Selasa, 11 Desember 2018 | 04:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jatah untuk Setya Novanto dari KTP-el diungkap di pengadilan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Setya Novanto. Sumber foto: http://bit.ly/2yo1Qkh
Setya Novanto. Sumber foto: http://bit.ly/2yo1Qkh
<p>Rekaman pembicaraan milik Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem telah mengungkapkan jatah untuk Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam proyek KTP elektronik.</p><p>"Ya hitung-hitungan Andi (Narogong) dan Anang (Sugiana Sudihardjono) terkait e-KTP, terkait jatah uang untuk SN (Setya Novanto)," kata mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto, dalam sidang pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/11).</p><p>Sugiharto menjadi saksi untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-el yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Sedangkan Anang Sugianayang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus yang sama adalah Direktur PT Quadra Solutions, salah satu anggota konsorsium PNRI pemenang tender KTP-el.</p><p>"Itu di ruangan saya, ini pertemuan awal. Setiap Johamnes ketemu saya tanpa Anang, selalu minta saya tagihkan utang ke Anang," tambah Sugiharto.</p><p>Menurut Sugiharto, antara Anang, Andi Narogong dan Johaness Marliem, perhitungan untuk pembiayaan KTP-el belum jelas.</p><p>"Pembicaraan ini untuk Andi, Andi itu untuk bosnya, jumlahnya belum pasti yang yang jelas kalau bisa Rp100 miliar," ungkap Sugiharto.</p><p>Namun Sugiharto saat itu meminta agar jatah untuk bos Andi hanya Rp60 miliar.</p><p>"Saya minta dihitug dulu sama Fahmi yang tahu cost lapangan, lalu yang memodali pertama Anang dulu, kalau minta duit ke Anang, walaupun bukan duit Anang ya lewat Anang, duitnya ada juga dari Andi karena Andi modalnya banyak juga," ungkap Sugiharto.</p><p>Sugiharto mengaku tidak tahu apakah jatah untuk Setnov itu benar-benar diberikan atau tidak. Anang yang juga dihadirkan sebagai tersangka menyebut Johannes Marliem pernah mengatakan ada dana tidak terduga untuk KTP-el sebesar Rp100 miliar.</p><p>"Johannes Marliem pernah bicara dia itu ada dana tidak terduga untuk e-KTP seratus miliar rupiah, tapi pada dasarnya saya dan Johannes Marliem ada utang piutang, tapi dia kalau ketemu saya tidak berani nagih," kata Anang.</p><p>Johannes Marliem ditemukan tewas di rumahnya di Los Angeles pada 10 Agustus 2017. Dari pemberitaan media di Amerika Serikat, Johannes tewas akibat bunuh diri. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

<p>Rekaman pembicaraan milik Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem telah mengungkapkan jatah untuk Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam proyek KTP elektronik.</p><p>"Ya hitung-hitungan Andi (Narogong) dan Anang (Sugiana Sudihardjono) terkait e-KTP, terkait jatah uang untuk SN (Setya Novanto)," kata mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto, dalam sidang pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/11).</p><p>Sugiharto menjadi saksi untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-el yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Sedangkan Anang Sugianayang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus yang sama adalah Direktur PT Quadra Solutions, salah satu anggota konsorsium PNRI pemenang tender KTP-el.</p><p>"Itu di ruangan saya, ini pertemuan awal. Setiap Johamnes ketemu saya tanpa Anang, selalu minta saya tagihkan utang ke Anang," tambah Sugiharto.</p><p>Menurut Sugiharto, antara Anang, Andi Narogong dan Johaness Marliem, perhitungan untuk pembiayaan KTP-el belum jelas.</p><p>"Pembicaraan ini untuk Andi, Andi itu untuk bosnya, jumlahnya belum pasti yang yang jelas kalau bisa Rp100 miliar," ungkap Sugiharto.</p><p>Namun Sugiharto saat itu meminta agar jatah untuk bos Andi hanya Rp60 miliar.</p><p>"Saya minta dihitug dulu sama Fahmi yang tahu cost lapangan, lalu yang memodali pertama Anang dulu, kalau minta duit ke Anang, walaupun bukan duit Anang ya lewat Anang, duitnya ada juga dari Andi karena Andi modalnya banyak juga," ungkap Sugiharto.</p><p>Sugiharto mengaku tidak tahu apakah jatah untuk Setnov itu benar-benar diberikan atau tidak. Anang yang juga dihadirkan sebagai tersangka menyebut Johannes Marliem pernah mengatakan ada dana tidak terduga untuk KTP-el sebesar Rp100 miliar.</p><p>"Johannes Marliem pernah bicara dia itu ada dana tidak terduga untuk e-KTP seratus miliar rupiah, tapi pada dasarnya saya dan Johannes Marliem ada utang piutang, tapi dia kalau ketemu saya tidak berani nagih," kata Anang.</p><p>Johannes Marliem ditemukan tewas di rumahnya di Los Angeles pada 10 Agustus 2017. Dari pemberitaan media di Amerika Serikat, Johannes tewas akibat bunuh diri. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com