Rabu, 12 Desember 2018 | 13:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Bahasa terancam tergerus globalisasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Anggota DPR RI Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Anggota DPR RI Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
<p>Anggota DPR RI Anang Hermansyah mengatakan momentum peringatan Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan mestinya meneguhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Namun saat ini, bahasa Indonesia kian tergerus zaman. Padahal, konstitusi dan UU telah mengaturnya. </p><p>Anggota DPR RI komisi X itu mengaku prihatin dengan penggunaan bahasa Indonesia, padahal soal bahasa telah diamanatkan di konstitusi dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bahasa.&nbsp; </p><p>"Kontekstualisasi makna sumpah pemuda dan hari pahlawan salah satunya penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Hari ini, kita saksikan bahasa Indonesia dicampuraduk dengan bahasa-bahasa asing. Bahasa Indonesia lambat laun tergerus dengan globalsiasi, " ujar Anang, Senin (13/11), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.</i></p><p>Legeslatif senayan asal pemilihan Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang ini mencontohkan penggunaan istilah yang belakangan populer di masyarakat seperti "zaman now" yang juga tak luput digunakan oleh para pejabat negara.&nbsp; </p><p>Ia memahami bila penggunaan istilah tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan dengan kelompok generasi millennial. </p><p>"Yang jadi soal, istilah itu muncul di forum resmi yang mewajibkan dengan penggunaan bahasa Indonesia," sebut Anang.</p><p>Anang mengatakan keberadaan bahasa merupakan hal elementer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, globalisasi tidak menjadi alasan untuk mengenyampingkan bahasa.</p><p>"Bahasa adalah jati diri bangsa, tidak boleh tergerus oleh globalisasi," tandas Anang.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

<p>Anggota DPR RI Anang Hermansyah mengatakan momentum peringatan Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan mestinya meneguhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Namun saat ini, bahasa Indonesia kian tergerus zaman. Padahal, konstitusi dan UU telah mengaturnya. </p><p>Anggota DPR RI komisi X itu mengaku prihatin dengan penggunaan bahasa Indonesia, padahal soal bahasa telah diamanatkan di konstitusi dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bahasa.&nbsp; </p><p>"Kontekstualisasi makna sumpah pemuda dan hari pahlawan salah satunya penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Hari ini, kita saksikan bahasa Indonesia dicampuraduk dengan bahasa-bahasa asing. Bahasa Indonesia lambat laun tergerus dengan globalsiasi, " ujar Anang, Senin (13/11), seperti dilaporkan <i>Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.</i></p><p>Legeslatif senayan asal pemilihan Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang ini mencontohkan penggunaan istilah yang belakangan populer di masyarakat seperti "zaman now" yang juga tak luput digunakan oleh para pejabat negara.&nbsp; </p><p>Ia memahami bila penggunaan istilah tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan dengan kelompok generasi millennial. </p><p>"Yang jadi soal, istilah itu muncul di forum resmi yang mewajibkan dengan penggunaan bahasa Indonesia," sebut Anang.</p><p>Anang mengatakan keberadaan bahasa merupakan hal elementer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, globalisasi tidak menjadi alasan untuk mengenyampingkan bahasa.</p><p>"Bahasa adalah jati diri bangsa, tidak boleh tergerus oleh globalisasi," tandas Anang.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com