Minggu, 24 Juni 2018 | 21:30 WIB

Daftar | Login

/

Kelompok Gereja Australia Coba Bantu Muslimah Dari Islamophobia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) April Robinson (kedua dari kiri) bersama sejumlah pembicara di acara The Resilient Women Forum di Melbourne.
(Courtesy: AustraliaPlus) April Robinson (kedua dari kiri) bersama sejumlah pembicara di acara The Resilient Women Forum di Melbourne.
<p>April Robinson sudah sering mendengar cerita soal bagaimana perempuan di Australia seringkali mendapatkan perlakuan kasar, bahkan di hadapan umum. Dari cerita yang pernah ia dapatkan, April mengatakan banyak perempuan yang pernah diludahi, didorong, diikuti, atau kerudung yang ditarik, jika korbannya adalah Muslimah.</p><p>"Tindak kekerasan di ruang publik memang bukan hanya dialami oleh Muslimah, tapi yang saya pelajari, kekerasan terhadap Muslimah adalah lebih serius," ujar April, yang bekerja sebagai <em>Interfaith Research and Network Developer </em>untuk Uniting Church.</p><p>"Bagi Muslimah, kekerasan terhadap mereka adalah penyerangan identitas dan apa yang mereka miliki. Kekerasan ini bukan karena karakter atau tindakan mereka, tetapi dari kesalahan mengaitkan Islam dengan terorisme."</p><p>Sejak itulah, April bertekad untuk membantu Muslimah di Australia. </p><p>Sudah sejak tiga tahun lalu, April mengaku secara konsisten membuat proyek yang dinamakan <em>The Resilient Women </em>bersama Uniting Chruch. Uniting Church adalah aliran Kristen terbesar ketiga di Australia, yang menggabungkan Gereja Metodis, Presbiterian, dan Kongregasional. </p><p>Menurutnya, tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dan merancang strategi untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap Muslimah akibat Islamophobia yang meningkat.</p><p>"Masalah kekerasan terhadap Muslimah ini kurang banyak diketahui secara luas, karenanya keadaan Muslimah yang rentan jadi korban tidak mendapat tanggapan. Karenanya saya ingin memberikan tanggapan soal ini," kata April. </p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Hanya sedikit laporan dan artikel di media soal serangan Islamophobia, artinya jika Anda bukan korban kekerasan akibat Islamophobia, atau belum pernah berbicara dengan mereka yang pernah jadi korban, Anda tidak tahu masalah ini.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Salah satu kegiatan dari proyek ini adalah membuat sebuah forum, dimana para perempuan dari berbagai latar belakang dan komunitas, termasuk Muslimah, untuk berbicara soal masalah yang mereka hadapi.</p><p>Forum ini mendapatkan bantuan dana dari pemerintah negara bagian Victoria dan sejumlah organisasi komunitas.</p><p>"Dalam forum ini, kita mencoba menghubungkan mereka yang bekerja di sejumlah organisasi komunitas dan Muslimah dengan para penegak hukum untuk berdiskusi soal kejahatan yang dilandasi Islamophobia dan prasangka," jelas April.</p><p>Tapi tentu saja April berharap jika forum ini tidak hanya sekedar pembicaraan, tetapi akan ada aksi nyata untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan, khususnya Muslimah.</p><p>"Harapannya forum ini akan menggaungkan suara para perempuan, menciptakan lebih banyak kesadaran bukan hanya soal kekerasan yang mereka hadapi tapi juga tekad mereka," ujar April.</p><p>April menolak jika mengatakan forum ini menjadi ajang untuk menganggap perempuan sebagai korban, karena inti dari proyek ini adalah soal ketangguhan perempuan.</p><p>"Perempuan yang tangguh memastikan bahwa kisah-kisah kekerasan ini bukan untuk mendefinisikan mereka, tetapi bertujuan untuk memberi penghormatan kepada tekad mereka yang inspiratif untuk terus maju melampaui ketakutan dan terus membangun kehidupan dan komunitas mereka."</p><p>Rencananya April akan ke Indonesia di akhir tahun ini untuk berbagi soal apa yang dilakukannya di Australia soal kerjasama antar komunitas lintas agama.</p><h2>Komunitas Muslimah Indonesia ikut terlibat</h2><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9145138-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Tris Mardiastuty (paling kiri) menjadi salah satu perwakilan komunitas Muslimah Indonesia di Victoria." alt="Tris Mardiastuty (paling kiri) menjadi salah satu perwakilan komunitas Muslimah Indonesia di Victoria." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Tris Mardiastuty (paling kiri) menjadi salah satu perwakilan komunitas Muslimah Indonesia di Victoria.