Rabu, 12 Desember 2018 | 13:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pascagempa, KBRI imbau WNI di Iran waspada

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Gempa Irak-Iran. Peta Irak-Iran. Sumber Foto: http://bit.ly/2mkp0qa
Gempa Irak-Iran. Peta Irak-Iran. Sumber Foto: http://bit.ly/2mkp0qa
<p>Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengimbau semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara itu untuk meningkatkan kewaspadaan pascagempa 7,3 SR yang mengguncang Provinsi Sulaymaniyah di wilayah perbatasan Iran dan Irak, pada Minggu (12/11) malam.</p><p>Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, melaporkan hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban di sekitar wilayah yang dekat pusat gempa, terutama di Kermanshah dan Khuzestan, dua provinsi Iran yang terdampak parah akibat gempa. Demikian disebutkan dalam keterangan resmi Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Tehran yang diterima di Jakarta, Senin (13/11).</p><p>Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya 300 warga di Kermanshah dan Khuzestan meninggal dunia akibat gempa yang guncangannya terasa hingga Qatar itu, sementara sekitar 2.500 orang terluka.</p><p>KBRI Tehran meminta WNI yang jumlahnya sekitar 350 orang di Iran untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan, terutama bagi yang akan bepergian ke Kermanshah dan Khuzestan yang terletak sekitar 400 km dari Qom, wilayah dengan konsentrasi WNI paling besar, yakni 180 orang.</p><p>Selain itu, diharapkan semua WNI untuk membawa identitas diri selama bepergian dan senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI dan sesama WNI di Iran.</p><p>KBRI Tehran juga membuka saluran langsung 24 jam yang dapat digunakan bagi WNI dan masyarakat Indonesia yang ingin memiliki anggota keluarga di Iran, di nomor +98 912 006 7021, +98 912 963 2269 dan +98 912 824 1668 atau nomor kantor +98 21 8871 5558. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

<p>Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengimbau semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara itu untuk meningkatkan kewaspadaan pascagempa 7,3 SR yang mengguncang Provinsi Sulaymaniyah di wilayah perbatasan Iran dan Irak, pada Minggu (12/11) malam.</p><p>Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, melaporkan hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban di sekitar wilayah yang dekat pusat gempa, terutama di Kermanshah dan Khuzestan, dua provinsi Iran yang terdampak parah akibat gempa. Demikian disebutkan dalam keterangan resmi Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Tehran yang diterima di Jakarta, Senin (13/11).</p><p>Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya 300 warga di Kermanshah dan Khuzestan meninggal dunia akibat gempa yang guncangannya terasa hingga Qatar itu, sementara sekitar 2.500 orang terluka.</p><p>KBRI Tehran meminta WNI yang jumlahnya sekitar 350 orang di Iran untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan, terutama bagi yang akan bepergian ke Kermanshah dan Khuzestan yang terletak sekitar 400 km dari Qom, wilayah dengan konsentrasi WNI paling besar, yakni 180 orang.</p><p>Selain itu, diharapkan semua WNI untuk membawa identitas diri selama bepergian dan senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI dan sesama WNI di Iran.</p><p>KBRI Tehran juga membuka saluran langsung 24 jam yang dapat digunakan bagi WNI dan masyarakat Indonesia yang ingin memiliki anggota keluarga di Iran, di nomor +98 912 006 7021, +98 912 963 2269 dan +98 912 824 1668 atau nomor kantor +98 21 8871 5558. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com