Selasa, 11 Desember 2018 | 04:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Bupati Kotawarigin Timur imbau warga waspada buaya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
<p>Meningkatnya ancaman serangan buaya di Sungai Mentaya, membuat Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi khawatir dan mengingatkan masyarakatnya lebih waspada saat beraktivitas di sungai.</p><p>"Saya mengimbau masyarakat waspada dengan buaya yang berkeliaran. Hati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Supian di Sampit, seperti dilansir dari <i>Antara&nbsp;</i>Senin (13/11).<br></p><p>Dua bulan terakhir, buaya makin sering muncul di Sungai Mentaya, khususnya di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau yang letaknya berseberangan. Bahkan, pernah warga mendapati buaya muncul di depan pintu rumah mereka, diduga karena mengincar ternak seperti ayam dan bebek.<br></p><p>Kejadian yang makin membuat masyarakat takut adalah ditangkapnya seekor buaya besar di halaman rumah seorang warga bernama H Hasan di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan pada Jumat (10/11) tengah malam. Saat itu kawasan tersebut sempat dilanda banjir hampir selutut orang dewasa akibat sungai sedang pasang, sehingga buaya dengan mudah naik ke darat.<br></p><p>Untungnya binatang ganas itu berhasil ditangkap menggunakan jaring sehingga tidak sampai menimbulkan korban. Buaya itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan kemudian dilepas di Suaka Margasatwa di Kabupaten Lamandau.<br></p><p>"Kalau dapat buaya, serahkan ke BKSDA. Jangan dibunuh. Menurut saya, perlu tim mengevaluasi tingkat keganasan buaya. Data, di mana saja buaya sering muncul supaya bisa diantisipasi. Kalau bisa, relokasi," kata Supian.<br></p><p>Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau.<br></p><p>Sebagian besar korbannya meninggal dunia. Bahkan ada beberapa korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.<br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Meningkatnya ancaman serangan buaya di Sungai Mentaya, membuat Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi khawatir dan mengingatkan masyarakatnya lebih waspada saat beraktivitas di sungai.</p><p>"Saya mengimbau masyarakat waspada dengan buaya yang berkeliaran. Hati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Supian di Sampit, seperti dilansir dari <i>Antara&nbsp;</i>Senin (13/11).<br></p><p>Dua bulan terakhir, buaya makin sering muncul di Sungai Mentaya, khususnya di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau yang letaknya berseberangan. Bahkan, pernah warga mendapati buaya muncul di depan pintu rumah mereka, diduga karena mengincar ternak seperti ayam dan bebek.<br></p><p>Kejadian yang makin membuat masyarakat takut adalah ditangkapnya seekor buaya besar di halaman rumah seorang warga bernama H Hasan di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan pada Jumat (10/11) tengah malam. Saat itu kawasan tersebut sempat dilanda banjir hampir selutut orang dewasa akibat sungai sedang pasang, sehingga buaya dengan mudah naik ke darat.<br></p><p>Untungnya binatang ganas itu berhasil ditangkap menggunakan jaring sehingga tidak sampai menimbulkan korban. Buaya itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan kemudian dilepas di Suaka Margasatwa di Kabupaten Lamandau.<br></p><p>"Kalau dapat buaya, serahkan ke BKSDA. Jangan dibunuh. Menurut saya, perlu tim mengevaluasi tingkat keganasan buaya. Data, di mana saja buaya sering muncul supaya bisa diantisipasi. Kalau bisa, relokasi," kata Supian.<br></p><p>Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau.<br></p><p>Sebagian besar korbannya meninggal dunia. Bahkan ada beberapa korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.<br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com