Senin, 24 September 2018 | 05:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Emisi Karbon Dioksida Global Meningkat Dalam 3 Tahun

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Ilmuwan mengatakan, peningkatan emisi terjadi karena penggunaan batubara, minyak dan gas di China.
(Courtesy: AustraliaPlus) Ilmuwan mengatakan, peningkatan emisi terjadi karena penggunaan batubara, minyak dan gas di China.
<p>Emisi CO2 (karbon dioksida) global telah meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun di saat para ilmuwan memeringatkan bahwa target Australia dalam kesepakatan Paris 2030 melenceng dari jangkauan.</p><p>Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin (13/11/2017), para peneliti mengatakan bahwa kenaikan emisi global utamanya disebabkan oleh pertumbuhan pembangkit listrik tenaga batubara dan konsumsi minyak dan gas di China.</p><p>Direktur Eksekutif dari ‘Global Carbon Project’ atau Proyek Karbon Global (GCP) dan salah satu penulis studi itu, yakni Dr Pep Canadell, mengatakan, kenaikan itu kemungkinan sekitar 2 persen dari tingkat emisi CO2 tahun 2016.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Itu membawa kita ke rekor baru yang tingginya hampir 37 miliar ton CO2 [per tahun],&quot; kata Dr Canadell.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>GCP adalah sebuah kolaborasi antara organisasi sains internasional untuk memantau emisi karbon global dan sumbernya untuk membantu "memperlambat laju peningkatan gas rumah kaca di atmosfer".</p><p>Dalam makalah yang diterbitkan di ‘Environmental Research Letters’, para peneliti mengatakan bahwa jeda tiga tahun dalam pertumbuhan emisi disebabkan oleh peningkatan teknologi energi terbarukan dan pengurangan konsumsi batubara China.</p><p>Meskipun jeda telah diamati sebelum periode tahun 2014-2016, Dr Canadell mengatakan bahwa hal ini biasanya berkorelasi dengan kemerosotan ekonomi global seperti selama krisis keuangan global.</p><p>"Tiga tahun terakhir - '14, '15, '16 -sejauh ini cukup luar biasa di keseluruhan catatan, ini adalah pertama kalinya kami melihat emisi tidak tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi global yang cukup kuat," ujarnya.</p><p>Di seluruh dunia, 21 negara, termasuk Amerika Serikat, Denmark dan Perancis, telah mengurangi emisi CO2 selama 10 tahun terakhir sementara di saat yang sama, mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9146444-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Australia" alt="Australia mungkin mengalami penurunan emisi akibat penutupan pembangkit Hazelwood." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Australia mungkin mengalami penurunan emisi akibat penutupan pembangkit Hazelwood.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC Gippsland: Nicole Asher</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h3><strong>Target iklim Paris melenceng</strong></h3><p>Data dari Departemen Lingkungan dan Energi menunjukkan bahwa emisi Australia telah meningkat sejak tahun 2013.</p><p>Direktur Pusat Iklim, Ekonomi dan Kebijakan di Universitas Nasional Australia (ANU), Profesor Frank Jotzo, mengatakan bahwa kemungkinan mencapai target Australia di iklim Paris 2030 melenceng lebih dari jangkauan.</p><p>Australia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 26-28 persen dari tingkat emisi tahun 2005 pada tahun 2030.</p><p>"Untuk memenuhi target Paris, kami perlu mengurangi emisi hingga 18-20 persen dibandingkan dengan tingkat yang ada saat ini - yang setara dengan penurunan 1,5 sampai 1,7 persen per tahun," kata Profesor Jotzo.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Tentu saja, setiap tahun ketika emisi gas rumah kaca nasional (Australia) tetap konstan atau sebenarnya meningkat adalah tahun yang hilang untuk memenuhi target itu.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Dr Canadell juga khawatir bahwa Australia kehabisan waktu untuk membalikkan lintasan emisi.</p><p>"Setiap tahun yang kami (Australia) tunda, ada penalti pengurangan emisi yang jauh lebih tinggi yang dibutuhkan [untuk memenuhi kesepakatan Paris]," sebutnya.</p><p>Meskipun Profesor Jotzo mengatakan, ada kemungkinan bahwa emisi Australia di 2017 mungkin menunjukkan sedikit penurunan karena penutupan pembangkit listrik Hazelwood, kemungkinan ini akan diimbangi oleh penjualan bensin yang lebih tinggi pada periode yang sama.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/science/2017-11-13/record-global-co2-emissions-predicted-for-2017/9144838" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com