Minggu, 24 Juni 2018 | 21:29 WIB

Daftar | Login

/

Australia Dinilai Pantas Pimpin Pengadilan Anti Korupsi Internasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Hakim Mark Wolf meyakini Australia dapat menjadi bagian dari pembentukan pengadilan anti korupsi internasional.
(Courtesy: AustraliaPlus) Hakim Mark Wolf meyakini Australia dapat menjadi bagian dari pembentukan pengadilan anti korupsi internasional.
<p>Hakim senior dari Pengadilan Negeri AS, Mark Wolf telah menghabiskan seluruh waktu dalam karir profesionalnya untuk mentargetkan kasus korupsi.</p><p>Hakim Mark Wolf sedang mengunjungi Australia dan akan berbicara di Sydney, New South Wales pekan ini tentang kampanyenya untuk membentuk pengadilan anti-korupsi internasional.</p><p>"Saya berharap peran Australia nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembentukan pengadilan ini," kata Hakim Wolf.</p><p>"Kolumbia telah menjadi negara pertama yang mendukung gagasan pengadilan ini ... tapi saya memandang Kanada dan Australia sebagai kandidat utama.</p><p>"Kedua negara ini sangat baik di bidang hak asasi manusia dan ini sebanding dalam beberapa hal terhadap isu hak asasi manusia."</p><p>Hakim Mark Wolf membuat perbandingan itu karena tingkat korupsi yang dia bicarakan tidak mirip dengan seseorang yang mencuri pena dari lemari alat-alat tulis kantor.</p><p>Dia sedang membicarakan korupsi besar.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>“Definisi ini berasal dari disi saya pribadi dan juga yang lain sebagai jenis korupsi yang dilakukan oleh seorang pemimpin bangsa, kadang-kadang disebut kleptokrat, di mana mereka menggunakan pemerintahan mereka untuk keuntungan pribadi,&quot; kata Hakim Mark Wolf.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Jadi korupsi besar pada dasarnya didefinisikan oleh pemerintahan yang dipegang oleh seseorang yang melakukan kejahatan jenis ini.”</p><p>Hakim Mark Wolf mengutip negara-negara seperti Angola, Turki dan Rusia yang menunjukkan karakteristik korupsi besar.</p><p>Dia mengatakan dalam beberapa kasus [korupsi besar] memiliki kaitan dengan terorisme - baik sebagai pendukung langsung, atau gangguan yang diciptakan dari tindak korupsi itu telah menyebabkan dilakukannya upaya internasional untuk mencegah terorisme.</p><h3>Korupsi membebani dunia triliunan</h3><p>Hakim Mark Wolf mengatakan bahwa penyuapan  telah membebani ekonomi dunia hingga triliunan dolar dan rezim yang korup tersebut secara rutin telah menyalahgunakan hak asasi warga negaranya.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9143132-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Mark Wolf" alt="Mark Wolf" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Hakim Mark Wolf mengatakan Angola, Turki dan Rusia menampilkan karakteristik dari sebuah korupsi besar.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News: Simon Royal</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>"Hampir ada korelasi yang lengkap antara negara-negara yang memiliki kepemimpinan paling korup dengan negara-negara yang bertindak paling kejam terhadap hak asasi warga negara mereka," katanya.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Mereka (pimpinan di negara yang korupsi) mengendalikan polisi, jaksa dan pengadilan dan mereka tidak akan mengizinkan praktek penuntutan dan hukuman yang jujur dan efektif terhadap teman-teman dan keluarga mereka serta diri mereka sendiri.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Hakim Mark Wolf mengakui bahwa jika pengadilan internasional seperti itu dapat dibentuk, kepatuhan terhadap keputusannya oleh rezim yang korup akan menjadi  sebuah masalah - untuk memulai.</p><p>"Saya pikir seiring dengan hadirnya pengadilan jenis ini dalam waktu yang lebih lama, budaya dimana anda tidak mematuhi perintah pengadilan dan negara tersebut harus memahami dan menyerahkan orang itu akan berkembang," katanya.</p><p>"Penting untuk mencoba dan menunjukkan kepada orang-orang bahwa dunia luar sedang menonton."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-11-12/amercian-judge-pushes-for-an-international-anti-corruption/9140094" target="_self" title=""><strong><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></strong></a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Pembangunan | 24 Juni 2018 - 19:37 WIB

Pembangunan jembatan Bengawan Solo hampir selesai

Lingkungan | 24 Juni 2018 - 19:13 WIB

Bunga bangkai langka siap mekar di Bengkulu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com