Sabtu, 25 November 2017

Puskesmas Malang tetap layani vaksin MR, meski program sudah berakhir

Senin, 13 November 2017 10:47

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ywiTkf Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2ywiTkf
Ayo berbagi!

Meski program vaksinasi Measles-Rubella (MR) telah berakhir pada Oktober 2017 silam, namun puskesmas di wilayah Malang, Jawa Timur, masih tetap melayani warga untuk melakukan vaksinasi tersebut. Adanya anak-anak yang belum tervaksin (MR) karena mereka tidak mau melakukan vaksin tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari, seperti dilansir dari Antara. 

Ia mengemukakan adanya anak-anak yang belum tervaksin MR tersebut, bukan karena tidak terjamah oleh Dinkes melainkan karena tidak mau melakukan vaksin, sehingga tidak semua warga yang menjadi sasaran terimunisasi vaksin MR.

"Kami menargetkan 100 persen warga berusia 9 bulan sampai 15 tahun, terutama siswa-siswi SD dan SMP tervaksin MR, namun masih ada yang belum tervaksinasi karena berbagai alasan, di antaranya karena tidak mau," paparnya.

Asih mengakui sebenarnya kesadaran masyarakat akan imunisasi cukup tinggi, namun mereka banyak yang tidak mau diimunisasi vaksin MR. "Kami menduga mereka yang tidak mau divaksin tersebut rata-rata masih beranggapan bahwa vaksin MR tidak halal," ucapnya.

Menurut Asih, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyuluhan dengan memberikan pengertian kepada sasaran vaksin MR, namun mereka tetap enggan melakukan vaksin. "Kalau mereka tetap tidak mau meski sudah dijelaskan secara gamblang, kami tidak bisa apa-apa sebab mereka tidak mau," katanya.

Vaksin MR tersebut, lanjutnya, sudah mendapatkan rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun jika masih ada warga yang enggan melakukan imunisasi, Dinkes tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu kesadaran mereka untuk melakukannya.

Meski program vaksin MR ini telah berakhir sejak Oktober lalu, katanya, pihaknya masih tetap melayani vaksinasi bagi yang belum melakukannya. "Kami tetap melayani vaksinasi bagi yang belum. Kami layani di puskesmas-puskesmas yang tersebar di lima kecamatan di kota ini," katanya.

Upaya "merayu" warga yang tidak mau melakukan imunisasi aksin MR tersebut, tidak hanya dilakukan petugas Dinkes, tetapi para kader pos layanan terpadu (Posyandu) di setiap rukun warga (RW) pun juga gencar mendatangi dan memberikan penyuluhan maupun pengertian ke warga yang tidak mau tersebut, namun mereka tetap kukuh pada keyakinannya, tidak mau divaksin.

Sebenarnya, warga yang enggan melakukan imunisasi tersebut, bukan hanya untuk vaksin MR saja, tetapi juga imunisasi lainnya, termasuk DPT.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar