Selasa, 11 Desember 2018 | 04:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

NTT butuh investasi pabrik pembuat nitrogen cair

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yUEmHP
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yUEmHP
<p>Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dani Suhadi mengatakan daerah itu membutuhkan pabrik pembuat nitrogen (N2) cair untuk kelancaran inseminasi buatan melalui Program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab) di daerah itu.</p><p> "Daerah ini masih membutuhkan ketersediaan nitrogen cair yang banyak untuk mendukung peningkatan produksi tenak melalui teknologi reproduksi inseminasi buatan," kata Dani Suhadi saat dihubungi Antara di Kupang, Senin (13/11).</p><p> Nitrogen cair, katanya, akan berfungsi mendistribusikan semen beku atau sperma sapi yang selama ini mengandalkan dari Balai Inseminasi Buatan di Singosari Jawa Timur dan Lembang Jawa Barat.</p><p> Ia menjelaskan sejak pelaksanaan Program Siwab di daerah itu, kebutuhan nitrogen cair mengandalkan pasokan yang diproduksi perusahaan Aneka Gas di Surabaya, Jawa Timur dengan harga standar e-katalog.</p><p> "Untuk kelancaran inseminasi buatan menyiasati dengan pembelian nitrogen cair dengan kontainer besar yang namanya ranger dengan kapasitas sekali angkut mencapai 400 hingga 500 liter," katanya.</p><p> "Ada empat ranger yang kami adakan sehingga bisa bolak-balik, ketika pasokan sampai di sini kami isi dan yang lain kirim kembali untuk kelancaran pasokan karena memang dibutuhkan banyak nitrogen cair," katanya.</p><p> Menurutnya, meskipun pelaksanaan inseminasi buatan di NTT telah melampaui target yakni tercatat hingga November 2017 sudah mencapai 39.000 ekor sapi dari target 25.000 ekor lebih dalam tahun ini, namun untuk memastikan ketersediaan pasokan nitrogen cair ke depan maka dibutuhkan adanya pabrik di daerah itu.</p><p> Hal itu untuk memastikan kebutuhan di kabupaten-kabupaten di daerah itu bisa tercukupi karena untuk mendistribusikan semen beku harus dibungkus dengan nitrogen cair dengan kondisi suhu rendah yaitu minus 120 derajat Celcius.</p><p> Lebih lanjut, Dani menjelaskan pembangunan pabrik nitrogen cair di daerah setempat sebenarnya sudah diusulkan sejak 2015 dengan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK).</p><p> "Bahkan waktu itu sudah mau dibangun namun karena kendala aspek teknis yang belum bisa disiapkan pihak supplier akhirnya kami tunda karena rencana itu kan menggunakan dana DAK," katanya.</p><p> Untuk itu, menurutnya, jika investasi pembangunan pabrik nitrogen cair ke depan bisa direalisasikan maka akan berdampak besar bagi peningkatan produktivitas ternak sapi di provinsi berbasiskan kepulauan itu.</p><p> "Sepanjang bisa dilakukan akan lebih bagus, untuk sementara kami siasatinya dengan mendatangkan pasokan dari Aneka Gas," katanya.</p><p> "Tentu kalau bisa dkbangun pabrik maka dihitung juga harganya apakah cukup ekonomis atau tidak sehingga janhan sampai produksi di sini lebih mahal dibandingkan dari Aneka Gas Surabaya yang merupakan BUMN," kata Dani Suhadi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dani Suhadi mengatakan daerah itu membutuhkan pabrik pembuat nitrogen (N2) cair untuk kelancaran inseminasi buatan melalui Program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab) di daerah itu.</p><p> "Daerah ini masih membutuhkan ketersediaan nitrogen cair yang banyak untuk mendukung peningkatan produksi tenak melalui teknologi reproduksi inseminasi buatan," kata Dani Suhadi saat dihubungi Antara di Kupang, Senin (13/11).</p><p> Nitrogen cair, katanya, akan berfungsi mendistribusikan semen beku atau sperma sapi yang selama ini mengandalkan dari Balai Inseminasi Buatan di Singosari Jawa Timur dan Lembang Jawa Barat.</p><p> Ia menjelaskan sejak pelaksanaan Program Siwab di daerah itu, kebutuhan nitrogen cair mengandalkan pasokan yang diproduksi perusahaan Aneka Gas di Surabaya, Jawa Timur dengan harga standar e-katalog.</p><p> "Untuk kelancaran inseminasi buatan menyiasati dengan pembelian nitrogen cair dengan kontainer besar yang namanya ranger dengan kapasitas sekali angkut mencapai 400 hingga 500 liter," katanya.</p><p> "Ada empat ranger yang kami adakan sehingga bisa bolak-balik, ketika pasokan sampai di sini kami isi dan yang lain kirim kembali untuk kelancaran pasokan karena memang dibutuhkan banyak nitrogen cair," katanya.</p><p> Menurutnya, meskipun pelaksanaan inseminasi buatan di NTT telah melampaui target yakni tercatat hingga November 2017 sudah mencapai 39.000 ekor sapi dari target 25.000 ekor lebih dalam tahun ini, namun untuk memastikan ketersediaan pasokan nitrogen cair ke depan maka dibutuhkan adanya pabrik di daerah itu.</p><p> Hal itu untuk memastikan kebutuhan di kabupaten-kabupaten di daerah itu bisa tercukupi karena untuk mendistribusikan semen beku harus dibungkus dengan nitrogen cair dengan kondisi suhu rendah yaitu minus 120 derajat Celcius.</p><p> Lebih lanjut, Dani menjelaskan pembangunan pabrik nitrogen cair di daerah setempat sebenarnya sudah diusulkan sejak 2015 dengan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK).</p><p> "Bahkan waktu itu sudah mau dibangun namun karena kendala aspek teknis yang belum bisa disiapkan pihak supplier akhirnya kami tunda karena rencana itu kan menggunakan dana DAK," katanya.</p><p> Untuk itu, menurutnya, jika investasi pembangunan pabrik nitrogen cair ke depan bisa direalisasikan maka akan berdampak besar bagi peningkatan produktivitas ternak sapi di provinsi berbasiskan kepulauan itu.</p><p> "Sepanjang bisa dilakukan akan lebih bagus, untuk sementara kami siasatinya dengan mendatangkan pasokan dari Aneka Gas," katanya.</p><p> "Tentu kalau bisa dkbangun pabrik maka dihitung juga harganya apakah cukup ekonomis atau tidak sehingga janhan sampai produksi di sini lebih mahal dibandingkan dari Aneka Gas Surabaya yang merupakan BUMN," kata Dani Suhadi. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com