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Foto: Koleksi pribadi</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Komunitas Muslimah Indonesia yang berada di negara bagian Victoria ikut terlibat dalam salah satu program tersebut.</p><p>Tris Mardiastuty, yang juga menjabat sebagai Community Affairs di Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV), datang ke acara Resilient Women Forum, 18 Oktober lalu. Ia mengaku mendukung penuh atas apa yang dilakukan Uniting Church. </p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tawaran kerjasama dari kelompok non-Muslim di Victoria dalam membantu masalah Islamophobia sangat positif dan perlu direspon dengan baik.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>"Kami, para Muslimah, menjadi tidak merasa sendirian lagi... hal ini juga menjadi bukti bahwa segala bentuk rasisme dan Islamophobia bukanlah sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat luas," kata Tris saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC Melbourne.</p><p>Tris mengaku ada beberapa kasus Muslimah Indonesia di Victoria yang menjadi korban Islamophobia, baik di tempat umum maupun di lingkungan rumah dan pekerjaan.</p><p>"Kami sedang mempersiapkan semacam manual 'Muslimah Incident Reporting Flowchart' yang akan digunakan sebagai panduan proses melapor bila terjadi serangan Islamophobia terhadap warga Muslim Indonesia di Victoria."</p><p>Tris menambahkan keterlibatan Muslimah Indonesia dalam acara tersebut juga untuk menunjukkan bahwa komunitas Muslim Indonesia siap membantu, bekerja sama, dan berkontribusi pada komunitas etnis dan agama lainnya di Australia.</p><h2>Islamophobia di Australia tidak selalu terkait aksi teror</h2><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/6844008-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Salah satu aksi anti-Islam di Bendigo, menolak pembangunan masjid pada November 2015 lalu." alt="Salah satu aksi anti-Islam di Bendigo, menolak pembangunan masjid pada November 2015 lalu." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Salah satu aksi anti-Islam di Bendigo, menolak pembangunan masjid pada November 2015 lalu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC News: Patrick Rocca</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Dalam sebuah laporan berjudul <a class="external" href="https://arts-ed.csu.edu.au/__data/assets/pdf_file/0009/2811960/csu-islamophobia-in-australia-report14-16.pdf" target="_blank" title=""><em>Islamophobia in Australia 2014-2016</em></a>, ditemukan hanya 11 persen dari serangan memiliki kaitan dengan aksi terorisme. </p><p>Laporan penelitian tersebut melibat sejumlah universitas di Australia, Islamic Science and Research Academy of Australia, dan Diversity Council of Australia, dengan menganalisa 243 laporan insiden serangan kepada Muslim di Australia yang terverifikasi, dan tercatat di Islamophobia Register Australia</p><p>"Ini menunjukkan kemarahan dan kebencian yang diungkapkan dalam serangan terhadap Muslim tidak terlalu berhubungan dengan terorisme," tulis laporan dengan penyuting Dr Derya Iner tersebut.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tetapi serangan terjadi karena kehadiran dan kemunculan Muslim secara jelas. Perempuan, khususnya dengan kerudung telah menjadi korban utama serangan Islamophobia [jumlahnya hampir mencapai 80 persen].&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Disebutkan pula mereka yang menjadi saksi serangan, 25 persen adalah warga bukan Muslim dan tidak ada yang berani ikut campur saat terjadi serangan dari 75 persen insiden yang dilaporkan.</p><p>Laporan tersebut memberikan masukan jika tanggung jawab untuk mengatasi masalah Islamphobia tidak bisa sepenuhnya dilakukan pemerintah, tetapi seluruh komunitas berbagi tanggung jawab yang sama. </p><p>"Pemerintah bisa mengatur ruang yang adil bagi seluruh warganya, tetapi hasilnya bisa terasa jika masyarakat secara luas mau menciptakan ruang bagi minoritas untuk bisa menikmatinya."</p><p>Menurut laporan yang melibatkan 10 peneliti dari berbagai latar belakang, anggota komunitas Muslim juga berbagi tanggung jawab. Salah satunya dengan cara terlibat bersama masyarakat luas secara aktif untuk dapat memahami soal praktik agama Islam lebih akurat.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Pembangunan | 24 Juni 2018 - 19:37 WIB

Pembangunan jembatan Bengawan Solo hampir selesai

Lingkungan | 24 Juni 2018 - 19:13 WIB

Bunga bangkai langka siap mekar di Bengkulu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com