Jumat, 22 Juni 2018 | 06:35 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Negara pulau-kepulauan hadapi ancaman perubahan iklim

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yWK8bP
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2yWK8bP
<p>Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno menilai, peningkatan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim bagi negara pulau dan kepulauan mendesak dilakukan mengingat ancaman yang ada.</p><p>Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya forum negara kepulauan dan negara pulau yang digelar dalam Conference of Parties (COP) negara-negara anggota Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di Bonn, Jerman.</p><p>Melalui siaran pers di Jakarta, Senin (13/11), Indonesia dalam pertemuan tersebut menggelar forum negara kepulauan dan negara pulau di Paviliun Indonesia di Bonn, Jerman, di mana forum tersebut diharapkan menjadi katalisator pembentukan kerja sama negara-negara kepulauan dan negara pulau dalam mengatasi dampak perubahan iklim.</p><p>"Pemerintah ingin forum ini dapat menjadi suatu 'platform' kerja sama, saling tukar pengalaman dan informasi serta memberikan pelatihan adaptasi dan mitigasi dampak perubahan cuaca di berbagai negara pulau," katanya.</p><p>Forum yang merupakan kegiatan disela-sela COP ke-23 itu digagas oleh pemerintah Indonesia bersama dengan United Nations Development Program (UNDP) dengan menghadirkan empat pembicara dari Indonesia, Fiji, Maladewa, dan UNDP. Sekitar 50 perwakilan dari negara-negara pulau dari seluruh dunia datang dalam acara tersebut.</p><p>Lebih jauh, Havas menuturkan, urgensi penyelenggaraan forum itu dilandasi oleh suatu kenyataan bahwa negara-negara pulau memiliki tantangan dan ancaman yang sama, tanpa mengenal ukuran, jumlah pulau, panjang pantai, dan tingkat kemajuan ekonomi serta teknologi.</p><p>"Mereka menghadapi masalah yang sama yaitu kenaikan permukaan air laut, abrasi yang sangat parah, terumbu karang yang mati, dan penduduk pesisir yang harus direlokasi," katanya.</p><p>Pernyataan Havas, sesuai dengan laporan panel antar pemerintah untuk perubahan iklim yang dikutip dari situs indonesiaunfccc.com.</p><p>Pada laporan pemeriksaan (AR-5) yang diluncurkan pada tahun 2017 itu disebutkan bahwa negara-negara berkembang khususnya negara kepulauan dan negara-negara pulau kecil sedang menghadapi ancaman nyata yang merupakan efek dari perubahan iklim. Dampak itu berupa banjir, naiknya permukaan air laut, dan naiknya kadar keasaman laut.</p><p>Berbagai langkah telah dilakukan untuk menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Beberapa negara melakukan adaptasi dengan membuat tanggul pantai yang terbuat dari semen dengan bantuan lembaga-lembaga internasional atau negara-negara asing.</p><p>Selain itu, ada beberapa negara yang melakukan reklamasi di pinggir pantai untuk menyelamatkan kehidupan di pesisir yang terancam kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat naiknya permukaan laut.</p><p>"Indonesia sendiri telah kehilangan sekitar 29 ribu hektar akibat kenaikan permukaan air laut di kawasan utara Jawa dan kawasan lainnya," katanya.</p><p>Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Bidang Kemaritiman bertekad untuk serius menangani permasalahan ini. Pasca penyelenggaraan COP 23, Kemenko Bidang Kemaritiman akan kembali melakukan kampanye dalam masalah kelautan dengan menyelenggarakan Konferensi Negara Kepulauan dan Negara Pulau pada tanggal 21-22 November mendatang.</p><p>Dalam konferensi ini, Pemerintah Indonesia akan menggandeng UNDP yang memiliki kekhawatiran yang sama terhadap ancaman nyata perubahan iklim.</p><p>"Terutama pantai yang terabrasi sehingga menyebabkan penduduk yang bermukim di sana terpaksa direlokasi," pungkas Havas. (Ant) </p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 22 Juni 2018 - 06:31 WIB

Kroasia gunduli Argentina 3-0

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com