau dalam mengatasi dampak perubahan iklim.</p><p>"Pemerintah ingin forum ini dapat menjadi suatu 'platform' kerja sama, saling tukar pengalaman dan informasi serta memberikan pelatihan adaptasi dan mitigasi dampak perubahan cuaca di berbagai negara pulau," katanya.</p><p>Forum yang merupakan kegiatan disela-sela COP ke-23 itu digagas oleh pemerintah Indonesia bersama dengan United Nations Development Program (UNDP) dengan menghadirkan empat pembicara dari Indonesia, Fiji, Maladewa, dan UNDP. Sekitar 50 perwakilan dari negara-negara pulau dari seluruh dunia datang dalam acara tersebut.</p><p>Lebih jauh, Havas menuturkan, urgensi penyelenggaraan forum itu dilandasi oleh suatu kenyataan bahwa negara-negara pulau memiliki tantangan dan ancaman yang sama, tanpa mengenal ukuran, jumlah pulau, panjang pantai, dan tingkat kemajuan ekonomi serta teknologi.</p><p>"Mereka menghadapi masalah yang sama yaitu kenaikan permukaan air laut, abrasi yang sangat parah, terumbu karang yang mati, dan penduduk pesisir yang harus direlokasi," katanya.</p><p>Pernyataan Havas, sesuai dengan laporan panel antar pemerintah untuk perubahan iklim yang dikutip dari situs indonesiaunfccc.com.</p><p>Pada laporan pemeriksaan (AR-5) yang diluncurkan pada tahun 2017 itu disebutkan bahwa negara-negara berkembang khususnya negara kepulauan dan negara-negara pulau kecil sedang menghadapi ancaman nyata yang merupakan efek dari perubahan iklim. Dampak itu berupa banjir, naiknya permukaan air laut, dan naiknya kadar keasaman laut.</p><p>Berbagai langkah telah dilakukan untuk menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Beberapa negara melakukan adaptasi dengan membuat tanggul pantai yang terbuat dari semen dengan bantuan lembaga-lembaga internasional atau negara-negara asing.</p><p>Selain itu, ada beberapa negara yang melakukan reklamasi di pinggir pantai untuk menyelamatkan kehidupan di pesisir yang terancam kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat naiknya permukaan laut.</p><p>"Indonesia sendiri telah kehilangan sekitar 29 ribu hektar akibat kenaikan permukaan air laut di kawasan utara Jawa dan kawasan lainnya," katanya.</p><p>Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Bidang Kemaritiman bertekad untuk serius menangani permasalahan ini. Pasca penyelenggaraan COP 23, Kemenko Bidang Kemaritiman akan kembali melakukan kampanye dalam masalah kelautan dengan menyelenggarakan Konferensi Negara Kepulauan dan Negara Pulau pada tanggal 21-22 November mendatang.</p><p>Dalam konferensi ini, Pemerintah Indonesia akan menggandeng UNDP yang memiliki kekhawatiran yang sama terhadap ancaman nyata perubahan iklim.</p><p>"Terutama pantai yang terabrasi sehingga menyebabkan penduduk yang bermukim di sana terpaksa direlokasi," pungkas Havas. (Ant) </p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 24 September 2018 - 09:45 WIB

Sandiaga berkomitmen tingkatkan kesejahteraan pekerja

Aktual IPTEK | 24 September 2018 - 09:35 WIB

Zaman medsos, foto cetak instan tetap diminati

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 09:24 WIB

Duta PBB untuk disabilitas: Penyandang disabilitas belum terperhatikan

Liga Italia | 24 September 2018 - 09:03 WIB

Hasil dan klasemen Liga Italia, Juve jauhi kejaran pesaing

Liga Spanyol | 24 September 2018 - 08:55 WIB

Hasil laga Liga Spanyol, Barcelona kembali ke puncak klasemen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com