Jumat, 24 November 2017

Fakta Menarik Seputar E-money di Masyarakat

Selasa, 14 November 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/fakta-menarik-seputar-e-money-di-masyarakat courtesy https://www.cermati.com/artikel/fakta-menarik-seputar-e-money-di-masyarakat
Ayo berbagi!

Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menjalankan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Gerakan ini dimaksudkan untuk mengalihkan penggunaan uang tunai dalam segala lini pembayaran ke penggunaan uang elektronik. Hal senada juga disuarakan oleh Presiden Jokowi yang ingin meningkatkan penggunaan uang elektronik di Indonesia.

Uang elektronik sebenarnya bukanlah barang baru, kemunculannya di tanah air dimulai pada 2007. Namun baru belakangan ini penggunaanya digembar-gemborkan. Di masyarakat sendiri penggunaannya sudah menjamur di sekitar kita. Lalu, apakah Anda sendiri sudah familier dengan uang elektronik? Apa belum tau sama sekali cara penggunaannya?

Untuk itu Cermati.com melakukan survey penggunaan e-money untuk mengkaji lebih lanjut fenomena penggunaan e-money di masyarakat. Dari 17.587 responden yang ada, apa saja fakta menarik seputar e-money di Indonesia? Simak ulasannya berikut.

Baca  Juga: Isi Ulang E-money Sudah Ada Aturannya. Mau Gratis? Simak Tipsnya

Penerapan Uang Elektronik di Indonesia Didasari dengan Pemaksaan

infografis e-money

 “Bisa karena terbiasa, terbiasa karena dipaksa”. Mungkin itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan penggunaan uang elektronik di Indonesia. Berawal dari peraturan penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tiket Kereta Rangkaian Listrik (KRL) atau dikenal juga dengan nama commuter line pada Juni 2013 hingga penetapan pembayaran tol nontunai pada 31 Oktober 2017 silam, pemerintah seakan memaksa penggunaan e-money di berbagai lini umum agar masyarakat terbiasa.

Di tahun yang sama, 2013, sektor transportasi andalan ibukota, Transjakarta, juga dikenakan peraturan yang sama. Yaitu penggunaan uang elektronik untuk membayar ongkosnya. Akan tetapi, hal tersebut belum terlalu ketat karena penumpang masih bisa membeli tiket harian (tiket kertas) untuk sekali perjalanan.

Baru pada pertengahan tahun selanjutnya lah, 2014, seluruh pembayaran ongkos Transjakarta diwajibkan menggunakan uang elektronik. Aturan ini disusul dengan peraturan pembayaran parkir di stasiun-stasiun KRL wajib menggunakan e-money pada Oktober 2014. Hal tersebut dirasa baik karena nantinya masyarakat akan terbiasa menggunakan uang elektronik yang dinilai lebih praktis penggunaannya.

Baca Juga: Berbeda dari Indonesia, Isi Ulang E-money di 6 Negara ini Gratis

Lini Transportasi Menyedot Pengguna Uang Elektronik Paling Banyak

infografis e-money 2

Penggunaan e-money paling banyak ada pada sektor transportasi, ini wajar karena pengenalan awal e-money adalah untuk membayar biaya transportasi. Berdasarkan survei Cermati.com sebanyak 59% responden atau 7.967 orang menggunakan e-money untuk membayar tol, disusul dengan iring-iringan 7.374 responden pengguna transportasi online dan 7.303 responden pengguna transportasi umum.

Lebih lanjut, pengguna terbanyak uang elektronik ini merupakan karyawan swasta ibukota yang pada hari kerja lebih memilih menggunakan transportasi umum untuk sampai ke kantor. Selain transportasi umum, transportasi online dengan pembayaran nontunai pun menjadi pilihan pegawai kantoran. Terbukti dari penggunaan jenis uang elektronik terbanyak adalah Go-Pay (7.795 responden). Ini juga didukung dengan adanya diskon bagi pengguna Go-Pay sebesar 30% dari tarif normal.

Selain Go-Pay, jenis e-money yang paling banyak digunakan masyarakat adalah kartu Flazz dari BCA (57.6%). Kartu ini bisa digunakan untuk bermacam-macam pembayaran nontunai, mulai dari bayar Transjakarta, KRL, Parkir, Tol, hingga belanja di minimarket. Selain Flazz, e-money berbentuk kartu lainnya yang banyak penggunanya adalah E-money Mandiri (52.9%). Di bawahnya ada T-Cash (29.3%), e-money dari operator seluler Telkomsel.

Apabila dilihat dari sisi keefektifkannya, memang penggunaan e-money lebih praktis dibandingkan dengan uang tunai. Bahkan, menurut survei 84.2% responden lebih memilih kartu debit/ATM sebagai pengganti uang elektronik dibandingkan dengan uang tunai dengan presentase 70.1%. Bisa disimpulkan memang metode cashless kini lebih dipilih oleh masyarakat.

 

Diperlukan Sosialisasi Lebih untuk Mengatasi Kendala Uang Elektronik

Di balik banyaknya jumlah pengguna uang elektronik, ada masyarakat yang belum sepenuhnya mengerti apa kegunaan dan kelebihan dari uang elektronik tersebut. Buktinya dari seluruh responden yang berjumlah 17.587 orang, 23.8% nya bukan merupakan pengguna e-money.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, alasan mengapa orang belum tertarik menggunakan e-money 50.9% responden menjawab masih bingung dengan cara kerja e-money. Mungkin dibutuhkan sosialisasi lebih mendalam kepada masyarakat tentang bagaimana cara kerja e-money dan apa saja kegunaannya seiring dengan rencana pemerintah menerapkan gerakan nontunai.

Selain itu, 18.2% responden lain merasa e-money tidak aman karena kalau mediumnya hilang, uang juga hilang. Padahal hal tersebut hanya berlaku pada e-money berbentuk kartu. Pada e-money yang membutuhkan akun, walaupun mediumnya hilang, kita bisa langsung mengantisipasi kehilangan dana tersebut dengan login di media lainnya. Misalnya, Go-pay.

Hal tersebut menunjukan bahwa responden tersebut sebenarnya belum paham betul cara kerja uang elektronik. Sementara 17.6% responden lainnya tidak suka uangnya terbenam di e-money dan sisanya merasa belum butuh e-money karena adanya biaya top-up dan cara top-up yang dinilai susah. Padahal, semua kendala tersebut sangat bisa diatasi dengan adanya sosialisasi secara continue kepada masyarakat melalui media massa dan lain sebagainya.

Maksimalkan Penggunaan Uang Elektronik

Bagi Anda yang mungkin sudah akrab dengan penggunaan uang elektonik dalam sehari-hari, maksimalkan penggunaannya. Ini karena uang elektronik sudah hampir bisa digunakan dalam berbagai sektor transaksi. Tidak melulu soal pembayaran transportasi dan tol, akan tetapi bisa digunakan seerti untuk berbelanja, bayar parkir, beli tiket bioskop dan lain sebagainya. Banyak keuntungan yang nantinya dapat dinikmati selain penggunaannya yang simpel, berbagai diskon menarik juga ditawarkan oleh penerbit uang elektronik yang bekerjasama dengan berbagai macam merchant. Jadi, masih enggan beralih ke uang elektronik?

Baca Juga: Sudah Punya E-Money? Ini Jenis dan Daftar Produk yang Banyak Digemari

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar