Jumat, 24 November 2017

Pembatik Papua diajarkan membatik prada

Senin, 13 November 2017 20:37

Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Dalam rangka meningkatkan kualitas produk batik di Provinsi Papua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar pelatihan membatik prada kepada 30 orang perwakilan UMKM dan pelajar di Jayapura.

Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Yon Widiyono mengatakan, pelatihan membatik prada ini menjadi salah satu bagian Bank Indonesia dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan hasil produk batik di Jayapura khususnya batik prada yang selama ini belum pernah ada dibuat.

“Nah selama ini BI sendiri mengamati pembatik belum ada yang menghasilkan batik prada. Makanya kita buat pelatihan ini agar mereka bisa membuat batik prada dan mempunyai kelebihan motof tersendiri dalam batik yang dihasilkan,” kata Yon Widiyono di Sanggar Batik Mama Ibo Sentani, Senin (13/11), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Lebih lanjut kata Widiyono, pada pelatihan kali ini, peserta tidak hanya diajarkan membuat batik prada, tetapi juga memproduksi bahanya serta teknik membatik tulis.

"Kalau kita beli dari Jawa satu botol 20 ml harganya Rp60 ribu, sementara kalau buat senidiri, untuk satu botol biayanya hanya Rp2.500, jadi efisiensinya luar biasa," kata dia.

Widiyono menyebutkan, pihaknya dalam upayanya mengembangkan perekonomian Papua, BI menggunakan dua strategi pengembangan UMKM. Yaitu UMKM Pangan dan UMKM unggulan.

"UMKM Pangan lebih untuk membantu upaya BI menekan inflasi daerah, sementara UMKM unggulan seperti yang kita lakukakn di Kelompok pembatik Dobonsolo ini bersifat keberpihakan untuk mengembangkan kapasitas ekonomi lokal," ujarnya lagi.

Menurutnya, pelatihan membatik prada ini berlangsung selama empat hari, dengan mendatangkan pembatik binaan BI Jawa Timur, yaitu dari kelompok Batik Bhre Tumapel, Malang.

Ia menambahkan, dalam pelatihan yang dilakukan di "Sanggar Batik Mama Ibo", Sentani, Kabupaten Jayapura, pihaknya juga akan memberikan materi tentang perdagangan daring (online) yang kini hampir dilakukan untuk semua sektor perdagangan.

“Kita harapkan para pembatik di Papua, harus siap menghadapi persaingan pasar yang saat ini telah berlangsung,” ungkapnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar