Rabu, 12 Desember 2018 | 13:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sejarawan: Indonesia miliki 173 pahlawan nasional

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AGVKNg
Sumber foto: http://bit.ly/2AGVKNg
<p>Sejarawan dari Universitas Indonesia JJ Rizal mengemukakan, Indonesia memiliki 173 pahlawan nasional dan jumlah itu adalah yang terbanyak dari negara-negara lain di dunia.</p><p>Meskipun Indonesia sudah memiliki sangat banyak pahlawan, kata dia pada diskusi "Pahlawan Zaman Now" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (13/11), tapi tampaknya masih kurang karena adanya panjang daftar antrean usulan menjadi pahlawan nasional. </p><p>Dia mengatakan Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional tapi sulit mencari tokoh-tokoh yang memiliki perilaku pahlawan dan keteladanan.</p><p>"Aspek yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional, tapi sulit mencari pemimpin yang berperilaku pahlawan dan memberi keteladanan," kata JJ Rizal.</p><p>Sementara itu, Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono mengatakan, pahlawan saat ini adalah tokoh-tokoh yang sepatutnya menjadi teladan masyarakat. Misalnya berperilaku sosial, mengutamakan kepentingan umum, jujur, tidak korupsi dan komitmen terhadap NKRI.</p><p>Bangsa Indonesia, kata dia, membutuhkan tokoh berperilaku pahlawan yang memberikan teladan, yakni bersikap jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan diri sendiri dan kelompok.</p><p>"Namun saat ini, sangat sulit menemukan tokoh dan pimpinan berperilaku pahlawan, karena kejujuran dan jiwa sosial makin sulit dicari," katanya.</p><p>Menurut dia, saat terjadi pergeseran nilai-nilai moral dari berjiwa sosial menjadi berperilaku mengutamakan kepentingan diri sendiri dan kelompok.</p><p>Pergeseran nilai-nilai moral tersebut, kata dia, saat ini beberapa kepala daerah juga menjadi tersangkut persoalan hukum. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

<p>Sejarawan dari Universitas Indonesia JJ Rizal mengemukakan, Indonesia memiliki 173 pahlawan nasional dan jumlah itu adalah yang terbanyak dari negara-negara lain di dunia.</p><p>Meskipun Indonesia sudah memiliki sangat banyak pahlawan, kata dia pada diskusi "Pahlawan Zaman Now" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (13/11), tapi tampaknya masih kurang karena adanya panjang daftar antrean usulan menjadi pahlawan nasional. </p><p>Dia mengatakan Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional tapi sulit mencari tokoh-tokoh yang memiliki perilaku pahlawan dan keteladanan.</p><p>"Aspek yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional, tapi sulit mencari pemimpin yang berperilaku pahlawan dan memberi keteladanan," kata JJ Rizal.</p><p>Sementara itu, Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono mengatakan, pahlawan saat ini adalah tokoh-tokoh yang sepatutnya menjadi teladan masyarakat. Misalnya berperilaku sosial, mengutamakan kepentingan umum, jujur, tidak korupsi dan komitmen terhadap NKRI.</p><p>Bangsa Indonesia, kata dia, membutuhkan tokoh berperilaku pahlawan yang memberikan teladan, yakni bersikap jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan diri sendiri dan kelompok.</p><p>"Namun saat ini, sangat sulit menemukan tokoh dan pimpinan berperilaku pahlawan, karena kejujuran dan jiwa sosial makin sulit dicari," katanya.</p><p>Menurut dia, saat terjadi pergeseran nilai-nilai moral dari berjiwa sosial menjadi berperilaku mengutamakan kepentingan diri sendiri dan kelompok.</p><p>Pergeseran nilai-nilai moral tersebut, kata dia, saat ini beberapa kepala daerah juga menjadi tersangkut persoalan hukum. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com