Jumat, 22 Juni 2018 | 04:28 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Bupati Kotawarigin Timur imbau warga waspada buaya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
<p>Meningkatnya ancaman serangan buaya di Sungai Mentaya, membuat Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi khawatir dan mengingatkan masyarakatnya lebih waspada saat beraktivitas di sungai.</p><p>"Saya mengimbau masyarakat waspada dengan buaya yang berkeliaran. Hati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Supian di Sampit, seperti dilansir dari <i>Antara&nbsp;</i>Senin (13/11).<br></p><p>Dua bulan terakhir, buaya makin sering muncul di Sungai Mentaya, khususnya di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau yang letaknya berseberangan. Bahkan, pernah warga mendapati buaya muncul di depan pintu rumah mereka, diduga karena mengincar ternak seperti ayam dan bebek.<br></p><p>Kejadian yang makin membuat masyarakat takut adalah ditangkapnya seekor buaya besar di halaman rumah seorang warga bernama H Hasan di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan pada Jumat (10/11) tengah malam. Saat itu kawasan tersebut sempat dilanda banjir hampir selutut orang dewasa akibat sungai sedang pasang, sehingga buaya dengan mudah naik ke darat.<br></p><p>Untungnya binatang ganas itu berhasil ditangkap menggunakan jaring sehingga tidak sampai menimbulkan korban. Buaya itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan kemudian dilepas di Suaka Margasatwa di Kabupaten Lamandau.<br></p><p>"Kalau dapat buaya, serahkan ke BKSDA. Jangan dibunuh. Menurut saya, perlu tim mengevaluasi tingkat keganasan buaya. Data, di mana saja buaya sering muncul supaya bisa diantisipasi. Kalau bisa, relokasi," kata Supian.<br></p><p>Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau.<br></p><p>Sebagian besar korbannya meninggal dunia. Bahkan ada beberapa korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.<br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com