Senin, 24 September 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Bupati Kotawarigin Timur imbau warga waspada buaya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AGuQFp
<p>Meningkatnya ancaman serangan buaya di Sungai Mentaya, membuat Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi khawatir dan mengingatkan masyarakatnya lebih waspada saat beraktivitas di sungai.</p><p>"Saya mengimbau masyarakat waspada dengan buaya yang berkeliaran. Hati-hati saat beraktivitas di sungai," kata Supian di Sampit, seperti dilansir dari <i>Antara&nbsp;</i>Senin (13/11).<br></p><p>Dua bulan terakhir, buaya makin sering muncul di Sungai Mentaya, khususnya di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Seranau yang letaknya berseberangan. Bahkan, pernah warga mendapati buaya muncul di depan pintu rumah mereka, diduga karena mengincar ternak seperti ayam dan bebek.<br></p><p>Kejadian yang makin membuat masyarakat takut adalah ditangkapnya seekor buaya besar di halaman rumah seorang warga bernama H Hasan di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan pada Jumat (10/11) tengah malam. Saat itu kawasan tersebut sempat dilanda banjir hampir selutut orang dewasa akibat sungai sedang pasang, sehingga buaya dengan mudah naik ke darat.<br></p><p>Untungnya binatang ganas itu berhasil ditangkap menggunakan jaring sehingga tidak sampai menimbulkan korban. Buaya itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah dan kemudian dilepas di Suaka Margasatwa di Kabupaten Lamandau.<br></p><p>"Kalau dapat buaya, serahkan ke BKSDA. Jangan dibunuh. Menurut saya, perlu tim mengevaluasi tingkat keganasan buaya. Data, di mana saja buaya sering muncul supaya bisa diantisipasi. Kalau bisa, relokasi," kata Supian.<br></p><p>Serangan buaya terhadap warga sudah banyak memakan korban. Insiden buaya menerkam manusia di kawasan itu pernah terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau.<br></p><p>Sebagian besar korbannya meninggal dunia. Bahkan ada beberapa korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.<br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 24 September 2018 - 09:45 WIB

Sandiaga berkomitmen tingkatkan kesejahteraan pekerja

Aktual IPTEK | 24 September 2018 - 09:35 WIB

Zaman medsos, foto cetak instan tetap diminati

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 09:24 WIB

Duta PBB untuk disabilitas: Penyandang disabilitas belum terperhatikan

Liga Italia | 24 September 2018 - 09:03 WIB

Hasil dan klasemen Liga Italia, Juve jauhi kejaran pesaing

Liga Spanyol | 24 September 2018 - 08:55 WIB

Hasil laga Liga Spanyol, Barcelona kembali ke puncak klasemen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com