Selasa, 11 Desember 2018 | 03:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kemenag tingkatkan peran penyuluh cegah paham ISIS

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Logo Kemenag. Sumber Foto: http://bit.ly/2AFbW1x
Logo Kemenag. Sumber Foto: http://bit.ly/2AFbW1x
<p>Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu meningkatkan peran penyuluh guna mencegah masuk dan berkembangnya paham radikal ISIS di daerahnya.</p><p> Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar di Bengkulu, Senin (13/11), menyebutkan langkah pencegahan tersebut juga merupakan tindakan cepat tanggap setelah adanya seorang mahasiswa universitas setempat yang terkena deportasi karena berniat masuk ke Suriah dan diduga akan bergabung dengan ISIS.</p><p> "ISIS itu bukan agama, tetapi organisasi, kita tidak ingin masyarakat terjebak paham tidak benar dari organisasi radikal seperti ini," kata dia.</p><p> Kemenag setempat ikut memantau, lewat apa paham ini bisa sampai ke masyarakat Provinsi Bengkulu.</p><p> Menurut Bustasar, ada banyak cara paham-paham radikal masuk ke tengah masyarakat, tidak hanya melalui kelompok tertentu saja yang bermukim di suatu daerah.</p><p> "Seperti lewat jaringan internet, jadi tidak harus kelompok. Tugas kita bukan melakukan penindakan, tetapi memeberikan pandangan agama yang benar ke masyarakat," kata dia lagi.</p><p> Ada beberapa cara Kemenag Provinsi Bengkulu menutup potensi paham radikal masuk dan berkembang di tengah masyarakat.</p><p> "Yang pertama meningkatkan peran penyuluhan di berbagai kesempatan, mulai dari tingkat anak, remaja sampai dewasa. Untuk anak-anak bisa lewat pesantren dan madrasah," ucapnya.</p><p> Bustasar juga mengajak ulama setempat terutama saat berceramah agar menyelipkan pesan bahwa paham radikal sangat berbahaya dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.</p><p> "Selain itu kita terus membina berbagai program keluarga sakinah di setiap kabupaten dan kota, karena pembelajaran awal itu sebenarnya dimulai dari lingkungan keluarga," ujarnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu meningkatkan peran penyuluh guna mencegah masuk dan berkembangnya paham radikal ISIS di daerahnya.</p><p> Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar di Bengkulu, Senin (13/11), menyebutkan langkah pencegahan tersebut juga merupakan tindakan cepat tanggap setelah adanya seorang mahasiswa universitas setempat yang terkena deportasi karena berniat masuk ke Suriah dan diduga akan bergabung dengan ISIS.</p><p> "ISIS itu bukan agama, tetapi organisasi, kita tidak ingin masyarakat terjebak paham tidak benar dari organisasi radikal seperti ini," kata dia.</p><p> Kemenag setempat ikut memantau, lewat apa paham ini bisa sampai ke masyarakat Provinsi Bengkulu.</p><p> Menurut Bustasar, ada banyak cara paham-paham radikal masuk ke tengah masyarakat, tidak hanya melalui kelompok tertentu saja yang bermukim di suatu daerah.</p><p> "Seperti lewat jaringan internet, jadi tidak harus kelompok. Tugas kita bukan melakukan penindakan, tetapi memeberikan pandangan agama yang benar ke masyarakat," kata dia lagi.</p><p> Ada beberapa cara Kemenag Provinsi Bengkulu menutup potensi paham radikal masuk dan berkembang di tengah masyarakat.</p><p> "Yang pertama meningkatkan peran penyuluhan di berbagai kesempatan, mulai dari tingkat anak, remaja sampai dewasa. Untuk anak-anak bisa lewat pesantren dan madrasah," ucapnya.</p><p> Bustasar juga mengajak ulama setempat terutama saat berceramah agar menyelipkan pesan bahwa paham radikal sangat berbahaya dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.</p><p> "Selain itu kita terus membina berbagai program keluarga sakinah di setiap kabupaten dan kota, karena pembelajaran awal itu sebenarnya dimulai dari lingkungan keluarga," ujarnya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com