Jumat, 24 November 2017

Bahasa terancam tergerus globalisasi

Senin, 13 November 2017 20:26

Anggota DPR RI Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta Anggota DPR RI Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Anggota DPR RI Anang Hermansyah mengatakan momentum peringatan Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan mestinya meneguhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Namun saat ini, bahasa Indonesia kian tergerus zaman. Padahal, konstitusi dan UU telah mengaturnya.

Anggota DPR RI komisi X itu mengaku prihatin dengan penggunaan bahasa Indonesia, padahal soal bahasa telah diamanatkan di konstitusi dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bahasa. 

"Kontekstualisasi makna sumpah pemuda dan hari pahlawan salah satunya penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Hari ini, kita saksikan bahasa Indonesia dicampuraduk dengan bahasa-bahasa asing. Bahasa Indonesia lambat laun tergerus dengan globalsiasi, " ujar Anang, Senin (13/11), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Legeslatif senayan asal pemilihan Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang ini mencontohkan penggunaan istilah yang belakangan populer di masyarakat seperti "zaman now" yang juga tak luput digunakan oleh para pejabat negara. 

Ia memahami bila penggunaan istilah tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan dengan kelompok generasi millennial.

"Yang jadi soal, istilah itu muncul di forum resmi yang mewajibkan dengan penggunaan bahasa Indonesia," sebut Anang.

Anang mengatakan keberadaan bahasa merupakan hal elementer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, globalisasi tidak menjadi alasan untuk mengenyampingkan bahasa.

"Bahasa adalah jati diri bangsa, tidak boleh tergerus oleh globalisasi," tandas Anang.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar