Senin, 24 September 2018 | 02:07 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pemerintah bentuk tim gabungan bebaskan 1.300 sandera di Papua

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hpphmB
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2hpphmB
<p>Pemerintah membentuk tim gabungan guna membebaskan 1.300 sandera di Papua, yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa menggunakan kekerasan dalam pembebasan 1.300 sandera tersebut.&nbsp;</p><p>Selain itu,<a href="https://elshinta.com/news/126893" rel="nofollow"> negosiasi terus dilakukan pemerintah</a> kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk segera menyerahkan diri.<br></p><p>Menurut Staf Ahli Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Sri Yunanto saat dihubungi Elshinta, Senin (13/11), persoalan yang terjadi di Papua bisa dikatakan kasus yang berulang dan bukanlah satu fenomena baru. Menurutnya, persoalan di Papua merupakan persoalan yang pelik dan masih menyisakan beberapa kelompok yang ingin melakukan satu kekerasan bersenjata.<br></p><p>“Persoalannya lebih banyak terkait dengan faktor-faktor ekonomi seperti penambangan emas dan juga kalau kita lihat di Papua itu soal kesepakatan antara masing-masing suku dan kelompok ini tidaklah semudah yang kita bayangkan,” kata dia.&nbsp;<br></p><p>Oleh karenanya, lanjut dia, terjadilah penyanderaan yang menahan 1.300 anggota masyarakat yang tidak tidak bersenjata. Ini adalah<a href="https://elshinta.com/news/126897" rel="nofollow"> suatu permasalahan yang harus diselesaikan </a>tanpa menggunakan kekerasan.<br></p><p>“Karena memang kalau di Papua ini kan, isu-isu masalah kekerasan dan HAM itu sangat tinggi, jadi pemerintah, saat ini Pemerintah Jokowi dan segenap seluruh aparat keamanan dan aparat politik yang menangani politik terkait dengan Papua sangat peka terhadap ini sehingga untuk secepat mungkin atau sedapat mungkin melakukan satu penanganan pengamanan tanpa menggunakan kekerasan dan sedikit mungkin meminimlisir korban dari kedua belah pihak,” terangnya.<br></p><p>Karena bagaimana pun, imbuh Sri Yunanto, baik penyandera maupun yang disandera itu adalah sama-sama Warga Negara Indonesia (WNI).&nbsp;<br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com