Senin, 25 Juni 2018 | 22:44 WIB

Daftar | Login

/

Hikmahanto sebut tiga langkah konkret atasi krisis Rohingya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Sumber foto: http://bit.ly/2iS7KDL
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Sumber foto: http://bit.ly/2iS7KDL
<p>Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan, negara-negara ASEAN harus melakukan tiga langkah konkret untuk mengatasi krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.</p><p>"Salah satu tindakan konkret adalah ASEAN menjatuhkan sanksi berupa embargo ekonomi terhadap Myanmar sampai Pemerintah Myanmar mengubah kebijakannya," kata Hikmahanto Juwana, di Jakarta, Senin (13/11).</p><p>Dikutip <i>Antara</i>, Hikmahanto mengatakan kebijakan itu ada tiga. Pertama, tidak membiarkan aparat di lapangan untuk melakukan persekusi atas etnis Rohingya.</p><p>"Kedua, menerima kembali etnis Rohingya yang saat ini berada di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Ketiga, merekonstruksi kembali desa-desa dan tempat pemukiman para etnis Rohingya," kata dia.</p><p>Tiga langkah konkret di atas diharapkan dapat dibahas oleh kepala pemerintahan dan kepala negara ASEAN dalam pertemuannya di Manila.</p><p>Sedangkan pengakuan terhadap etnis Rohingya sebagai warga Myanmar perlu dilakukan dengan tahapan yang disesuaikan dengan kondisi dan peraturan di Myanmar.</p><p>Pengakuan tidak perlu dikaitkan dengan embargo ekonomi mengingat masalah ini membutuhkan waktu.</p><p>Bila dikaitkan akan dianggap sebagai campur tangan negara-negara ASEAN dalam masalah domestik Myanmar, ujar dia pula.</p><p>Ia mengatakan, dorongan Indonesia kepada negara-negara ASEAN agar melakukan tindakan konkret atas krisis kemanusian di Myanmar adalah tepat sasaran dan tepat waktu.</p><p>Dorongan ini disampaikan oleh Menlu Retno P Marsudi yang menyatakan bahwa situasi di Rakhine State memerlukan komitmen dan tindakan yang konkret agar krisis kemanusiaan dapat segera diakhiri.</p><p>Pernyataan ini disampaikan Pertemuan ASEAN Political and Security Community (APSC) Council, di Manila, Minggu (12/11).</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 25 Juni 2018 - 22:06 WIB

Mahasiswa UMM ciptakan prototipe mesin cuci tanpa listrik

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:56 WIB

Amankan Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo turunkan 452 personel

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:36 WIB

KPU Purwakarta prioritaskan distribusi logistik Pilkada ke kecamatan terjauh

Pilkada Serentak 2018 | 25 Juni 2018 - 21:27 WIB

Jaga netralitas, TNI dilarang berada dekat TPS

Aktual Dalam Negeri | 25 Juni 2018 - 21:15 WIB

Sembilan TPS rawan konflik Solo dijaga 10.050 aparat gabungan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com