Selasa, 11 Desember 2018 | 04:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pembatik Papua diajarkan membatik prada

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta
<p>Dalam rangka meningkatkan kualitas produk batik di Provinsi Papua,&nbsp;Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar pelatihan&nbsp;membatik prada kepada 30 orang perwakilan UMKM dan pelajar di&nbsp;Jayapura.</p><p>Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Kantor Perwakilan&nbsp;Bank Indonesia Provinsi Papua, Yon Widiyono mengatakan, pelatihan&nbsp;membatik prada ini menjadi salah satu bagian Bank Indonesia dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan hasil produk batik di&nbsp;Jayapura khususnya batik prada yang selama ini belum pernah ada&nbsp;dibuat.</p><p>“Nah selama ini BI sendiri mengamati pembatik belum ada yang&nbsp;menghasilkan batik prada. Makanya kita buat pelatihan ini agar mereka&nbsp;bisa membuat batik prada dan mempunyai kelebihan motof tersendiri&nbsp;dalam batik yang dihasilkan,” kata Yon Widiyono di Sanggar Batik Mama&nbsp;Ibo Sentani, Senin (13/11), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.</i></p><p>Lebih lanjut kata Widiyono, pada pelatihan kali ini, peserta tidak&nbsp;hanya diajarkan membuat batik prada, tetapi juga memproduksi bahanya&nbsp;serta teknik membatik tulis. </p><p>"Kalau kita beli dari Jawa satu botol 20&nbsp;ml harganya Rp60 ribu, sementara kalau buat senidiri, untuk satu botol&nbsp;biayanya hanya Rp2.500, jadi efisiensinya luar biasa," kata dia.</p><p>Widiyono menyebutkan, pihaknya dalam upayanya mengembangkan&nbsp;perekonomian Papua, BI menggunakan dua strategi pengembangan UMKM.&nbsp;Yaitu UMKM Pangan dan UMKM unggulan.</p><p>"UMKM Pangan lebih untuk membantu upaya BI menekan inflasi daerah,&nbsp;sementara UMKM unggulan seperti yang kita lakukakn di Kelompok&nbsp;pembatik Dobonsolo ini bersifat keberpihakan untuk mengembangkan&nbsp;kapasitas ekonomi lokal," ujarnya lagi.</p><p>Menurutnya, pelatihan membatik prada ini berlangsung selama empat&nbsp;hari, dengan mendatangkan pembatik binaan BI Jawa Timur, yaitu dari&nbsp;kelompok Batik Bhre Tumapel, Malang.</p><p>Ia menambahkan, dalam pelatihan yang dilakukan di "Sanggar Batik Mama&nbsp;Ibo", Sentani, Kabupaten Jayapura, pihaknya juga akan memberikan&nbsp;materi tentang perdagangan daring (online) yang kini hampir dilakukan&nbsp;untuk semua sektor perdagangan.</p><p>“Kita harapkan para pembatik di Papua, harus siap menghadapi&nbsp;persaingan pasar yang saat ini telah berlangsung,” ungkapnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Dalam rangka meningkatkan kualitas produk batik di Provinsi Papua,&nbsp;Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar pelatihan&nbsp;membatik prada kepada 30 orang perwakilan UMKM dan pelajar di&nbsp;Jayapura.</p><p>Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Kantor Perwakilan&nbsp;Bank Indonesia Provinsi Papua, Yon Widiyono mengatakan, pelatihan&nbsp;membatik prada ini menjadi salah satu bagian Bank Indonesia dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan hasil produk batik di&nbsp;Jayapura khususnya batik prada yang selama ini belum pernah ada&nbsp;dibuat.</p><p>“Nah selama ini BI sendiri mengamati pembatik belum ada yang&nbsp;menghasilkan batik prada. Makanya kita buat pelatihan ini agar mereka&nbsp;bisa membuat batik prada dan mempunyai kelebihan motof tersendiri&nbsp;dalam batik yang dihasilkan,” kata Yon Widiyono di Sanggar Batik Mama&nbsp;Ibo Sentani, Senin (13/11), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.</i></p><p>Lebih lanjut kata Widiyono, pada pelatihan kali ini, peserta tidak&nbsp;hanya diajarkan membuat batik prada, tetapi juga memproduksi bahanya&nbsp;serta teknik membatik tulis. </p><p>"Kalau kita beli dari Jawa satu botol 20&nbsp;ml harganya Rp60 ribu, sementara kalau buat senidiri, untuk satu botol&nbsp;biayanya hanya Rp2.500, jadi efisiensinya luar biasa," kata dia.</p><p>Widiyono menyebutkan, pihaknya dalam upayanya mengembangkan&nbsp;perekonomian Papua, BI menggunakan dua strategi pengembangan UMKM.&nbsp;Yaitu UMKM Pangan dan UMKM unggulan.</p><p>"UMKM Pangan lebih untuk membantu upaya BI menekan inflasi daerah,&nbsp;sementara UMKM unggulan seperti yang kita lakukakn di Kelompok&nbsp;pembatik Dobonsolo ini bersifat keberpihakan untuk mengembangkan&nbsp;kapasitas ekonomi lokal," ujarnya lagi.</p><p>Menurutnya, pelatihan membatik prada ini berlangsung selama empat&nbsp;hari, dengan mendatangkan pembatik binaan BI Jawa Timur, yaitu dari&nbsp;kelompok Batik Bhre Tumapel, Malang.</p><p>Ia menambahkan, dalam pelatihan yang dilakukan di "Sanggar Batik Mama&nbsp;Ibo", Sentani, Kabupaten Jayapura, pihaknya juga akan memberikan&nbsp;materi tentang perdagangan daring (online) yang kini hampir dilakukan&nbsp;untuk semua sektor perdagangan.</p><p>“Kita harapkan para pembatik di Papua, harus siap menghadapi&nbsp;persaingan pasar yang saat ini telah berlangsung,” ungkapnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com