Sabtu, 25 November 2017

`Skenario berlapis` guna selesaikan penyanderaan 1.300 orang di Papua

Senin, 13 November 2017 11:12

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jl3DUI Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jl3DUI
Ayo berbagi!

Kapolda Papua telah mengeluarkan maklumat terkait dengan penyanderaan 1.300 orang di Papua. Jika sudah keluar maklumat, dinilai biasanya pendekatan yang dilakukan tidak lagi sehalus komunikasi sebelum maklumat tersebut dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Sri Yunanto mengatakan, memang yang terjadi di Papua adalah suatu kriminal bahkan kriminal bersenjata yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pengacau.

“Ini memang menjadi tugas utama kepolisian, oleh karena itu maka Kapolda Papua yang berada di front depan, tetapi ini sangat bergantung dengan perkembangan situasi di lapangan. Selain Kapolda Papua, seluruh elemen bangsa, elemen keamanan dan masyarakat menunjukkan kesiapsiagaannya,” kata dia. 

Sri mengatakan, TNI juga telah menunjukkan kesiapsiagaannya, Polhukam, dan intelijen juga terus melakukan pendekatan-pendekatan agar seminimal mungkin tidak terjadi kekersan dan memakan korban.

“Kewajiban negara itu adalah melindungi warganya, jadi ada istilahnya responsbility to protect. Maka ultimate goal kita adalah melindungi warga negara dan apapun harus dilakukan untuk melindungi warga negara terutama yang disandera. Tetapi seluruh elemen kita sudah siap melakukan tindakan-tindakan dengan skenario yang berlapis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri menambahkan, “kalau bisa secara damai, kita lakukan secara damai tetapi kalau tidak, negara harus hadir, negara harus kuat, negara harus bisa melakukan kewajibannya untuk memberikan perlindungan kepada warga negaranya dan kita mempunyai elemen aparat yang siap siaga.”

Penulis: Yuno.

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar